Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Drama makan Siang


__ADS_3

"A-aku baik-baik saja, hanya agak pusing" ucapku lalu bangun dibantu Adrian "aku mau balik ke kamar."


"Aku antar" tanpa menunggu persetujuan ku Adrian mengendong ku keluar kamar mandi.


apakah kamu adalah orang yang ditakdirkan untukku? benar-benar jodohku atau hidup dan berstatus istrimu hanya sementara? terbesit rasa ingin memiliki terlebih saat ini aku sedang mengandung anaknya walapun tak dia imginkan, kutatap sendu wajahnya yang hanya berjarak beberapa centi itu.


"Kenapa?" tanya Adrian saat aku menatapnya.


"Kenapa apanya?" bukannya menjawab aku balik bertanya, berpura-pura tidak mengerti.


"Kenapa melihatku seperti itu hum?" membaringkan ku di ranjang secara perlahan "udah mulai suka? atau mulai jatuh cinta?" mendekatkan wajahnya ke wajahku nyaris tak ada jarak.


"Ngapain liatin Kamu?"


"Lah itu tadi ngapain kalau bukan liatin?"


"Aku di gendong kamu secara otomatis arah pandang aku kedepan lah."


"Bohong" bantah Adrian.


"Ge'er... banget sih jadi orang, mending sana mandi bau tahu" mendorong pelan tubuh Adrian.


Mengalah Adrian kembali ke kamar mandi untuk mandi.


............


Siang harinya Della dan Adrian menikmati makan siang di salah satu resto terbaik yang ada di pantai itu.


Dengan seafood sebagai menu utama yang ditawarkan resto tersebut dan nuansa out door yang membuat pengunjung benar-benar menikmati susana pantai.


Melihat gambar aneka olahan seafood yang ada pada daftar menu, tiba-tiba produksi air l**r dalam mulut Della seakan meningkat.

__ADS_1


Dengan sabar Della menunggu Adrian mempersilahkan dirinya untuk memesan menu yang ingin dia makan.


"Dell kamu mau apa atau samain aja?" ini yang Della tunggu dari tadi.


"Mbak kerang tauco cabai hijau, kepiting saos tiram, cumi rica-rica, sayurnya toge cah udang minumnya samain aja sama suami saya." ucap Della cepat.


"Ditunggu ya mas, mbak" ucap waitres sebelum berlalu.


"Dell beneran Kamu pesan sebanyak itu?" tanya Adrian hati-hati.


"Kenapa emangnya? kamu gak ikhlas bayarin? tenang aja aku bisa bayar sendiri." Melipat kedua tanganya di dada.


Tuh kan ini nih yang membuat Adrian hati-hati bertanya


"Bukan gitu Dell aku gak yakin aja kamu bisa habisin gak pesanan kamu itu, setahu aku kamu tuh paling gak bisa buang makanan." jelas Adrian.


"Alasan bilang aja kamu gak bisa bayarin aku, dasar pelit"


"Sombong." cibir Della.


"Hahaha... Della kamu tuh kalau udah kesel lucu ya" Adrian mencubit lembut pipi Della.


"Apa sih Adrian" wajah Della ditekuk membuat Adrian semakin gemas.


Hingga pesanan mereka dihidangkan diatas meja "Permisi mas, mbak silahkan dinikmati makanannya." pelayan resto mempersilahkan Della dan Adrian.


"Makan dulu entar lanjutin bratemnya" Adrian pun mulai makan.


"Dasar suami gila" ucap Della.


"Marah-marah mulu makan dulu biar terisi tanagannya".

__ADS_1


"Bissmillahhirohmanirrohim" ucap Della sebelum memasukan potongan cumi dengan lelehan saos rica-rica yang menggodanya sedari tadi.


"Enak banget ya?" tanya Adrian ketika Della menghabiskan seporsi cumi dalam hitungan Detik dan Della hanya mengganguk.


Nih anak keenakan atau kelaparan? batin Adrian yang kini bingung menatap Della yang sudah beralih ke piring yang berisi kerang sesudah menghabiskan cumi, kepiting dan seporsi toge.


"Ad boleh icip ikan bakarnya" Della menatap Adrian penuh harap.


"boleh dong".


Perut apa gentong batin Adrian.


"Sekalian sama nasinya aku udah kenyang soalnya".


"Nasinya gak deh ikannya aja".


"Udah kenyang?" tanya Adrian "atau pesen lagi?".


"Hah... kamu mau aku gemuk" menatap horor Adrian.


.


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2