Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Della kaget


__ADS_3

" Astagfirullah.....". Pekik Della kaget, lalu mengusap-usap dadanya seraya menenangkan jantung yang berdetak karena kaget.


" Maaf ". Lirih wanita itu.


" Ka....kakak siapa...?". Della dengan terbata-bata bertanya pada wanita yang dia yakin usia wanita itu lebih tua darinya.


" Kakak tinggal disini ....?". Tanya Della memastikan.


" Della.....". Panggil Adrian dari tangga namun Della masih sibuk dengan sekelebat bayangan yang tiba-tiba muncul. " Heh..mata empat cepat kemari ". Teriak Adrian dengan nada suara yang sudah tidak bersahabat.


" Iya sebentar ". Sahut Della


" Kamu istri Adrian....? Tanya wanita itu tanpa menjawab pertanyaan Della.


Ternyata banyak juga orang yang menjawab pertanyaan dengan sebuah pertanyaan. Della


" Kak, aku tinggal dulu nanti kita bicara, suami ku sudah memanggil ku ". Pamit Della pada wanita itu.


Della meninggalkan wanita itu dan menghampiri Adrian dengan langkah cepat.


" Cantik ". Puji wanita itu setelah Della berlalu.


" Iyalah istrinya Adrian pasti cantiklah orang Adrian nya aja tampan gitu, aku aja sampai gak konsen kalau cuma berdua aja sama dia." lanjut wanita itu sambil membayangkan senyum manis Adrian.


" Ada apa.....? ".Tanya Della yang sudah berdiri di ujung tangga sedangkan Adrian berdiri di anak tangga yang ke tiga.


" Naik ". Perintah Adrian.


" Na-naik....? ". Tanya Della memastikan ucapan Adrian.


" Cepat.......". Ucap Adrian


Della segera menaiki satu-per satu anak tangga hingga tiba di lantai dua rumah itu, kemudian Della berbalik menatap Adrian yang berada di sampingnya dan bertanya.


" Ada apa...? ". Tanya Della.

__ADS_1


" Jangan pernah menceritakan masalah rumah tangga kita ke orang yang belum kamu kenal ". Ucap Adrian dengan nada dingin.


Apa......?, inikah yang Adrian fikirkan....?, apa yang menjadi dasar hingga Adrian bisa berfikir bahwa aku akan bercerita tentang masalah rumah tangga kami pada orang yang belum aku kenal, jangankan yang belum aku kenal yang aku kenal saja tidak mungkin aku akan menceritakan keburukan suami ku pada orang lain meski aku pun tidak tahu kamu menganggap ku sebagai siapa mu tapi bagiku kamu tetap suami ku karena pernikahan kita sah dimata agama dan hukum . Della.


… هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ …


“… mereka (istri-istrimu) merupakan pakaian bagimu dan kamu merupakan pakaian bagi mereka …” (QS. al-Baqoroh : 187)


Ayat inilah yang menjadi dasar Della untuk tidak menceritakan sikap Adrian yang seenaknya berucap dan menilai tanpa meneliti lebih jauh sebuah persoalan, seperti tuduhan Adrian pada Della saat kedatangan Andre kakak Adrian sendiri.


" Kamu tidak usah mengkhawatirkan perihal itu karena aku akan selalu mengigat pesan-pesan dari aba dan umma tentang bagaimana sikap seorang istri yang baik" Della membubuhkan senyum di akhir ucapannya.


" Bagus....." balas Adrian seenaknya


Samar-samar terdengar gema suara azan


yang juga sampai ke indra pendengaran Della, Della melihat jarum jam yang menunjukan pukul 12 : 35.


Waktunya sholat dzuhur .Della


" Di kamar yang ada di belakang mu ". Tunjuk Adrian


" Terima kasih......Apakah ada pakaian yang bisa aku pakai jika aku mandi nanti karena sepertinya kebaya yang aku pakai ini sudah penuh peluh ".


" Lihat saja di lemari.... aku pergi dan kamu tunggulah disini hingga aku menjemput mu nanti ". Setelah mengatakan itu Adrian meninggalkan Della.


Dan Della langsung menuju kamar yang ditunjukan Adrian tadi.


Sesampainya di kamar Della menuju ruang ganti untuk menyiapkan pakaian sebelum mandi, perlahan tangan Della membuka pintu lemari seketika Della tertegun dengan isi lemari yang penuh dengan pakaian wanita.


" Pakaian siapa ini....?, apa Adrian pernah dekat dengan seorang gadis....?, atau ini punya kakak itu....? ". Della bertanya pada diri sendiri sambil membayangkan wajah wanita tadi yang ia temui saat baru masuk ke dalam rumah.


Della mengambil sebuah kemeja berwarna mustard dan sebuah celana panjang hitam dan jilbab warna senada dengan kemeja serta pakaian dalam yang sudah tersedia di dalam lemari itu yang membuat Della semakin bingung.


Della meletakan pakaian yang akan ia pakai sehabis nanti di atas meja di samping lemari.

__ADS_1


" Husss.... lebih baik aku segera mandi dan mendirikan sholat ". Della menghentikan imajinasinya dan bergegas ke kamar mandi.


Setelah melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim Della keluar kamar itu dan turun ke lantai bawah.


Tujuan wanita cantik berkacamata ini adalah menemui wanita yang ia temui pertama kali saat baru menginjakkan kaki ke dalam rumah itu.


Della menuju ruang tamu karena dari penampilan wanita itu bukanlah penampilan seorang yang akan menjadi asisten rumah tangga di rumah Adrian.


" Kemana kakak itu pergi....? " Gumam Della saat tiba di ruang tamu tapi tidak mendapati siapapun disana.


Langkah Della membawanya ke ruangan lain di rumah itu, sebuah ruangan dengan desain klasik dilengkapi sofa empuk dengan bunga di sudut ruangan dan sebuah tv disana


" Ini pasti ruang keluarga ". Ucap Della.


Della kembali menelusuri rumah itu selain mencari wanita tadi, Della berniat melihat isi dan letak semua ruangan dalam rumah yang akan ia huni mulai besok.


" Si-siapa kamu....?". Kembali Della dikagetkan dengan seorang wanita yang ada di dalam salah satu kamar di rumah itu.


.


.


.


.


.


.


**Bersambung......


Makasih buat yang mau baca cerita aku ini, maaf ya jika ada yang gak nyambung.


Pemula soalnya mohon dimaklumi.

__ADS_1


😀😀😀**.


__ADS_2