
Udah mandi Dell?" tanya Adrian yang baru tiba di kamar.
Iya kak, kamu buruan mandi deh.
Lima belas menit berlalu Adrian telah selesai dari ritual mandinya.
Dell kamu kenapa"tanya Adrian saat mendapati sang istri dalam balutan selimut dengan badan bergetar.
" Apa itu belum cukup jelas, dia kedinginan. Adrian
Shitt... bego di piara. gerutu Adrian pada dirinya sendiri
Tak ada jawaban dari istrinya itu Adrian pun berinisiatif memberikan kehangatan dengan cara memeluknya.
Gimana?" tanya Adrian
Della tidak menjawab ia hanya membalas pelukan hangat Adrian.
Dell aku mencintaimu."
laki-laki itu kembali mengungkapkan kata itu pada sang istri ia hanya ingin memastikan bahwa jika Della tidak mencintainya maka dia tidak perlu berharap dan akan bersabar hingga saat itu datang. Saat dimana Della membalas perasaannya tidak peduli sampai kapan ia akan menanti dan dia benar-benar sudah siap akan kemungkinan terburuk dari jawaban gadis yang ada dalam pelukannya saat ini.
Kak aku juga mencintai mu.
Dan Jangan bertanya kapan itu terjadi karna aku pun tidak tau ." Kata-kata itu sama sekali tidak terfikirkan oleh Adrian namun itu yang ia harapkan.
Mendengar perkataan Della Adrian semakin mengeratkan pelukanya pada sang istri dan mulai menghujani wajahnya dengan kecupan yang lembut.
Makasih... . Ucapnya di sela kecupan yang ia berikan.
Pa Adrian sama Della kok belum turun?" tanya Raeesah pada Riky sang suami.
Ya udah....
mama panggil aja, mereka belum makan tu papa takut mereka kenapa-napa. ujar Riky.
Raeesah pun menuju kamar anaknya untuk memanggil Adrian dan Della untuk makan malam karna mereka belum makan tapi saat tiba di depan pintu dan hendak mengetuk pintu Raeesah terdiam karna mendengar suara Della yang mengerang erang.
"A-Adrian aku gak kuat lagi". ucap Della dalam kamar.
"Sakit... hikss... hikss..."
"Tahan sayang sebentar lagi." ucap Adrian.
"wah...
ini benar-benar hujan yang menguntungkan".
ucap Raeesah pelan lalu pergi menemui suaminya.
Raeesah benar-benar bahagia karna apa yang ia fikirkan selama ini ternyata tidak benar mengigat Adrian anak keduanya itu tidak pernah menjalin hubungan dekat dengan seorang wanita hingga ia pun berencana menjodohkan putra nya itu dengan anak teman nya tapi saat Adrian menelfonya memberitahu tentang pernikahan dengan Della yang mendadak membuat kekhawatiran Raeesah sedikit berkurang ditambah dengan apa yang ia dengar malam ini membuatnya semakin bahagia.
"Ma mana mereka?" tanya Riky
"
"Dikamar lagi brantem pa" jawab Raeesah, senyum pun tak lepas dari wajah nya.
"Ma, anak sama menantu brantem kok mama malah bahagia aneh."
__ADS_1
"Mereka itu lagi brantem enak jadi gak usah khawatir".
"Maksud mama? " Riky dibuat binggung dengan pernyataan istrinya itu.
Raeesah berbisik di telinga sang suami.
:Hahahhaha..... mama ada-ada aja.
Ma papa juga mau dong mencari keuntungan di saat hujan gini".
"Mama mau gak brantem enak sama papa? ." tanya Riky
Raeesah pun mendengus kesal sambil berkata "kalau mau gitu, papa mandi hujan dulu sana biar nanti dapat keuntungan".
kemudian berlalu meninggalkan suaminya sendirian di ruang tamu menuju kamar untuk istirahat.
Tak lama kemudian Riky pun masuk kamar dalam keadaan tubuhnya yang sudah basah kuyup membuat sang istri yang berbaring di tempat tidur mengeritkan keningnya.
"Ehhhh... papa habis ngapain kok basah gini?" tanya Raeesah bingung.
