Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Sedekah


__ADS_3

Setelah menyaksikan festival lampion serta ikut menerbangkan lampion. Della dan Adrian memutuskan untuk kembali ke hotel, menelusuri jalan yang hanya boleh dilewati oleh pejalan kaki, sesekali Della minta berhenti di stand yang berada di sepanjang jalan untuk sekedar mencicipi atau menikmati kuliner di daerah itu "Dell, aku jalannya kecepatan ya?" tanya Adrian.


"Biasa aja."


"Tapi kamu keringatan gitu, kayak habis olahraga."


"Cuacanya aja yang panas ditambah habis makan bakso tadi" tangannya meraih jilbab untuk menghapus bulir keringat di wajahnya.


"Anginnya agak kenceng gini kamu kepanasan? aku juga makan bakso tapi gak keringatan kayak kamu, Aneh deh." Adrian tidak ingin makan makanan yang dijual di stand karena selain tidak terbiasa dia juga sebenarnya sudah menyiapkan makan malam romantis.


"Gimana gak panas, aku disuruh pake jaket. cuma ke pantai Adrian bukan ke Mount Tiltis."


"Dibuka aja biar gak gerah." saran Adrian.


"Hmm." Della pun melepas jaketnya"Panas-panas gini makan ice cream, pasti seger" Mata Della berbinar saat melihat sebuah stand ice cream yang tidak jauh dari tempat dia dan Adrian berdiri.


"Gak boleh" cegah Adrian ketika Della melangkah menuju stand.


"Apaan sih Ad, orang kepingin juga."


"Gak boleh makan yang ice saat malam dingin begini Della."


"Aku aja yang makan bukan kamu."


"Lah justru kamu yang makan itu yang jadi masalah, kalau kamu sakit gimana? aku gak bisa merawat kamu. Aku bukan dokter."


"Sepertinya tidak menikmati ice creamnya juga tidak mengapa" batin Della.


"Aku dilarang makan ice cream?" tanya Della memastikan.


"Iya." jawab Adrian


"Kamu gak apa kalau makan ice cream?"

__ADS_1


"Iya." jawab Adrian yang sepertinya belum memahami arah pertanyaan sang istri.


"Yuk." ajak Della sambil merangkul lengan kokoh Adrian menuju stand ice cream.


"Ngapain?" tanya Adrian


"Makan ice cream" wajah Della berbinar membayangkan sensasi ice cream yang memeleh di mulut.


"Kamu dilarang makan ice cream."ucap Adrian mengingatkan.


"Iya aku tahu." timpal Della yang sudah duduk di bangku kayu yang sengaja disiapkan oleh pemilik stand untuk para pembeli.


"Pak ice cream cokelatnya satu ya pak yang jumbo." ucap Della pada si penjual ice cream.


"Iya mbak."


"Della udah aku bilangin gak boleh ya gak boleh" Adrian berusaha menahan gejolak emosi.


"Aku gak boleh makan ice cream kan?" tanya Della yang diangguki Adrian dengan cepat.


"Makasih pak" ucap Della setelah menerima satu cup ice cream berukuran jumbo.


"Nih, makan buat aku" ucap Della sambil meletakkan cup ice cream di tangan Adrian.


"Apa? kamu gak bercanda kan Dell?" tanya Adrian tak percaya.


Mana bisa seseorang makan untuk mengenyangkan atau memenuhi keinginan makan orang lain, ibu hamil mungkin makan buat anak yang dikandungnya.


"Ya kan aku gak boleh makan, ya udah kamu makan buat aku" Della masih tetap pada keinginannya.


"Gak" tolak Adrian.


"Kamu yang makan atau aku yang makan" ucap Della dengan tatapan intimidasinya.

__ADS_1


"Kasihan, mungkin uang mereka gak cukup buat beli dua tapi kenapa gak beli cup kecil aya biar bisa dapat dua? dasar cowoknya gak modal bangat" batin si penjual ice cream "Nih mbak biar gak rebutan" penjual ice cream itu memberikan secup sedang ice cream kepada Della.


"Loh pak."


"Ambil aja mbak, saya ikhlas. Anggap aja itu sedekah dari saya" Penjual itu kembali melayani pembeli.


"Dell"


"Makan Ad?" Della mulai kesal.


"Ok...." ucap Adrian pasrah.


Satu suapan ice cream masuk ke mulut Adrian, sensasi dingin seakan memenuhi rongga mulut nya, Dia bergidik saat dingin itu bukan hanya di mulut tapi juga di tubuhnya.


"Lagi, seger banget tau gak!" seru Della girang. Melihat suaminya makan ice cream ada rasa puas.


Adrian menatap Della dengan tatapan tajam "Lagi ya..!" ucap wanita itu dengan mimik wajah yang dibuat begitu mengemaskan.


Dengan terpaksa Adrian memakan ice cream itu hingga suapan terakhir.


"Nih lagi" Della memberi cup ice cream yang dikasih penjual dengan niat sedekah untuk sepasang suami istri itu.


"What?" Pekik Adrian.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2