
"Apa mbak?" tanya si penjual rujak.
"Makasih ya" ucap Nitha tersemyum pada si penjual rujak.
"Ohhh... iya mbak, semoga sehat-sehat janinnya dan lancar hingga lahiran" ucap si penjual rujak tulus.
Tak lagi menanggapi si penjual rujak Nitha pamit dan masuk kedalam mobil dan melajukan menuju rumah "gimana kalau mama beneran hamil....? aku punya adik di usia aku yang segini, seharusnya aku tuh dapat kabar bahagia kalau aku yang hamil bukannya mama tapi gimana mau hamil coba nikah aja belum " Nitha menghentikan mobilnya saat lampu berwarna merah itu menyala.
"Dan apa kata si penjual rujak tadi" Nitha memayunkan bibirnya.
"Coba aja kalau dia serius sama aku, mungkin aku juga udah nyusul Della, tapi gak. Mungkin ini cara Tuhan agar aku gak kejebak dalam kehidupan si buaya darat itu" dokter cantik itu meremas setir mobil "coba aja kalau si kampret itu gak nabrak aku waktu di resto pasti udah ketangkap tu si buaya darat" Nitha mengingat kejadian malam itu ketika dia sudah berusaha membuntuti sang kekasih yang sedang bersama seorang wanita memasuki sebuah resto tapi naas Nitha malah ketabrak seorang lelaki yang membuat beberapa pasang mata yang ada di yang ada disana menyaksikan kejadian itu dan mungkin saja kekasih Nitha juga menyaksikan kejadian itu, akibatnya dia menghilang dari resto tersebut.
Dari kejadian itu si buaya darat itu sudah mulai waspada hingga Nitha sulit untuk menangkap basah kekasihnya yang sudah berselingkuh itu, alhasil dokter cantik itu dibuat delema dengan kisah cintanya.
Saat lampu hijau telah menyala Nitha masih sibuk dengan lamunannya hingga tidak menyadari bahwa lampu merah yang menyala tadi sudah berganti warna hijau hal itu membuat mobil yang berada di belakang mobil Nitha itu membunyikan klakson mereka.
Tiitttt.... tittttt...... titttt....
"Apa-apaan sih mereka" Nitha menurunkan kaca mobilnya untuk melihat kebelakang.
"Woi cepatan jalan emang ini jalan nenek moyang lo" teriak orang yang mobilnya tepat di belakang mobil Nitha.
"Cepatan jalan".
"Lo kalau mau parkir jagan disini"
"Nyadar dong lampu hijau udah nya noh"
__ADS_1
Suara itu terdengar dari pengendara lain
"Maaf ya aku gak tahu kalau lampu hijau udah nyala" ucap Nitha saat melihat lampu lalu lintas.
Nitha mulai melajukan mobilnya namun naas, Nitha yang melajukan mobilnya sedikit kencang mengakibatkan dia menabrak mobil yang ada di depannya.
"Ahhh... " teriak Nitha kakinya serentak menginjak rem hingga bunyi decitan ban mobil di jalanan.
"Lo bisa nyetir gak sih" tanya orang yang mobilnya Nitha tabrak saat Nitha menurunkan kaca mobilnya.
Nitha yang merasa bersalah hanya diam dan menundukkan kepalanya lain halnya jika dia merasa bahwa dirinya benar maka dia akan melawan.
"Sial" ucap si pria yang mobilnya ditabrak Nitha.
"Ikut gue" ucap si pria itu "gue gak mau kejadian ini malah mengakibatkan kemacetan dan gue gak suka jadi tontonan orang dan satu lagi jangan coba-coba kabur".
"Iya-iya gue tahu gue salah" ucap Nitha.
Perlahan kedua mobil itu meninggalkan lokasi kejadian dan berhenti di sebuah tempat yang tidak mengangu kendaraan lain.
"Turun lo" pria itu dengan tidak sabarnya mengetuk kaca mobil Nitha.
"Sabar dikit napa?" Nitha membuka seat beal dan langsung turun, tapi matanya membola ketika melihat wajah pria itu.
"lo" ucap keduanya bersamaan.
"ternyata lo masih inget sama gue" ucap Andre.
__ADS_1
Ya mobil yang ditabrak Nitha adalah mobil milik Andre
"Ternyata lo yang gue tabrak nyesel gue minta maaf tadi" ucap Nitha seraya memutar bola matanya jengah.
"Apa lo bilang?" geram Andre "udah jelas-jelas salah juga"
"Asal lo tahu ya gara-gara lo gue kehilangan boronan sialan itu dan sekarang gue malah telat pulang karena mobil lo yang jalannya kayak keong itu hingga gue tabrak. Gue rasa sepertinya kita impas" ucap Nitha, dia pun masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya menuju rumah.
"Dasar gadis gila" umpat Andre kesal, dengan cepat Andre melajukan mobilnya mengikuti mobil Nitha.
"Lo pikir lo bisa lepas dari gue gadis gila, dan apa kata lo... kita impas hahaha gak semudah itu ferguso " ucap Andre.
"Jadi ini rumah lo gadis gila, tunggu pembalasan gue" ucap Andre kemudian berlalu.
Nitha memasuki rumah "Ma....mama" teriak Nitha sambil berlari-lari kecil ke kamar orang tuannya.
"Mama" panggil Nitha lagi.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC