
Setelah menempuh perjalanan dalam waktu yang cukup lama, sepesang suami istri itu sampai pada tempat yang menjadi tujuan mereka.
Adrian membunyikan klakson mobil di depan gerbang karena orang yang bertugas menjaga gerbang tidak ada di pos satpam.
“Kemana perginya pak Salim?” Adrian terlihat tidak sabar dan kembali membunyikan klakson mobilnya.
“Tunggu sebentar, munkin pak Salim sedang ada urusan” ucap Della yang mulai risih dengan tingkah Adrian yang tidak sabaran.
“Urusan apa yang lebih penting dari tugasnya”
“Tidak tahu....sudah pasti pak Salim punya alasan untuk meninggalkan pos satpam”.
“Jadi kita harus menunggu?” tanya Adrian tidak percaya karena selama ini dia yang ditunggu bukan sebaliknya.
“Ya....karena kita tidak punya pilihan lain” jawab Della santai
Empat menit berlalu akhirnya yang ditunggu terlihat juga dan langsung membuka pintu gerbang karena pak Salim mengenali mobil majikannya.
Setelah memarkirkan mobil Adrian turun dengan raut wajah menakutkan “apa yang kau lakukan sehingga membuat kami menunggu? tanya Adrian menatap tajam pak Salim.
Pak Salim hanya menunduk “Maaf pak”
“Saya bertanya bukan menyuruh anda meminta maaf” bentak Adrian.
“Adrian turunkan suara mu pak Salim lebih tua dari mu” Suara lembut Della mengigatkan Adrian agar sopan pada yang lebih tua.
“Kenapa belum masuk?”.
“Karena aku tahu kamu pasti akan marah” Della meraih tanggan Adrian “Yuk masuk gak baik jangan marah-marah bikin bad mood bayangkan berapa banyak waktu yang akan kamu lewati dengan emosi apa itu akan lebih baik?”
“Tidak aku tidak marah aku hanya bertanya mengapa pak Salim meninggalkan pos satpam sehingga membuat kita menunggu”
“Keterlaluan nhi laki cuma nunggu lima menit kurang aja udah ribet banget” Kata Della dalam hati.
“Pak Salim” Della memberi isyarat untuk pak Salim agar menjawab pertanyaan Adrian.
“Saya tadi ke kamar kecil” jawab pak Salim dengan badan sedikit gemetar.
“Tuh kan sudah aku katakan pak Salim pasti punya alasan”
__ADS_1
“Tidak boleh di ulangi lagi” Adrian langsung masuk ke dalam rumah
“Pak saya tinggal dulu”
“Iya nyonya...sekali lagi maafkan saya sudah membuat nyonya dan tuan menunggu”
“Tidak apa pak....maafkan suami saya juga karena tadi sudah membentak bapak”
“Tuan Adrian tidak salah”
“Dellaaa....” teriak Adrian.
“Pak saya tinggal dulu”
“Iya....”
“Kamu tidak ke kantor?” tanya Della ketika Adrian duduk manis di soga ruang tamu.
“Ti...ahhkkk...lupa kan jadinya hari ini aku ada pertemuan dengan client” Adrian langsung berdiri dan terburu-buru keluar rumah dan menuju mobilnya.
“ Ahhkkk....sial” pria itu ingin balik lagi dengan niat kembali lagi ke dalam rumah.
“Ini....” ucap Della menyerahkan kunci mobil Adrian yang lupa diambilnya.
“Apa yang kamu lakukan?” suara pelan Adrian bertanya takut terdengar oleh pak Salim.
“Menjalankan sandiwara sebagai seorang istri di depan orang lain agar rumah tangganya terlihat baik-baik saja” Della berbisik yang membuat Adrian meremang.
Adrian membalikkan wajahnya dan......
Cup.....
Tinggi Adrian yang melebihi Della membuat bibir Adrian secara tidak sengaja mendarat di kening Della membuat mata Della terbelalak “Menjalankan sandiwara seorang suami yang terlihat romantis” senyum tertarik di sudut bibir Adrian saat tahu reaksi kaget Della.
Della menunduk malu menyembunyikan wajahnya yang sudah kemerahan karena malu saat ekor matanya mendapati pak Salim menyaksikan dirinya dicium oleh Adrian.
Setelah mobil Adrian tidak terlihat lagi Della berlari masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya.
“Duh...malu bangget aku” Della berguling di atas ranjang sambil menutup wajahnya reaksinya seperti baru pertama kali dicium saja atau reaksi gadis remaja yang dicium oleh pacarnya saat baru pertama jadian.
__ADS_1
Sedangkan di dalam mobil Adrian tersenyum puas dia juga tidak menyangka kembali mencium istrinya "Aku merasakannya lagi walaupun dari sebuah kesengajaan".
Terfokus pada jalanan yang mulai ramai Adrian bersiul mood yang sempat tidak baik tadi kembali setelah kesengajaan itu.
"Kecelakaan membawa berkah" ucap Adrian sepertinya hari ini pegawai di kantor akan menikmati senyum sang CEO yang langkah itu.
............
Di depan kamar Della dan Adrian.
Tok...tok...
Terdengar seseorang mengetuk pintu kamar Della dan Adrian “Siapa?”
“Saya neng” Suara Miranda terdengar di balik pintu.
“Teteh...ada apa ya teh?”
“Itu neng ada tamu neng”
“Siapa ya?”
“Tidak tahu namanya neng”
“Ohhh...laki-laki atau perempuan tamunya teh?”
“Laki-laki neng sepertinya sudah pernah kesini sebelumnya".
“Ohhh...mungkin tamunya Adrian” Della menuruni tangga menuju ruang tamu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
**TBC
Makasih**......