Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Test Kehamilan


__ADS_3

"Ma.... mama...." teriak Nitha saat masuk "bik mama dimana...?" tanya Nitha pada bik asisten rumah tangga yang membukakan pintu untuknya.


"Mungkin di kamar non" jawab bik Sari sopan.


"Makasih ya bik" Nitha pun berlalu menuju kamar orang tuanya.


...Tok... tok... tok.... mengetuk pintu kamar....


..."Mama.... " panggilnya di depan pintu kamar....


tok.... tok... "rujaknya gak jadi dimakan?" tanya Nitha ketika panggilan nya tidak dibalas oleh sang empunya kamar "mama udah tidur ya ma...?" .


"Udah" suara itu terdengar dari belakang Nitha.


"Hah.... kaget aku pa" dengan memasang wajah terintimidasi dan mengelus dadanya .


"Kamu ngapain di sini Nit? mau bobok sama mama ya? ehhh... udah gedek juga masih mau tidur sama induknya".


"Issshhh.....iya kali emang aku papa yang udah gedek masih aja tidur ditemani mama" senyum mengejek menghiasi bibirnya.


"Jangan salah kamu Nit, kalau papa gak tidur sekamar sama mama kamu gak bakalan jadi".


"Iya sangking jadinya sampai gak inget umur" memutar matanya jengah.


"Ngomong apa kamu Nit?"


Ceklek.... bunyi pintu terbuka.


"Brisik.... Noh kalau mau demo ke kantor DPR jangan di depan kamar mama Nit, ngantuk"


"Papa yang ngajak" tuduh Nitha.


Dasar anak gak ada ahlak 🤣🤣🤣


"Papa" ucapnya kaget, karena suaminya itu sedang dinas di luar kota dan akan pulang dua atau tiga hari lagi tapi ini......

__ADS_1


"Gak usah kaget deh ma...... males aku liat drama mama sama papa" cibirnya.


"Emang dasar gak ada ahlak kamu ya....mama beneran kaget kalau papa udah pulang" melotot pada anaknya "Pa... " kini tatapan itu beralih pada sang suami "ngapain papa pulang?".


"Mama gak seneng papa pulang?".


"Ya seneng lah tapi bukanya seminggu papa dinas....? dan kalau gak salah tiga hari lagi deh baru genap seminggu".


"Rencananya seminggu tapi karena pekerjaan papa sudah papa selesaikan ya udah langsung pulang aja, papa rindu soalnya"


"Ihhh....papa bisa aja deh" ucapnya tersipu lalu memeluk suaminya.


Dan itu membuat jengah pemilik sepasang mata yang kini menyaksikan tingkah kedua orang tuanya yang sudah tidak muda lagi namun masih cantik dan tampan "udah kayak ABG aja, males deh liatnya" ucap Nitha padahal didalam hatinya dia merasa sangat bersyukur karena kedua orang tuanya mampu menjaga keharmonisan rumah tangga hingga saat ini.


Semoga kelak rumah tangga ku bisa seharmonis ini. harap Nitha.


Reno sedikit melepas pelukannya pada tubuh istrinya "Iri bilang bos".


"Hahaha...." seketika tawa kedua orang tua itu pecah.


"Husss... sembarangan ngomong kamu Nit"


"Beneran ma? kita mau punya anak lagi?" tanya Reno dengan binar bahagia, pelukan hangat masih saja dia berikan pada istrinya.


"Gak tahu mama juga gak yakin sih tadi udah coba tespek tapi mama belum lihat hasilnya" Melisa yang tadinya berada di kamar mandi dengan harap-harap cemas akan hasil dari tespek yang dia pakai tapi karena serasa waktu yang dia tunggu bergerak lambat maka dia memutuskan untuk keluar dari kamar mandi dan saat di kamar dia mendengar ada yang ngobrol di depan kamarnya


"Nunggu hasilnya lama mama balik ke kamar tapi pas mama denger suara di depan pintu kamar mama, yah karena penasaran mama langsung buka pintunya Eehhhh...padahal Nitha kirain siapa".


"Ya udah kita lihat sama yuk hasilnya" ajak Reno" jangan lupakan senyum bahagia yang setia menghiasi jawah tampan yang sudah sedikit dihiasi keriput itu.


"Ayo...." balas Ayumi.


"Kalau mama beneran hamil gimana?" Nitha menunduk kecewa.


"Pa...." ucap Ayumi pelan.

__ADS_1


"Mama tenang aja ya" bisik Reno menenagkan istrinya dia tidak yakin kalau istrinya sedang hamil.


"Nitha ayo kita lihat hasilnya sama-sama" Reno meraih tangan anaknya "Papa gak yakin mama kamu hamil" ucapnya untuk menenangkan hati anak gadisnya itu walau dalam hatinya dia begitu berharap istrinya hamil lagi.


"Ayo....." Nitha menarik lembut tangan Reno, Reno yang tertarik juga menarik tangan Ayumi.


Sesampainya di dalam kamar mandi Nitha memandangi kedua orang tuanya secara bergantian.


"Siapa yang mau lihat duluan" tanya Nitha.


"Mama yang ambil dan kita lihat sama-sama ya" ucap Reno.


"Ok.... mama ambil tapi jangan dilihat dulu, buat bundaran tapi matanya ditutup dan nanti dibuka sama-sama saat hitungan ketiga okey...." Nitha menyatukan ibu jari dan telunjuknya membentuk huruf O.


"Oke" balas Reno.


Semoga aja mama gak hamil batin Nitha.


Istriku hamil harap Reno.


Oh... Tuhan aku gak tahu harus berharap seperti apa walau sebenarnya aku sangat ingin mengandung lagi tapi anakku yang keras kepala itu tidak mengiginkan punya adik padahal dia kesepian dirumah tanpa teman, batin Ayumi.


"Satu.... dua.... ti...ga.... " ucap mereka berbarengan.


.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2