Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Festival lampion


__ADS_3

pintu kamar Della dan Adrian terbuka dengan kasar saat Della hampir terlelap.


"Astagfirullah" pekik Della sambil mengelus dadanya "ku mohon jangan lakukan itu lagi" Della menunduk tak ingin melihat Adrian yang nampak berantakan, seketika kembali terlintas kejadian dimana Adrian memaksakan kehendaknya.


"Kamu gak kenapa-napa?" tanya Adrian.


"Ku mohon jangan lagi" ucap Della sesegukan.


Adrian mendekat dan memeluk Della sambil mengelus punggung Della untuk menenangkan "Maaf, membuatmu kaget" ucapnya penuh penyesalan.


"Maaf karena telah membuatmu seperti ini" mengecup lembut puncak kepala Della untuk menenangkan "maafkan aku, sungguh bukan ini yang aku inginkan".


Air mata Della masih deras mengalir membasahi pipinya, kejadian beberapa hari yang lalu membuat kondisi psikisnya sedikit tergangu.


Awal kejadian itu Della sangat takut jika Adrian mendekatinya dan kembali melakukan hal itu lagi. Kini kondisi Della mulai membaik walau masih trauma dengan suara keras atau bentakkan dan tentunya pulihnya kondisi Della karena ditangani oleh psikolog.


"Maaf mengingatkan mu pada kejadian itu" tangan Adrian masih setia mengelus punggung Della.


Beberapa menit berlalu Della pun mulai tenang.


"Aku terlalu bersemangat untuk menggajakmu keluar, ada sesuatu yang ingin kuperlihatkan padamu tapi karena terlalu bersemangat kamu malah seperti ini, tidur lagi ya sekali lagi maaf" Adrian perlahan melepaskan pelukannya agar Della melanjutkan tidurnya.


"Maafkan aku, jika reaksiku berlebihan tapi aku benar-benar kaget Ad" Ucap Della pelan.


"Aku yang salah, ayo lanjutkan lagi tidurmu" Adrian pun berbaring di samping Della dan masih memeluknya memberikan ketenangan.


"Iya" jawab Della singkat.


Hening..... bukan karena keduanya sudah memasuki alam mimpi melainkan sibuk dengan fikiran masing-masing, Della yang tadinya hampir terlelap kini agak sulit untuk kembali ke mode itu apalagi dia tidak nyaman dalam dekapan Adrian karena biasanya Adrian memeluknya saat Della benar-benar sudah tidur berbeda dengan Adrian yang nampak kecewa karena apa yang sudah dia siapkan beberapa jam yang lalu kini harus hancur karena ulahnya sendiri.


"Kamu sudah tidur?" tanya Della.

__ADS_1


"Ada apa? apa kamu membutuhkan sesuatu?"


"Aku sudah tidak bisa tidur lagi" cicit Della.


"Kamu mau keluar bersamaku?" Adrian sedikit lega karena sepertinya apa yang dia siapkan untuk beberapa waktu lalu tidak akan sia-sia.


"Kemana?" tanya Della.


"Kepantai, ada yang ingin aku tunjukankkan padamu" jelas Adrian.


"Baiklah" Della bangun dari ranjang.


"Pakai ini" Adrian menyodorkan sebuah jaket agar Della tidak kedinginan saat dipantai nanti "agar tidak kedinginan" ucap Adrian saat Della masih binggung melihat jaket ditangannya Adrian.


"Baiklah" ucap Della sambil memakai jaket tersebut "kepanasan disuruh pakai jaket" ucap Della dalam hati.


Tak butuh waktu lama untuk sampai di pantai karena hotel yang ditempanti oleh sepasang suami istri itu tidaklah jauh hanya butuh waktu lima belas menit perjalanan kaki keduanya sudah sampai di tepi pantai. Suasana pantai malam ini cukup ramai dari malam-malam sebelumnya, sepertinya malam ini ada sebuah perayaan tapi entah apa Della pun tidak tahu.


Sejak kejadian itu, Adrian yang takut ketahuan orang tuanya ketika sewaktu-waktu berkunjung ke rumahnya. Dia memutuskan untuk mengajak Della jalan-jalan seperti usulan Rika untuk membantu memulihkan kondisi psikis Della dengan mengajaknya ke tempat-tempat yang mendatangkan kedamaian, dengan honeymoon sebagai alasan untuk orang tuanya juga orang tua Della berbeda dengan alasan yang dia berikan pada Della yaitu ingin liburan seraya mengistirahatkan diri karena terlalu banyak bekerja.


"Lampion?" tanya Della ketika melihat Adrian membawa dua buah lampin di tangannya.


"Iya lampion, malam ini akan ada festival lampion yang diadakan di pantai ini" jelas Adrian.


"Ohhh..."


"Kamu gak suka?" tanya Adrian saat respon Della biasa saja.


"Suka" jawab Della.


"Beneran"

__ADS_1


"Iya bener, suasananya romantis" ucap Della sambil mengambil lampion dari tangan kiri Adrian.


Festival pun dimulai. Suasana pelepasan lampion sangat romantis, karena di sini wisatawan bisa melihat lampion yang terbang di atas pantai yang luas beratapkan langit gelap dan gemerlap bintang.


"Dell... " ucap Adrian pelan.


"Hmmm" jawab Della yang tidak mengalihkan pendangannya dari lampion yang berterbangan.


"Aku pernah menginginkan menyaksikan peristiwa romantis ini bersama orang yang aku sayang, dan Tuhan mengabulkan itu" Adrian membawa Della ke dekapan hangat miliknya.


"Benarkah?".


"Hmm... dan itu bersamamu, terima kasih".


"Terima kasih juga telah mengajakku menikmati suasana seindah ini". ucap Della seraya tersenyum manis.


"Syukurlah kalau kamu suka" Adrian mengecup singkat puncak kepala Della "aww..." ringgisnya saat kulit tangannya terasa perih.


"Ini tempat umum" ucap Della saat Adrian hendak protes.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2