
Dalam perjalanan Andre meminta supir untuk makan malam di Resto dekat apertemen miliknya.
"Den kita sudah sampai". Ucap mang Ucup.
"Makan bareng kita ya pak". Pinta David saat mang Ucup hendak masuk ke dalam mobil.
"Tidak den saya di mobil saja". Tolak mang Ucup halus.
"Mang gabung saja..... " Ucap Andre.
Tidak ingin mengecewakan Andre mang Ucup mengiyakan.
"Baiklah den, tapi saya parkirkan mobil dulu, den dan teman-teman den duluan saja".
"Baiklah kami tunggu di dalam".
"Iya den". Ucap mang Ucup lalu masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil ke area parkir setelah selesai ia langsung masuk ke resto, kemudian gabung bersama Andre dan kedua temannya.
"An setelah ini kita langsung ke rumah mu kan.....?????". Tanya Nicolas setelah selesai menyeruput minumannya.
"Belum....."Jawab Andre.
"Quand (Kapan)......?" Tanya David
Andre manatap David malas karna pria keras kepala ini masih saja menggunakan bahasa Prancis, padahal beberapa waktu lalu ia mengajak mang Ucup untuk makan bersama mereka dengan bahasa Indonesia sekarang udah kambuh lagi.
"Dasar bocah plin-plan". Andre
"Udah gue bilangin Bambang, kita bakal ke rumah gue setelah semua keluarga gue udah pada tidur". Geram Andre.
"Gue itu apa, trus siapa Bambang...????"Tanya Nicolas pada mang Ucup.
Andre menepuk jidat. "Gue itu kata ganti saya atau aku, dan Bambang itu lo".
"Lo....?????" Nicolas makin bingung.
"Oh.... Tuhan.... Gak usah di perpanjang cepetan makannya, udah ngantuk soalnya selama di pesawat gak tidur". Ucap Andre.
Setelah makan mereka bergegas meninggalkan resto, tapi saat melewati beberapa meja di resto tersebut kaki Andre tersandung dan hendak jatuh menimpa tubuh David di depannya tapi dengan gerakan cepat David bergeser ke samping hingga tubuh Andre malah menimpa tubuh seorang gadis yang baru melangkah masuk ke resto.
"Aww.... "Ringgis gadis itu.
Andre terdiam menikmati mata indah dan wajah cantik gadis itu dengan jarak yang begitu dekat.
"Cantik.... Ehhh.....gue bukan Jaka Tarub tapi kenapa bisa ketemu Nawang Wulan.....?????" Andre.
Lima belas detik berlalu Andre masih belum sadar dengan kejadian itu ia masih terpesona dengan kecantikan gadis yang ada di bawahnya.
"Bangun, lo pikir gue kasur lo apa....???" Teriak gadis itu dengan tatapan tajam Pada Andre.
"Sorry..... sorry gue gak sengaja". Ucap Andre bangkit dan meyodorkan tangannya untuk membantu gadis itu.
"Gak gue bisa sendiri...."
Gadis itu menepis tangan Andre kasar dan perlahan berdiri.
"Cantik-cantik galak", Andre
Karna tangan nya di tepis Andre pun melanjutkan langkahnya di ikuti oleh David, Nicolas dan mang Ucup.
__ADS_1
"Tuh kan gara-gara dia", gue kehilangan si buaya darat itu. Kesal gadis itu setelah pandangannya menyapu seisi resto dan tidak mendapati orang yang sudah di buntuti sedari tadi.
"Woyyy.... main ninggalin aja dasar gak bertanggung jawab lo". Teriak gadis itu ke arah Andre, Ia tidak peduli pada banyak pasang mata yang sedari tadi melihat nya.
"Gue udah nawarin buat nolong lo tapi lo sendiri kan yang nolak". Ucap Andre tanpa berbalik dan tetap saja melanjutkan langkahnya.
"Sialan udah bikin pinggang gue encok juga. Gadis itu.
"Pergi aja lo tapi ingat jika sampai kita ketemu lagi gue bakal buat perhitungan sama lo". Ancam gadis itu.
Andre yang mendengar ancaman gadis itu malah tersenyum mengejek.
"Kita lihat saja nanti jika kita bertemu lagi. Andre.
"Tunggu.....Teriak Nicolas saat mang Ucup hendak melajukan mobil mewah itu".
"Apa...."????? Tanya Andre, David dan mang Ucup berbarengan.
