Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Endometrium?????


__ADS_3

Wajah tanpan Adrian masih terlihat khawatir, pria itu masih tetap melajukan mobil mewah miliknya menerobos jalanan yang ramai menuju rumah sakit terdekat.


Tak butuh waktu lama ia pun menghentikan mobil itu di depan sebuah rumah sakit yang cukup besar.


Laki-laki itu pun bergegas menggendong tubuh sang istri.


"Kak aku tidak apa-apa tidak ada yang serius"....! Renggek Della.


Tapi tetap saja Adrian tidak menggubris renggekan istrinya, karena rasa takut kehilangan begitu memenuhi ruang dalam otaknya.


Ia sangat takut terjadi apa-apa pada wanita yang ia cintai, meski rasa itu baru hadir saat ijab qobul dan ia baru menyadari saat keusilan nya pada sang istri dan ingatan tentang kejadian tiga tahun lalu membuatnya benar-benar takut kehilangan.


"Sus tolong istri saya". Teriak nya.


Perawat yang melihat kepanikan di wajah pria itu membuat nya ikut panik ketika matanya sekilas melihat wanita dalam gendongan pria itu meringgis seperti sedang kesakitan.


Letakkan disini pak." Ucap perawat tersebut menunjuk sebuah bed Hospital.


Kini Della sudah berada di ruang ICU dan sedang di tangani dokter.


Sedangkan Adrian dengan perasaan cemas menunggu di depan ruangan yang di dalamnya ada Della, kecemasan itu bertambah dua kali lipat saat teringat olehnya ancaman atau peringatan dari sang ibu waktu ia pulang bersama Della dalam keadaan basah kuyup dan sudah pasti ia akan mendapat amukan sang ibu ketika tahu Della terluka ketika sedang berdua dengan nya.


****, bodoh, ahhhhkk.... ..


"Adrian begitu frustasi sesekali tangannya yang mengepal mendarat di tembok rumah sakit.


"Dok maafkan suami saya, dia sangat khawatir saat melihat darah di rok saya". Ucap Della.


"Loh memangnya ibu tidak memberi tahu suami ibu.....???".Tanya sang dokter sambil menusap keringat yang ada di pelipisnya karna sedikit berlari menuju ruangan itu.


"Saya sudah memberi tahunya dok. Tapi begitulah mungkin dia panik karna tadi saya sempat jatuh dan mungkin itu hal yang mendasari kepanikan suami saya dok". Jelas Della.


Baiklah,,,,,,,.Ucap dokter itu seraya tersenyum.


"Sus, panggil suami ibu ini. Pinta dokter itu pada perawat yang mendampingi nya.


" Baik dok" Jawab perawat tersebut lalu melangkah ke arah pintu ruangan itu.


Adrian langsung menoleh ke arah pintu saat mendengar suara pintu terbuka dan muncullah perawat dari balik pintu itu.


"Sus bagaimana kondisi istri saya" Tanya Adrian, perasaan cemas masih menyelimuti nya.


Tanpa menjawab pertanyaan Adrian perawat tersebut tersenyum sambil berkata. "Silahkan masuk pak, dokter sedang menunggu anda".


Tidak ingin membuang waktu pada sesuatu yang tidak menghilangkan kecemasanya.

__ADS_1


Adrian pun bergegas masuk.


" Baiklah sus....."Ucapnya


" Sayang kamu gak papa kan, apa masih sakit...????" tanya Adrian masih dalam keadaan cemas.


Adrian itu meraih tangan Della dan mengecup punggung tangan Della dengan lembut.


Della menggeleng, pertanda ia tidak kenapa-napa.


"Nih laki bener-bener gak tahu tempat. Udah bikin malu dengan tingkah nya yang over posesif. Sumpah pasti diketawain habis-habisan sama dokter dan juga perawat ini secara cuma mentruasi doang pake diantar ke rumah sakit segala.


Tapi segitu khawatirnya Adrian sama aku padahal belum tentu aku juga khawatir seperti ini jika terjadi sesuatu sama dia. Della


Merasa tidak puas dengan jawaban Della yang cuma berupa gelengan kepala membuat Adrian menatap dokter kemudian bertanya.


"Dok apa yang terjadi pada istri saya.....????


bagaimana komdisinya.....???"