"Ma jangan mendadak amnesia dong papa udah kedinginan nih".
"Ohhh.. Tuhan apa yang terjadi sama suami ku". Raeesah.
"Ma ayo brantem enak". rayu Riky dengan tatapan menggoda.
"Makin tua makin genit aja laki gue". Raeesah
"Ohh... Tuhan kenapa suami ku mendadak bodoh begini". ucap Raeesah sambil menepuk jidatnya.
" Ma......"
..........
"Kenapa belum tidur sayang? " tanya Adrian.
"Aku lapar". jawab Della
Tunggu disini yang, aku akan mengambil makanan untuk mu. Ucap Adrian lalu bagun dan memunguti pakaian nya yang berserakan di lantai dan memakainya.
Aku makan saja di bawah." ucap Della
yakin?" tanya Adrian dan di jawab Della dengan anggukan kepala.
Ya sudah pakai dulu baju mu." ucap Adrian sambil menyodorkan pakaian Della yang sudah ia punggut tadi.
"Kenapa belum dipakai", tanya Adrian karna Della belum juga memakai pakaian nya.
"Berbaliklah jika kau terus melihat ku bagaimana aku bisa memakainya".
"Della sayang aku sudah melihat semua bagian tubuh mu jadi kau tidak usah malu". ucap Adrian. "Atau ada yang aku lewatkan tadi "
imbuh nya sambil menarik selimut yang menyelimuti tubuh Della.
"Kamu duluan nanti aku nyusul."
"Gak".
Mendengar penolakan Adrian Della pun kembali merebahkan tubuhnya ke ranjang berniat melanjutkan tidur nya kembali meski cacing dalam perutnya sudah berdemo tapi ia masih malu memperlihatkan tubuh polos nya pada Adrian.
__ADS_1
"Ya udah kalau kamu gak mau, aku gak makan"
"Dell jangan gitu dong, sesekali nurut aja napa".
"Hei emang tadi aku gak nurut sama semua yang kamu lakuin ke aku,
sampai-sampai semua badanku remuk gini.
Apalagi di daerah kewanitaan ku udah pasti parah banget, aku jadi curiga sebenarnya kamu kehujanan atau mengkonsumsi obat perangsang humm",,,,,,,
udah kayak kesurupan gitu . Della bergidik ngeri saat kembali mengigat kelakuan suami nya tadi.
"Ya udah deh aku nyerah...."ucap Adrian lalu meninggalkan Della.
Setelah kepergian Adrian Della langsung memakai pakaian nya dan perlahan turun dari ranjang dan melangkah pelan-pelan karna merasa sakit yang teramat sangat di pangkal pahanya.
"Udah di bilangin malah ngeyel, punya bini gini amat gak bisa nurut dikit.
Untung cinta". Gumam Adrian saat melihat Della yang menuruni tangga sesekali meringgis.
Laki-laki itu tau bahwa istrinya tengah menahan sakit tapi ia juga tak kuasa melawan kehendak wanitanya itu.
kini Della duduk di kursi samping Adrian sambil menikmati makan malamnya tapi tidak dengan Adrian yang hanya menikmati secangkir teh tawar
"Kamu gak makan kak....?".
"Gak." ucapnya
Ya udah kalau gak mau makan padahal aku mau suapin loh.
"Aku mau kalau disuapin." ucap Adrian
Della pun menyuapi Adrian.
Selesai makan mereka kembali ke kamar, Adrian menggendong Della karna tidak tahan meliahat istri nya itu kesakaitan apalagi itu karna ulahnya.
Della sempat menolak namun ia luluh juga dan menuruti kemauan suaminya.
Sesampainya di kamar Della memutuskan untuk membersihkan diri dan mendirikan solat malam karna waktu sudah menunjukan pukul dua dini hari.
Sebenarnya Della tidak suka makan larut malam tapi karna ulah suaminya yang menguras tenaga dengan terpaksa ia harus makan untuk mengisi energinya yang sudah terkuras.
Sedangkan Adrian memilih memeriksa notifikasi e-mail sambil menunggu Della selesai dari urusan nya di kamar mandi dan bergantian membersikan diri karna Della menolak mandi bersama.
To Be Continued
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1