
“ Hahaha....Della sepertinya kamu harus membiasakan dirimu untuk terus kecewa karena banyak yang akan kamu dapati dari sikap ku yang akan selalu mengantar mu pada kekecewaan “.Sudut bibir Adrian tertarik dengan pandangan yang masih fokus pada jalanan tanpa menoleh sedikitpun pada Della.
...“ Apa salahku Adrian?" Della meremas bunga yang dipegangnya “ hingga kamu seperti tidak punya hati “. Lanjut Della...
“ Kamu tidak bersalah Dell hanya saja kamu sendiri yang menerobos masuk dalam masalah ini saat aku sudah memberimu celah untuk pergi “
Della menautkan keningnya “ Apa maksudmu?”
“ Kamu ingat kan Dell sesaat sebelum ijab qabul di malam kita dinikahkan?, aku sudah memberimu celah untuk pergi....... ohhh.. salah.... aku ralat bukan celah melainkan aku telah memberimu ruang untuk pergi tapi kamu dengan tegasnya menolak untuk pergi “
“ Katakan pada ku bahwa ternyata kecelakaan yang terjadi pada mu saat itu adalah rekayasa mu agar aku terjebak dalam urusan mu “.
“ Tidak.....Kecelakaan itu bukan bagian dari rencana ku Dell “
Della tertawa getir sebelum menatap Adrian dan berkata “ Bagaimana aku bisa percaya pada mu, Adrian?”
“ Aku berkata jujur Della bahwa kecelakaan itu bukan bagian dari rencana ku “
“ Entahlah”.Della dengan malas menanggapi Adrian.
“ Terserah kamu saja mau percaya atau tidak bukan urusan ku “
Della mengalihkan pandangannya ke jendela mobil dan tersadar bahwa jalan yang dilalui oleh dia dan Adrian bukanlah jalanan yang mengarah ke rumah dimana Adrian dibersarkan karena sebelumnya Adrian tidak memberitahunya bahwa mereka akan ke rumah yang akan dihuni olehnya juga Adrian mulai besok.
“ Hei....ini bukanlah jalan ke rumah “
“ Kata siapa ini bukan jalan ke rumah?”
” aku lah siapa lagi hum.....memangnya ada orang selain aku bersamu di mobil ini ?”. Pekik Della
__ADS_1
“ Diamlah....kamu terlihat khawatir, apa kamu berfikir bahwa aku akan membawa mu ke suatu tempat dan menyiksamu dan membunuhmu disana?”
“ Tidak.....!!!”
“ Baguslah jika kamu tidak punya fikiran sesempit itu......ini jalan ke rumah baru kita kamu tidak usah khawatir”.
“ Tunggu....kamu serius kita akan tinggal berdua disana?”
“ Apa aku pernah bercanda dengan mu?”
“ Tidak “. Jawab Della tegas.
“ Bersiaplah !” Ujar Adrian.
“ Bersiap.” Lirih Della dengan wajah bingung.
“ Bersiaplah untuk memulai kehidupan tanpa ada yang menemani mu Dell “
“ Ayo turun “ Suara Adrian menghentikan lamunan Della
Dan tanpa berbicara sepata kata pun Della bergegas keluar mobil dan mengikuti langkah kaki Adrian yang melangkah menuju sebuah rumah bertingkat dengan desain elegan.
Della memandang takjub dengan bagunan yang dia lihat" Masyaallah..... inikah rumah yang akan aku tempati mulai besok....? " Della bertanya pada dirinya sendiri.
Rumah Della dan Adrian.
" Heiii...mau sampai kapan kamu akan tetap disitu..?" .Teriak Adrian.
__ADS_1
" Sampai habis umur ku.... sampai habis usia.... maukah dirimu jadi teman hidupku.... ". eeehhhh... pertanyaan Adrian gak di jawab malah nyanyi. Della mengabaikan Adrian dengan bersenandung.
"Hentikan telinga ku sakit ". Kata Adrian sambil menutup telinganya.
" Nyari ribut mulu......buruan masuk ". Della melangkah ke arah pintu.
" Apa? " tanya Adrian ketika Della berbalik dengan raut wajah yang sulit ditebak.
" Kunci rumahnya mana?". Tanya Della pada Adrian.
" Buka aja gak di kunci ". Ucap Adrian.
" What....? seriously.....?. Della refleks berkata dengan nada suara yang agak meninggi.
" Heh... biasa aja dong kayak gak pernah dengar aja rumah gak di kunci ". Cibir Adrian.
Della memicingkan ke dua matanya
" Huh... nasib gini amat ya nikah sama orang yang sebelumnya gak di kenal......sama orang...... Astagfirullah Della kamu gak boleh menilai orang lain sesuka mu Dell". Della berkata pada diri sendiri karena Adrian sudah masuk ke dalam rumah.
Dan begitulah Della meskipun jelas sikap Adrian yang nyebelin tapi Della ingin apa yang telah diajarkan oleh kedua orang tuanya Della abaikan hanya dengan tingkah Adrian itu lagian Della juga tidak masalah selagi Adrian tidak menyakiti fisiknya.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh .......". Della mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam rumah, meskipun dia tahu tidak ada orang tapi begitulah Della yang sudah terbiasa masuk ke rumah harus mengucapkan salam terlebih dahulu.
" Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.... ". Della terperanjat saat ada suara seorang wanita yang menjawab salamnya.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung