Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Sepertinya kita pernah bertemu


__ADS_3

"Della bakalan kagen umma", gadis itu memeluk Aryanti entah ini sudah yang keberapa.


"Sudah sayang kan nanti sering ke sini, bujuk Adrian." Ihsan dan Aryanti pun semakin yakin bahwa Adrian laki-laki baik.


***


"Assalamualaikum......"Ucap Della dan Adrian ketika sudah sampai di kediaman Adrian dan keluarga yang langsung disambut dengan riang oleh Raeesah dan Riky.


"Waalaikumussalam..... " Sini sayang mama sama papa udah nungguin loh dari tadi. ujar Raeesah memeluk Della dengan penuh sayang.


Mimpi apa Della sampai nyangkut di rumah segede ini bahkan diperlakukan selembut ini sama mertua. Della


***


"Ma Della pasti capek biarin dia istirahat dulu." pinta Adrian".


Raeesah berfikir ada benarnya juga karna sejak sampai mereka makan siang bersama dan kini mengajak ngobrol mantunya.


"Ya udah sayang kamu istirahat ya nanti kita lanjutin lagi." Della menganguk karna apa yang diucapkan Adrian memang benar perjalanan yang cukup jauh membuatnya lelah dan ingin meluruskan pinggangnya karna dari masuk ke mobil sampai ke rumah mewah itu ia hanya duduk berdiripun hanya sebentar saat ia meminta berhenti untuk solat zuhur, keluar dari mobil saat sampai dan berakhir di sofa di ruang keluarga.


"Astagfirullah banyak amat....." Della membulatkan matanya saat melihat panggilan tak terjawab di ponselnya dari ibu dan juga abangnya. Ia lupa mengabari mereka kalau sudah tiba di tempat tujuan.


Drett... drett....


Umma : "Assalamualaikum nak apakah kamu baik-baik saja? apakah kamu sudah sampai? kenapa tidak menjawab telpon dari umma?😧".


Della : "Waalaikumussalam Umma maafin Della udah bikin kalian khawatir. Della udah sampai kok dengan selamat tanpa kurang suatu apapun, Della lupa ngabarin umma soalnya ponsel Della dalam tas dan Della silent saat solat zuhur tadi jadinya gak tau kalau umma nelpon. Maaf ya umma".


Umma :" Iya sayang gak papa yang penting kamu sama Adrian selamat sayang. baik-baik ya disana dan ingat selalu pesan umma dan aba".


Della :" Iya umma siap".


Umma : "ya sudah, kamu istirahat ya umma tau kamu pasti capek habis melakukan perjalanan jauh".


Della : "Ok, Della istirahat dulu. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh".


Ummah : "Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh nak".


Setelah menutup telpon Della langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.


.


.


.


Malam harinya selesai makan malam Della kembali ke kamar dia merebahkan tubuhnya di ranjang king zize yang ada di kamar itu untuk menghilangkan rasa lelah karna perjalanan tadi siang sementara Adrian masih berbincang dengan Riky ayahnya di ruang kerja entah apa yang menjadi bahan perbincangan malam itu Della pun tidak tau tapi dia bersyukur karna penggangu tidurnya mungkin akan masuk setelah Della terlelap.


"Ahhhh..... nyaman sekali". ucap Della sambil merentangkan kedua tangan nya mengusap lembut seprei.

__ADS_1


"A-Adrian...."ucap Della terbata-bata karna kaget dengan kedatangan suaminya yang langsung menindihnya saat itu ia sudah hampir terlelap.


"Hmmm....."


" Berat aku gak bisa napas." Adrian mengeserkan tubuhnya ke samping istrinya.


"Dell aku mau...."belum selesai Adrian menyelesaikan ucapannya.


"mau apa? jangan macem-macem deh". seolah tau dengan apa yang Adrian inginkan.


"hahhaha...." Adrian terbahak, laki-laki itu tau apa yang sedang dipikirkan Della.


"gak usah mikir yang engak-gak Dell. Aku gak akan melakukanya sekarang, lagian kalau aku mau gak usah izin dulu itu kan hak aku apa kamu lupa kan kamu sendiri yang bilang." Dalam diam Della membenarkan apa yang diucapkan Adrian.


