Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Menyebalkan


__ADS_3

" Iya ". Jawab Adrian.


" Jaga putri ku baik-baik, awas saja kau sampai membuatnya menangis ku pastikan lehermu patah sebelum air mata yang membasahi pipinya mengering ". Azka berbisik pada Adrian.


" Putri? ". Adrian terlihat binggung karena setahunya Ihsan adalah ayah Della mengapa laki-laki paruh baya didekatnya ini mengakui Della adalah putrinya dan Della menyadari hal itu.


" Perkenalkan Adrian ini papa Azkha sahabat umma dan aba, papanya Nadia dan papa Azkha sudah mengangapku dan abang Hendri sebagai anak mereka begitu juga umma dan aba yang mengangap Nadia sebagai anak mereka " Jelas Della.


" Maaf om ". Ucap Adrian.


" Tidak masalah.... tapi ingat apa yang aku ucapkan tadi dan satu hal lagi panggil aku papa sama seperti Della memanggilku ". Tegas Azkha


" Apa yang papa katakan pada Adrian pa? " Tanya Della.


" Tidak nak ini urusan laki-laki, Iya kan Adrian? ". Tanya Azkha sambil tersenyum.


" Iya ". Jawab Adrian pasrah.


" Della selamat ya sayang ", Raeesah memeluk Della penuh sayang kemudian berbisik pada Della " semoga kalian bisa secepatnya memberi mama cucu, sepertinya Adrian juga sudah tidak tahan untuk menjadi seorang ayah hehehehe ".


Della tersipu mendengar ucapan ibu mertuanya, " Makasih ma ". Ujar Della


Setelah Raeesah dan Azkha memberi selamat pada Della dan kedua sahabatnya di susul Aryanti, Nilam, Riky, dan Hendri serta Adrian dan dilanjutkan dengan berfoto.


" Ok, udahin selamatannya kita mau berfoto, sayang kalau moment gini gak diabadikan ". Ucap Nitha.


" Ide bagus ". Timpal mama Nilam.


Setelah selesai berfoto mereka memutuskan untuk makan siang bersama di resto milik papa Azkha sesuai permintaan Azkha.


Dalam perjalanan menuju resto Della yang sedari tadi diam.


_ _ _

__ADS_1


Di toilet resto


" Terimakasih telah hadir hari ini, aku tahu kamu hadir bukan atas keinginan mu sendiri tapi apapun alasannya aku akan tetap berterimakasih dan menggangap kejadian tadi adalah sesuatu yang berarti dalam hidupku walau aku tidak menikmatinya ". Kata Della sambil memandangi wajah Adrian di pantulan cermin.


Adrian melirik sekilas ke arah Della sebelum memutar badannya kemudian duduk di atas wastafel" Akhhh... ternyata kamu cukup jeli dalam melihat sebuah kebohongan "


" Apa kamu kecewa? "


" Tidak "


Della menatap Adrian intens " Katakan pada ku apa yang alasan mu untuk melakukan ini Adrian ".


" Apapun alasanku aku tidak ingin orang lain tahu". Ucap Adrian


" Ketahuilah Adrian saat ini aku masih bisa mengahadapi sikapmu tapi aku tidak menjamin ini akan tetap bertahan "


" Terserah kamu saja jika kamu pergi maka akan lebih mudah ". Ucap Adrian sambil melangkah keluar toilet.


Menyebalkan . Umpat Della.


Mata sembab.....???? hhahha..... kamu pikir semudah itu aku akan mengeluarkan air mata, maaf suamiku sepertinya kamu salah lagi, tidak segampang itu tuan Adrian. Della tersenyum kecut


Sepeninggalan Adrian Della melihat pantulan wajahnya di cermin " Kamu cantik Della tapi kisah rumah tanggamu tidak secantik wajahmu ". Della meregangkan jari tangannya memperhatikan cincin yang di pasang Adrian beberapa waktu lalu " malang sekali kamu Della, andai waktu itu kamu tidak menerima pernikahan itu maka kamu tidak mengalami hal menyedihkan ini, Astagfirullah....... Della sadar ini takdir hidupmu, kamu harus kuat jalanilah yang terjadi saat ini, berserahlah pada-Nya yang berkuasa atas kehidupan mu. Ingat Dell bahwa Tuhan mu tidak akan memberikan cobaan melampaui batas kemampuan hamba-Nya "



Cincin yang diberikan Adrian pada Della setelah selesai bernyanyi.


Setelah menyemangati dirinya Della beranjak keluar dari toilet menuju ruang VIP untuk bergabung bersama keluarga dan sahabatnya untuk makan siang.


" Sial....lagi-lagi aku membuat kesalahan, ternyata yang dinikahi Adrian ketika kecelakaan itu adalah Della....!. Kenapa b****sk itu bisa seberuntung ini? tapi tak apa sepertinya mereka tidak saling menerima ". Ucap seorang pria yang sedari menguping pembicaraan sepasang suami istri itu dari dalam salah satu kamar kecil yang ada di toilet tersebut pria yang juga membuntuti Della hingga ke kampus dan berlanjut sampai di resto tempat Della dan keluarga beserta sahabat-sahabatnya memutuskan untuk makan siang bersama.


" Tunggu ". Teriak pria itu menghentikan langkah Della.

__ADS_1


" Saya???? ". Tanya Della ketika berbalik.


" Iya" jawabnya


" Ada apa? "


" Maaf sepertinya ini punya mu nona ".Pria itu menyodorkan ponsel ke Della.


" Ohhh... Iya ini punya ku. Terima kasih ". Della tersenyum.


" Sama-sama nona ".


" Oh ya aku duluan, sekali lagi terima kasih atas kebaikan anda "


" ku harap kita akan bertemu lagi nona ". Kata pria itu dengan suara sedikit meninggi karena Della sudah sedikit menjauh


" Semoga saja tuan ". balas Della


Aku pernah melihat pria itu, tapi dimana ya...??? Dellla.


Kita akan bertemu lagi Della. Pria itu


Bersambung....


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2