"Cieee.... kompak". Ucap Nicolas seketika tatapan tajam dari Andre dan David mengarah kepadanya.
"Santai dong".
"Apa tadi eehhh...Saya cuma mau bilang sayang kalau cewek tadi dianggurin". Ucap Nicolas lalu ngancir ke luar mobil untuk menghampiri gadis tadi.
"Nico ngomong apa sih sama tu cewek....?
Kayaknya minta no telponnya deh, tapi kok pakai bisik-bisik segala.
Ehhh....ngapain juga gue pikirin. Andre
"tu l'as fait (Anda berhasil) ...?" Tanya David pada Nicolas yang sudah duduk kembali di sampingnya.
"Play boy cap tembok jangan mainin anak orang lo". Ketus Andre.
"An jangan ngaco deh", yang dipakai buat tembok itu cat bukan cap.
"Serah lo deh Nico, yang penting gue peringatin lagi lo ngak usah mainin anak orang".
"Hahahha.... Je pense que quelqu'un tombe amoureux (Saya pikir seseorang sedang jatuh cinta)". Goda Nico.
"Who".......Tanya David.
"Menurut mu" Nicolas tersenyum ke arah David yang duduk di sebelahnya.
" Hahahaha......" Keduanya pun tertawa.
Andre hanya diam tidak ingin menimpali omogan dua bule itu. Toh apa yang mereka bicarakan belum tentu benar.
(Maksa bijak padahal tangannya sudah mengepal pertanda ia tengah marah 😀😀😀).
Lima belas menit berlalu mobil mewah yang ditumpangi Andre dan kedua temanya sudah sampai di depan Apertemen Andre. Mereka pun segera masuk dan langsung beristirahat di Apertemen Andre yang berada di lantai 3 gedung itu.
*****
Tepat pukul Dua belas malam Andre dan kedua teman nya sudah berada di kediaman Keluarga Hermawan. Setelah mereka sampai Andre meninta mang Ucup mengantarkan kedua temannya ke kamar tamu sementara ia sendiri menuju ruang keluarga, ruang dimana ia dan keluarga menghabiskan beebrapa waktu bersama.
"Mang antarkan David dan Nico ke kamar tamu" Ucap Andre.
"Baik den" mang Ucup langsung memberi kode lewat gerakan mata kepada kedua teman Andre untuk mengikuti nya.
__ADS_1
Andre menuju ruang keluarga tetapi saat ia baru saja mendaratkan tubuhnya ke sofa empuk yang ada di ruangan itu, samar-samar ia mendengar suara aneh yang tidak jauh dari situ, karena penasaran Andre memutuskan untuk mencari asal suara, langkah kaki Andre terhenti saat ia sampai di ruang makan dengan intens Andre memperhatikan wanita yang baru saja duduk di salah satu kursi di meja panjang itu, tapi ia tidak mengenali wanita itu dan tidak tahu apa yang di lakukan wanita itu, akhirnya Andre pun bertanya.
Flashback off
"Saya tidak percaya" Ucap Andre.
"Untuk apa aku berbohong.....????, tidak ada untungnya bukan.....????? lagian kalau kau tidak percaya tanyakan saja pada ".
Della menunjuk ke arah beberapa orang tadi.
"Benarkah....? " Tanya Andre
"Iya" Jawaban singkat mereka serempak.
"Shiittt.... Kenapa kalian tidak menghentikan ku tadi hah". Raut wajah Adrian merah padam.
"Hey...bukannya mereka hendak menghentikan mu tadi pak tapi kau sendiri yang mencegah mereka, apa kau lupa pak....?"
Sialan gadis ini memanggilku bapak...???, apakah aku setua itu....?, Ohhh... aku tahu karna matanya ada empat akhirnya dia melihat sesuatu itu berlebihan. Adrian
"Benar kata nona" Ucap si A.
"Ooohhh.... Jadi kau istrinya Adrian....???? " Tanya Andre.
"Iya dan kamu siapa.....???? "
"Kakak iparmu"
"Kakak Ipar...???, tapi bagaimana kau bisa ada disini....????. Dan kenapa secara tiba-tiba tanpa memberi tahu....????"
"Hahaha.... Aku harus memberi tahu dulu sebelum datang ke rumah ku sendiri.....?
"Maaf bukan itu maksud ku pak".
"Lupakan, dan bagaimana kau bisa menghindari semua pukulan ku....?????".
To Be Continued
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Thanks buat yang sudah baca".
__ADS_1