Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
I dont care


__ADS_3

Tanya Raeesah, Nikolas dan Andini bersamaan.


"Kakak pikir kak Della itu apaan sampai dibawa ke museum segala....!!!".


"Dasar anak nakal bisa-bisanya kamu ngomong gitu". Raeesah kembali menjewer kuping Andre padahal tadinya ia sudah melepas jewerannya itu.


"Aaahhh..... Ampun, udah dong mah kuping Andre udah hampir lepas dari tempatnya nih, Andre gak ada duplikatnya".


"Ohhh...ya, tenang aja An jika kuping mu ini lepas tinggal mama masukin lagi kamu ke perut biar dibentuk ulang". Ucap Raeesah enteng.


"Hahhaha.... Aunty bener-bener gokiel." David tertawa.


"Hay bro lo gak kesambet kan...?" Tanya Andre karna David kini berbicara dengan menggunakan Bahasa Indonesia meski logat bule masih terdengar.


"Kesambet itu apa bro....?". Tanya David yang belum mengerti makna kata yang di ucapkan Andre.


"Andre kamu tu makin ke sini makin nyebelin tau gak" Tambah David.


"Kesambet itu sejenis kerasukan atau possédé David".


"Dan lo itu apa...?". Tanya David lagi.


"Lo itu kata ganti aku tapi tidak boleh memagil yang lebih tua dari kita dengan sebutan lo gak sopan soalnya, kata lo itu pasangannya gue kata ganti dari kamu". Jelas Andre.


"Udah tinggalin permasalah itu sekarang beralih ke cerita kak Andre".


"Ya setelah nyucapin terimakasih Della langsung pergi ke kamarnya, udah itu aja" Andre mengusap kupingnya yang sedikit panas.


"Yakin itu aja....Kakak gak lagi boongin kita kan....? " Andini dengan tatapan intimidasi.


"Ya gak lah, kalau kalian gak percaya tanya aja sama David dia tahu kok...!!"


David yang menyadari tiga pasang mata yang menatapnya meminta jawaban dan penjelasan darinya "apa yang dikatakan Adrian benaran gak bohong"


"Ok.... Tapi kayaknya kak Adrian marah deh kak dengan ucapan kakak An".

__ADS_1


"Biarin emang sengaja salah sendiri ngatain kakak beruang kutub I dont care ".


Percakapan serius hingga candaan di ruang keluarga pun masih berlanjut. Nikolas dan David sudah mulai akrab dengan keluarga itu, sementara di salah satu kamar di lantai dua rumah itu Della nampak bingung karna dari tadi Adrian hanya diam bahkan tidak memakai baju yang sudah disiapkan Della untuknya.


"Kak mau langsung ke kantor...?" Tanya Della pada Adrian yang baru keluar dari kamar mandi.


Tanpa memperdulikan Della Adrian melangkah menuju lemari pakaian untuk memilih baju yang akan ia kenakan untuk ke kantor.


"Kak ini bajunya udah aku siapin" Ucap Della saat Adrian memilih baju di lemari.


"Kak.....!!" Panggil Della tapi Adrian tetap saja diam.


"Kak ngomong dong jangan diam mulu".


"Adrian kamu kenapa hah... ". Della mulai kesal.


Tiga menit berlalu Della memutuskan pergi.


"Ngapain aja kamu semalam sama Kakak ku sampai keringatan segala....?" Tanya Adrian pada Della yang hendak keluar.


"Apa katamu, cuma itu hah". Bentak Adrian


"Apa yang ada dalam fikiran mu kak...?"


"Aku hanya berfikir sesuai apa yang dikatakan kakak ku tadi". Ucap Adrian datar lengkap dengan pandangan dinginnya lurus ke depan.


"Emang apa kata kak Andre.....?". Tanya Della polos.


"Hahahaha...." Adrian tertawa hambar " Della Destiyanti Ihsan kamu polos atau bodoh.....?".


"Kak gak usah basa-basi langsung saja pada inti permasalahan yang membuatmu seperti ini".


"Menggapa kamu menyambut kak Andre.....? dan apa yang kalian lakukan hingga berakhir dengan kepanasan dan kamu memutuskan untuk mandi....?".


"Ohhh.... Tuhan kak jangan bilang kamu berfikir aku dan kak Andre melakk..... " Della menutup mulutnya dengan telapak tangan ia tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


"Memangnya apa lagi...? bicaranya kak Andre saja mengarah ke sana Dell".


"Menjijikkan ..... ". Gumam Adrian yang mampu didengar oleh Della.


"Terimakasih kak sudah berfikir buruk tentangku, aku tidak habis fikir kamu menilaiku serendah itu padahal kamu yang lebih tahu tentang keadaan ku saat ini. Sama kamu suamiku saja aku jaga karna aku sedang mentruasi tapi kamu malah berfikir aku malah melakukan itu dengan orang lain".


"Cihh...." Andre berdecih pria ini langsung pergi meninggalkan Della.


Setelah sampai di depan pintu kamar Adrian berbalik "Ganti panggilan mu, aku tidak ingin kamu memanggilku dengan sebutan kakak lagi, aku tidak inggin panggilan untuk ku sama dengan panggilan untuk orang lain.


Orang lain....? Adrian dia bukan orang lain dia itu kakak mu, memangnya aku harus memanggilnya dengan sebutan apa hah. Della.


Dia memanggil kak Andre dengan sebutan kakak sama seperti memanggil ku. Adrian


brukkk.....


"Astagfirullah.... ".Ucap Della dengan kedua tangannya mengelus dadanya.


Ia kaget saat Adrian menutup pintu kamar mereka dengan begitu keras untuk menyalurkan emosinya yang sudah sampai di ubun-ubun


Setelah ditinggal Adrian, Della langsung membanting kasar tubuhnya di atas ranjang.


To Be Continued


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2