Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Bukan sebuah tuduhan


__ADS_3

detik demi detik berlalu tak terasa bumi telah terselimuti warna kemerahan khas senja,


Della bersandar di pembatas balkon kamar menikmati senja sore itu sesekali wanita itu tersenyum getir mengigat kata-kata suaminya tadi pagi.


"Bukankah sore ini indah, menggapa kamu malah tersenyum seperti itu...?" Tanya Adrian yang entah sejak kapan berdiri di samping kanan Della.


"Sejak kapan kamu disini?".


"Berhentilah menjawab pertanyaan dengan pertanyaan Della, bukankah kamu sendiri tidak suka akan hal itu ?".


"Sepertinya kamu sudah tahu tanpa harus bertanya". Della memandang lurus ke depan.


"Apakah kamu menyesali apa yang telah kamu lakukan bersama kakak ku?" Tanya Adrian diiringi senyum mengejek.


Jika kamu bukan suami ku sudah ku tabok kepalamu. Della


"Tidak, aku tidak menyesali kejadian malam itu aku hanya kecewa pada kata-kata orang yang berada di sampingku yang dia lontarkan tanpa rasa ragu".


"Jika apa yang kamu lakukan tidak seperti yang dia katakan mengapa kamu harus kecewa dan memikirkannya".


"Aku hanya tidak suka dituduh"


Dengan merapatkan gigi-giginya Adrian berkata "Aku tidak menuduhmu Della".


"Berkata tidak sesuai dengan apa yang terjadi apa itu bukan sebuah tuduhan" Della masih tetap memandang lurus ke depan ia enggan berbalik menatap suaminya.


Adrian terdiam mendengar kata-kata istrinya barusan, dalam benaknya ia setuju dengan apa dikatakan Della.


" Aku tidak ingin memaksa mu untuk mempercayai ku jadi aku tidak akan menjelaskannya tapi jika kakak mau tahu yang sebenarnya kakak bisa cek rekaman cctv bukankah alat itu merekam semua yang terjadi di rumah ini...?. Permisi kak aku mau ke dalam".Della pun berlalu meninggalkan suaminya di balkon kamar.

__ADS_1


" Shitt.... sialan.... " umpat Adrian.


Sudah pukul sebelas malam Adrian belum juga pulang, sehabis makan malam tadi ia keluar rumah entah untuk apa Della pun tak bertanya karena sudah pasti tidak akan di jawab oleh Adrian kalaupun dijawab pastilah jawaban yang akan menggoreskan semilu di hati Della seperti tadi ketika Della memanggilnya untuk makan malam, lagi-lagi kata yang meluncur dari mulut Adrian yang tidak mengenakkan hati.


"Adrian ke mana sih udah jam segini juga " Della duduk di sofa memandang cemas kearah jam dinding.


Meskipun aku belum mencintaimu tapi kamu tetap suami sah ku, rasa khawatir itu hadir tanpa aku minta, cepatlah pulang agar aku tenang setidaknya jangan membuat ku merasa bersalah jika terjadi apa-apa dengan mu. Della membatin.


posisi Della saat ini sudah berdiri di samping ranjang sambil meremas piyama bermotif tady bear yang ia kenakan. " ternyata rumit juga yang namanya kehidupan rumah tangga " Della kembali duduk di sofa.


Entah sudah berapa kali Della bolak-balik sofa ke ranjang hingga akhirnya Della tertidur di samping pintu kamar dengan kedua tangannya memeluk kedua kakinya kepalanya bersandar di meja rias.


Pukul satu kurang sepuluh menit Adrian baru pulang ketika membuka pintu kamar, seketika tubuhnya mendadak kaku saat menutup pintu kamar dan mendapati Della yang tidur dalam posisi duduk.


" Della sayang jangan menyiksa dirimu untuk ku " Ucap Adrian sambil pelan-pelan memindahkan tubuh Della ke ranjang dan menyelimutinya.


Setelah selesai memindahkan Della di atas ranjang Adrian pun menuju ruang ganti untuk berganti baju dengan baju tidur.


Pagi harinya Adrian bangun terlebih dahulu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berangkat ke kantor ia ingin menghindari perdebatan dengan Della karna sampai saat ini ucapan Andre masih terngiang-ngiang di kepalanya.


(Dasar Adrian pendendam dan keras kepala).


***


Lima hari berlalu sikap Adrian masih saja seperti itu berangkat kantor sebelum Della bangun dan pulang sesudah Della tidur dan hari ini Della dan Adrian bangun bersamaan, Della menyodorkan undagan wisuda pada Adrian tanpa bicara sepatah katapun.


Adrian menerima kertas itu lalu membuka dan membacanya " Aku tidak akan menghadirinya, berikan saja pada kak Andre dia pasti menghadiri acara wisuda mu ".


Setidaknya aku tidak terlalu tersakiti dengan sikap dan ucapan mu karena aku tidak mencintai mu. Della. " Terimakasih atas solusinya Adrian " Della tersenyum manis.

__ADS_1


"Adrian?"


" Tidak perlu bingung Adrian bukankah kamu sendiri yang memintaku untuk tidak memanggil mu dengan sebutan kakak? jadi aku putuskan untuk memanggil mu seperti panggilan pada seorang teman karena tidak mungkin aku memanggilmu dengan sebutan bapak dengan alasan kamu tidak setua itu ".


" Aku duluan atau kamu yang duluan? "


" Apanya yang duluan? "


" Mandilah apa lagi "


" Enak saja kamu duluan ".Ucap Adrian sebelum berlalu ke kamar mandi.


" sepuluh menit " Teriak Della.


" Enak saja, kamu kira ini kamarmu bisa-bisanya ngatur sang pemilik "


To Be Continued


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2