Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Anak


__ADS_3

" Pertanda bentar lagi punya cucu nih ". Azkha berbisik pada Riky yang duduk tepat di kursi sebelahnya.


" Kalau udah saling menerima kapan dong kami dikasih cucu ". Della tersedak mendengar ucapan Nilam yang asal ceplos .


" Uhukuhukkk ".


" Uhukuhukkk ".


" Anak...... ".Tanya Della pada dirinya sendiri


" Ma di saring dulu ngomong nya ". Nadia memasang wajah cemberutnya.


" Minum dulu, lain kali pelan-pelan aja makannya ". Adrian membelai lembut punggung Della


" Bener juga kata mama Nilam, Dell kapan kami dikasih cucu ".Tambah Raeesah


Della memainkan kuku jarinya di bawah meja, " Ahhhkkk.... Apa yang harus aku katakan...?, jawaban apa yang pas untuk pertanyaan seperti ini...?, Mama aku tidak akan hamil dalam kondisi rumah tangga ku yang masih belum berbentuk. Aku fikir Adrian sudah mulai menerima ku dan aku juga sudah belajar mencintainya tapi entah mengapa dia berubah bahkan aku tidak tahu apa yang menyebabkan dia berubah padahal sebelumnya dia begitu baik". Della


Della tersentak saat Adrian memeras lembut pergelangan tangannya dan menoleh pada Adrian yang sedang tersenyum,


" Aku sama Della gak tahu pasti, kapan kami di kasih kepercayaan sebagai orang tua, yang pasti saat ini aku sama Della akan tetap berusaha dan kami juga butuh do'a dari kalian ".


Kerisauan yang tiba-tiba muncul di raut wajah Della tadi saat ditanya kapan punya momongan disalah artikan sama Riky dan Azkha.


" Do'a itu pasti tapi menurut papa sih gak usah buru-buru, kalian juga nikahnya belum lama nikmati saja dulu waktu berduanya". Ucap Azhka.

__ADS_1


" Iya betul kata Papa Azkha kalian nikahnya juga belum lama bahkan ada loh Dell yang nikah udah 10 tahun belum juga dikarunia anak jadi gak usah difikirkan ". timpal Aryanti


" Papa Azkha sama papa Riky kok gak nyambung gini ya,,,," Della.


Sedangkan para singlelillah sudah mulai risih apalagi Nadia yang akhirnya buka suara


" Maaf nih ya bapak-bapak sama ibu-ibu yang ngebet punya cucu. Udah ya gak usah ngomong itu di sini, soalnya kami para singlelillah mulai gak nyaman sama pembicaraan kalian ".


" Nah itu Nad yang pingin gue bilang dari tadi " Nitha bergumam.


" Yeh,,,, gitu doang, kayak ABG labil aja ". Sahut Hendri.


" Abang ngapain sih nyambar aja, bisa gak sih biarin adik mu yang cantik ini menyampaikan sedikit unek-uneknya ".


" Kambuh lagi nih penyakit anehnya Nadia kalau udah sama abang Hendri debat plus kepedean akut. Ya Tuhan lindungi aku dari penyakit seperti itu Tuhan ". Nitha


" Narsis ", cibir Hendri


" Bang kapan abang nyadar kalau adik abang ini cantik ". Ucap Nadia penuh percaya diri.


Nadia benaran cantik tapi begitulah Hendri jika sudah bertemu pasti saja ada yang diperdebatkan. Riky dan Raeesah tampak bingung dengan tingkah Nadia dan Hendri sedangkan Azkha, Nilam, Aryanti, Nitha dan Della sudah terbiasa dengan hal itu.


" Ya Tuhan Nad, kamu tuh gak cantik, narsis lagi. Nyadar dong Nadia." Hardik Hendri.


" Abang mah nyebelin tau gak...?. Jujur itu harus tapi bisa gak kali boong dikit...? " Nadia memayunkan bibirnya.

__ADS_1


" Iya gak bisa karena kamu nyeselin"....." sekaligus nyenengin Nad". Untuk kata ini Hendri lebih memilih mengatakan dalam hati.


Sepertinya ada rasa tersendiri yang Hendri rasakan pada orang yang sudah di anggap adik olehnya, semacam suka mungkin.


percakapan terus berlanjut hingga mereka selesai dengan acara makan siang bersama dan satu per satu mereka mulai meninggalkan resto tersebut begitu juga Della dan Adrian, tetapi tidak langsung pulang ke rumah Adrian di besar melainkan ke rumah yang akan dihuni Adrian dan Della mulai besok.


Dalam perjalanan Adrian fokus pada jalanan yang ramai oleh lalu lalang kendaraan karena siang hari sementara Della sedari tadi sibuk dengan pemikirannya.


" Adrian apa maksudmu mempermainkan aku seperti ini, kadang aku berfikir bahwa aku mulai berarti dalam hidup mu dari tingkah dan dan kata lembut mu tapi itu hanya sekejap saja setelah itu kamu menghadirkan hal baru yang membuat rasa itu lenyap tanpa sisa, kemudian kamu hadirkan lagi rasa itu dan kamu lenyapkan lagi dan lagi, sempat terfikirkan oleh ku apakah aku harus menyerah....?, ataukah aku harus melawan sikap mu yang ku rasa se-enaknya saja kamu melakukan itu. Della


Della terus saja larut dalam fikirannya hingga dengan berani dia memutuskan untuk bertanya pada Adrian.


" Ad apakah keputusan mu untuk tinggal sendiri adalah bagian dari drama mu....?"


" Bisa dikatakan seperti itu Della agar aku tidak harus selalu bersandiwara di depan mama, papa, Andin dan selingkuhan mu itu ".


" Akkhhhh.... kamu membuat ku kecewa lagi, ku pikir tingkah mu sekarang ini sudah tidak ada hubungannya lagi dengan tuduhan itu ternyata tidak "


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2