"Mendengar pertanyaan laki-laki itu membuat dokter tersebut tersenyum simpul.


Istri bapak hanya mengalami mentruasi_ _ _ _ _ _ _ _ _ _


"Iya saya tahu dok, tadi juga sudah dikatakan oleh istri saya" . Adrian memotong penjelasan dokter yang baru saja akan menghapus kecemasan nya.


Adrian mengerutkan keningnya. Ia tidak mengerti Mengapa dokter bisa setenang itu padahal sudah sangat jelas terlihat darah di rok putih yang dikenakan Della bahkan sesekali Dila meringis seperti menahan sakit.


menyadari ketidak mengertian Adrian dokter pun melanjutkan penjelasannya.


"Begini pak istri Bapak hanya mengalami menstruasi dan menstruasi adalah proses keluarnya darah dari v*****a hal ini terjadi diakibatkan siklus bulanan yang dialami pada tubuh wanita dewasa.


Menstruasi terjadi ketika lapisan endometrium yang menebal luruh akibat tidak terjadinya pembuahan pada sel telur.


"Endometrium........??????. Adrian


"Endometrium itu apa sih dok.....????? "Tanya Adrian ia memang tidak mengetahui pasti tentang kata itu meski ia pernah mendengar kata tersebut saat masih SMA.


Sementara Della mengusap wajahnya kasar.


"Endometrium adalah lapisan terdalam pada rahim dan tempatnya menempelnya ovum atu sel telur yang telah dibuahi.


Diperlukan waktu sekitar 4-5 hari setelah pembuahan. Di dalam lapisan Endometrium terdapat pembuluh darah yang berguna untuk menyalurkan zat makanan ke lapisan ini. pembuluh darah ini akan luruh dan menyebabkan terjadinya menstruasi seperti yang dialami istri bapak karena tidak terjadi pembuahan ovum oleh sel s****a. Saat ovum atau sel telur dibuahi atau yang dalam dunia kesehatan biasa disebut fertilisasi menempel di lapisan endometrium atau implantasi, maka ovum atau sel telur  akan terhubung dengan badan induk dengan plasenta yang berhubung dengan tali pusat pada bayi. Jelas dokter panjang lebar.


Jadi hal ini wajar dok...? "Tanya Adrian yang kini mengerti akan kondisi Della dan perlahan kecemasannya memudar.

__ADS_1


" Iya pak"


"Maaf dok saya hanya khawatir soalnya darah di rok istri saya terlihat ketika dia jatuh dan semakin banyak dan semakin jelas terlihat bahkan juga membekas di tempat duduk mobil.


Saya mengira ia terluka saat jatuh tadi dok karna terjadi di saat yang bersamaan. Saya harap dokter memaklumi itu ". Ucap Adrian


"Saya memahaminya, tapi lain kali dengarkan ucapan istri bapak ya"


"Iya dok, maaf juga sudah membuat dokter dan suster panik" Ucap Adrian menatap dokter dan perawat tersebut secara bergantian.


" Tidak apa pak ,kalau begitu saya tinggal dulu" Pamit dokter tersebut lalu melangkah keluar disusul perawat di belakangnya.


Sepeninggalan dokter dan perawat tersebut Della menatap horor Adrian sementara yang di tatap hanya tersenyum.


" Maaf aku cuma khawatir ". Ucap Adrian memelas.


" Udah tahu tanpa kamu kasih tahu ". Ucap Della ketus.


" Ya kan aka gak tahu Dell" .


" Ya kalau gak tahu dengarin bukanya aku udah bilang kalau aku cuma mentruasi.....?"


" Iya aku dengar Dell cuma aku gak tahu mentruasi itu apa ".


" Apa.....?" Della terbelalak mendengar pengakuan Adrian.


"Oh Tuhan salah aku juga gak jelasin ke dia serinci-rincinya. Della.


"Emang aku gak tahu, kamu juga sih gak jelasin, gini jadinya ".


Ketidak stabilan hormon dalam diri Della akibat mentruasi membuatnya tersinggung dengan ucapan suaminya.


"Ohhh....jadi kamu nyalahin aku hah....???? " Tanya Della sinis.


To Be Continued


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2