Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Siapa wanita itu...?


__ADS_3

“Uhhh” Della meringkuk di atas sofa yang ada ruang keluarga setelah berkeliling melihat rumah baru itu dengan ditemani Miranda.


“Minum dulu neng geulis” ucap Miranda sambil meletakkan segelas perasan jeruk dingin pada Della “siang-siang begini minum yang alami lebih seger neng” Meranda lalu lasehan di karpet.


“Makasih teteh” ucap Della “Alhamdulillah seger, teteh ngapain duduk di bawah?” Tanya Della


“lebih nyaman aja lasehan begini neng” Jawab Miranda dengan senyum manisnya.


“Ohhh...ya...” Della turun dari sofa dan duduk lasehan di sebelah Miranda.


“Neng di atas aja” Miranda tidak ingin Della duduk setara dengannya, dia yang memang sengaja duduk di bawah untuk menghormati Della sebagai majikannya.


“Teteh tidak ingin saya merasakan kenyamanan seperti yang teteh rasakan?” Della menatap Miranda.


“Tidak neng” Sahut Miranda cepat.


Della tersenyum menanggapi jawaban Miranda.


“Sepertinya kamu tidak nyaman saat duduk di sofa denganku, kamu terlalu merendah teteh, tidak ada bedanya aku dan kamu. Bahkan mungkin kamu yang lebih baik dari aku, statusmu jelas sebagai seorang asisten rumah tangga begitu pula apa dengan peranmu tapi aku? aku istri dari majikanmu malah dilema dengan dengan peranannya” batin Della berkata.


“Teteh apa tidak ada orang lain selain suami saya yang datang ke rumah ini?” Dia kembali teringat wanita yang tadi.


“uhmm....” Miranda memutar mimorinya mengigat hal apa saja yang terjadi di rumah itu “ada neng sekitar dua kali seorang wanita ke sini tapi aku tidak tahu siapa dia dan untuk apa dia datang”.


Della dan Miranda larut dalam obrolan hingga waktu sudah menunjukan pukul tiga sore, Della memutuskan untuk melaksanakan sholat ashar.


Setelah berpamitan kepada Miranda, Della menuju lantai dua dan masuk ke dalam kamar yang tadi sia dia mendirikan sholat Ashar.


\*\*\*

__ADS_1


“Teteh.....aku pamit pulang ya....sampai jumpa besok Teh” Della berpamitan pada Miranda saat Adrian telah sampai, sebelumnya Adrian telah menghubungi Della melalui pesan singkat beberapa mrnit yang lalu.


“Assalamualaikum....” Ucap Della sebelum masuk ke dalam mobil dan langsung menurunkan kaca mobil.


“Waalaikumussalam.....Hati-hati nyonya” balas Miranda.


Della menautkan keningnya saat mendengar Miranda kembali menyebutnya dengan sebutan nyonya “Mungkin Teteh Miranda takut Adrian marah ketika mendengarnya memanggil ku dengan sebutan neng” pikir Della, dan benar saja itulah yang Miranda takutkan.


Della Tidak ingin membahas panggilan Miranda yang kembali berubah “Iya teteh....baik-baik ya disini...Insyaallah ketemu lagi” jawab Della sambil tersenyum kearah Miranda.


Mobil mulai bergerak perlahan menuju gerbang rumah itu


“Iya nyonya... dah... ” sahut Miranda sambil melambaikan tangan disertai senyuman.


*****


Malam harinya di kamar Della dan Adrian


“Adrian...kamar siapa yang tadi aku masuki?” tanya Della ketika Adrian berbaring disebelahnya dan merebahkan tubuhnya dalam posisi miring ke arahnya.


“Ka...kamu beeelum tidur?" tanya Adrian terbata-bata. Pria itu kaget saat suara sang istri terdengar padahal dirinya mengira bahwa istrinya itu telah terlelap dan telah terbuai di alam mimpi seperti malam-malam sebelumnya, nasib mujur sepertinya masih nyaman bersama dirinya karena tangan kekar yang biasanya mengelus wajah cantik istrinya dikala sang istri terlelap tidak hampir saja ketahuan.


Itulah kegiatan kecil yang dilakukan Adrian sebelum tidur dan bangun sebelum sang istri terbangun.


“kenapa?” tanya Della yang mendapati Adrian yang sedikit bingung dan mungkin saja gugup.


Adrian menormalkan detak jatungnya dan merubah posisi tidurnya menjadi terlentang


“tidak” jawabnya.

__ADS_1


“Ooohhh...jadi bisa dong jawab pertanyaan ku” Della juga merubah posisi mengikuti Adrian yang memandang langit-langit kamar.


“Pertanyaan apa?”


“Kamar siapa yang aku masuki tadi?” tanya Della


"Apa kamar wanita itu?" tanya Della lagi


"Wanita?" Adrian kembali berbaring miring dengan satu tangan menopang kepalanya agar dapat melihat jelas wajah istrinya.


"Wanita yang kutemui saat baru masuk ke dalam rumah"


"Ohhh.... "


"Ohhh... itukah jawaban dari pertanyaan ku.... benar-benar tidak memuaskan" batin Della berkata.


"Apakah dia pacar mu?" atau salah istri siri mu?" Della geram pada Adrian.


"Jaga ucapanmu...apa menurut mu seseorang yang telah menikah layak memiliki orang lain selain istri atau suaminya hah... dan jangan menyamakan aku seperti mu yang berduaan memiliki orang lain selain aku suamimu"


"Balik lagi kesitu....apa kamu belum melihat cctv juga? hingga masih pada mode tuduhan mu itu.


"Makanya jangan asal kalau ngomong Della... aku tidak punya simpanan atau semacamnya"


"Lalu mengapa ada pakaian wanita di kamar rumah itu? aku juga bertemu wanita selain asisten rumah tangga dan jika dilihat dari penampilannya dia bukan melamar jadi asisten di rumah, Adrian jika kamu mungkin punya pacar sebelum kita menikah atau setelah kita menikah aku tidak apa bahkan tinggal bersama pun tidak apa atau kamu mau menikah lagi tidak masalah bagiku tapi jangan jadikan tuduhan mu sebagai alasan untuk itu.


"Della... aku tidak punya pacar sebelum atau sesudah menikah dengan mu dan untuk menikah lagi" geram Adrian.


"Kalau begitu jawab aku siapa wanita itu?untuk apa dia datang ke rumah? dan kamar siapa yang aku masuk tadi serta itu pakaian punya siapa yang pakai tadi atas izin mu?"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2