Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Rencana


__ADS_3

" Ehhh... Della kamu kesini pakai ini? ". Tanya Nadia sambil menunjuk sepeda motor Della.


" Ya....!!! " Jawab Della disertai senyum untuk menutupi kekecewaan akan sikap Adrian.


" Gak diantar suami? " Tanya Nitha.


" Gak. Lagi sibuk dia " Jawab Della.


" Hahahaha udah nikah tapi sama aja kayak kita yang jomlo ".Ledek Nadia.


" Terserah apa kata kamu ". Della pura-pura cemberut , inilah yang ia rindukan lima hari belakanggan ini, mulut yang tidak mau diam saat bertemu itulah yang mampu menggusir rasa jenuh Della.


" Umma". Nadia berlari menghampiri Aryanti yang baru saja turun dari mobil.


Melihat itu Della dan Nitha bergegas menghampiri Aryanti yang disebelahnya sudah ada Hendri kakak Della.


" Hay sayang makin cantik aja ". Puji Ariyanti.


" Assalamualaikum... Umma.. Abang...". Ucap Della lalu meraih tangan Aryanti dan Hendri lalu menciumnya secara bergantian diikuti oleh Nitha yang meraih dan mencium punggung tangan Aryanti tapi tidak dengan Hendri karna Nitha tahu Hendri pasti menolak dengan mengatup kedua tangannya.


" Langsung masuk aja yuk " ajak Hendri.


" Iya langsung masuk aja umma di dalam udah ada mama sama papa aku. Ucap Nadia.


Mama Nadia adalah sahabat Aryanti dari SMA hingga kuliah hingga kedekatan mereka juga sudah seperti saudara.


" Kalau begitu tunggu apa lagi ". Aryanti merangkul tangan Nadia.


" Umma.... mah gitu kalau udah ketemu Nadia aku pasti dicuekin ". Bisik Della pada Nitha.


" Della kamu sama Nitha juga sini dong biar kedalam sama-sama ". Ucap Ariyanti.


" Gak ma, aku sama Nitha gak mau gangu kedekatan anak sama ibu yang baru ketemu ".


" Della gak usah cemburu entar juga kalau ketemu mama kamu juga bakalan nempel kayak gini ".

__ADS_1


" Ya aku tahu itu jadi aku persilahkan kamu bawa saja umma ".


" Della sayang itu bukannya mertua kamu...? " Aryanti menunjuk Raeesah.


" Iya itu mama....!!! " Jawab Della


" Samperin sayang ". Sekilas Aryanti melihat keraguan di mata anaknya.


Tanpa membantah Della langsung menghampiri Raeesah, " Mama !!!"


" hai sayang kamu cantik banget hari ini, Adrian pasti pangling liat kamu". Raeesah memandang Della dengan penuh kekaguman


" Kamu tidak seneng mama dateng? ". Tanya Raeesah ketika raut wajah Della mendadak muram, Della menggelengkan kepala.


" Mama sendirian? " Tanya Della mengalihkan pembicaraan.


" Gak kok mama dateng sama papa karna papa adalah salah satu pemilik saham di kampus ini jadi papa diundang untuk menghadiri ini " Jelas Raeesah.


" Ohhh... gitu...!!! ".


" Bu Raeesah bagaimana kabarnya ...?". Tanya Aryanti sembari menjabat tangan Raeesah.


" Alhamdulillah sehat "


" Masuk yuk seperti acaranya akan segera dimulai ". Ajak Riky " Della selamat ya Nak " tambah Riky sambil mengelus kepala Della ketika Della mencium punggung tangannya.


" Makasih pa ". Ucap Della disertai senyum terbaiknya.


Della sangat bersyukur ada orang lain selain keluarganya yang menyayangginya, walaupun sikap Adrian yang masih plin-plan setidaknya Della punya alasan untuk tetap bertahan di rumah keluarga Adrian sebagai menantu di rumah itu.


Tidak jauh dari itu sepesang mata milik orang yang dari tadi mengikuti Della masih setia hingga saat sampai pada kejadian Della mencium punggung tangan Riky ayah Adrian membuat tanda tanya di benak pria itu.


" Sepertinya ada yang dilewatkan oleh orang-orang suruhanku sehingga ada hal yang tidak aku ketahui " Ucap pria itu dengan pandangan yang masih setia ke arah Della.


" Siapa kamu sebenarnya hingga bisa sedekat itu dengan orang tua dari orang yang paling aku benci dan yang paling ingin aku hancurkan tanpa belas kasih ".

__ADS_1


Di Gedung A Three Corporation.


Tok... tok... tok...


" Selamat pagi pak ".


" Apa yang ingin kau katakan? aku harap tidak akan mengecewakan ku Al "


" Of course apa yang anda minta sudah saya kerjakan ". Jawabnya dengan penuh percaya diri.


" Terimakasih... kau memang selalu bisa diandalkan ".


" Pastinya....!!! "


" Katakan kapan saya harus berangkat? "


" Kurang lebih setengah jam lagi "


" Baiklah sekarang kau boleh keluar "


" Baik pak... Saya permisi duku".


" Tunggu Al... ku peringatkan kau sekali lagi jangan panggil aku pak dan ketika kita sedang berdua seperti ini jangalah formal seperti tadi !!!! "


" Baiklah... Ya sudah kalau begitu gue tinggal ya entar kalau lo perlu lagi lo tinggal telpon aja kayak biasa , jangan malah nyamperin gue kayak tadi "


Semoga aja rencana ku berhasil, maafkan aku yang sudah menoreh luka di hatimu my darling.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To Be Continued


__ADS_2