Ehhhh tapi gimana aku gak mikir coba kamu dateng-dateng langsung nimplung aja di atas. semua orang jika digituin juga pasti mikirnya kesono mang ujang. Della


"Ya udah emang kamu mau apa?" tanya Della.


Adrian ingin menjaili istrinya ia mendekatkan wajahnya ke wajah Della dengan tanggan mengusap lembut bibir ranum gadis itu.


Gini nih kalau dibiarin. Stop Adrian I can't be in this condition. please stop it. Della.


"Hahaha..... jadi orang gak percayaan banget sih. ucap Adrian sambil mencubit pelan pipi Della dengan gemas, aku cuma mau nanya kamu kesehariannya apa?"


"Kuliah kak udah selesai sih tinggal nunggu wisuda aja". jawabnya .


"Kedokteran kak di Universitas P******n dengan beasiswa".


"Hebat dong, mau gak kuliah S2 di L***n?" tanya Adrian".


"Udah ah kak jangan ngawur tidur gih aku udah ngantuk".ujar Della ia tidak menganggap serius ucapan Adrian.


"Baiklah". ucap Adrian lalu mengecup kening Della.


Makasih aku tau kau melakukanya untuk memberiku kenyamanan bukan karna kamu mencintaiku. tapi kok semakin ke sini aku merasa sepertinya kita pernah bertemu, Della.


Selesai solat subuh Della turun menuju dapur niatnya untuk membatu menyiapkan sarapan walaupun tidak terbiasa karna dirumahnya Della juga tidak diizinkan oleh Aryanti entah apa alasannya Della pun tidak tau dan ada banyak ART yang pasti sudah menyiapkan tapi ia merasa tidak enak.


"Lah kok disini nak?" tanya Raeesah yang mendapati Della yang sedang menata makanan di meja makan. "Lain kali gak usah repot-repot, Bi inem juga ngapain bolehin mantu ku?" tambahnya pada salah satu ART yang berdiri di samping Della.


"Gak repot kok ma, Della cuma mau bantu aja, Kan Della juga gak nga-ngapain jadi gak repot".


Raeesah pun memaklumi karna ia yakin kalau ART nya juga sudah mengingatkan sang menantu dan ia juga tau Della pasti merasa tidak enak jika cuma di kamar.


Gak salah lagi dia kiriman Tuhan buat anak ku yang baik. Raeesah.


"Ya udah mama biarin deh tapi kalau capek atau gak sempet gak usah bantu ya". pinta Raeesah.


"Iya mah, kalau gitu aku bangunin Adrian Dulu ma tadi habis subuh tidur lagi dia". ucap Della

__ADS_1


"iya sayang". ucap Raeesah sambil tersenyum.


"Mau kemana kamu? " tanya Adrian pada Della yang kini sudah rapi. Laki-laki itu sengaja menunggu Della dan akan turun berdua untuk sarapan bersama.


"Eehhh kok belum turun kak? " tanya Della sambil meraih ransel miliknya.


"kalau ditanya jawab dulu baru balik nanya Dell bukanya kamu juga gak suka pas kamu nanya aku balik nanya juga".


"Hehhehe... maaf kak soalnya kaget aja pas liat kamu masih di sini".


"Ya udah jawab aku kamu mau kemana humm".


"Kampus kak maaf semalam gak ngasih tau lupa soalnya".


"Aku antar".


"Ja-jangan kak". Della mulai khawatir jika diantar Adrian pasti teman-temanya bakal tau kalau dia sudah menikah atau bahkan salah paham gadis juga takut jika sahabat-sahabat nya marah karna pada saat menikah ia tidak mengabari mereka bahkan tidak membalas chat di grup Wa.


Seolah mengetahui kekhawatiran sang istri Adrian pun bertanya.


"Kenapa hum?"


Della pun menjelaskan apa yang ia takut kan.


"Gak usah takut entar aku yang ngomong sama mereka sekalian kenalan sama sahabat-sahabat kamu itu".


"Tapi kak".


"Gak ada tapi tapian kalau gak mau aku antar kamu gak boleh pergi". tegas Adrian.


"Baiklah. ucap Della pasrah dengan keputusan suaminya.


To Be Continued


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2