Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Museum...?


__ADS_3

Hahahaha.... beraksi, siap-siapa Ian....Andre.


"Makasih ya adik ipar atas sambutannya tadi malam". Ucap Andre dengan sedikit senyum ke arah Della.


Seketika Adrian menatap tajam ke arah Della


"Lo hebat adik ipar, gue gak nyangka lo sekuat itu". Ucap Andre


Apa kuat....? apa ini ada hubungannya dengan mandinya Della tegah malam. Adrian


Adrian mengepalkan tangannya saat mengigat kejadian selalam dimulai dari Della yang mandi tengah malam dan alasan Della yang katanya kepanasan, ditambah kegugupan Della ketika Adrian bertanya. pikiran pria itu sudah berkelana ke arah yang tidak-tidak karna ia tahu selesai melakukan itu pasti kepanasan, lain halnya dengan David ia begitu putus asa saat tahu kalau Della adalah adik ipar Andre, ita bararti Della sudah ada yang punya.


**Il s'avère que tu appartiens à quelqu'un, je veux disparaître.(ternyata kamu milik orang, pupus sudah inginku), David


" Kak maaf Della gak tahu kalau kakak itu kakanya Adrian". Ucap Della, ia juga belum menyadari jika Adrian sedang marah dengan ucapan Andre barusan.


"Tapi sekarang udah tahu kan...?"


"Udah dari semalam itu kak"


"Pantas kak Della gak nanya kalau kak Andre itu siapa" Ucap Andini.


"Ya gak lah kan udah tahu semalam". Andre tersenyum manis ke Della.


"Ehhh.... Emang semalam ada apa...?". Tanya Raeesah penasaran.


"Disambut adik ipar hingga bikin keringatan" Jawab Andre.


Tuh kan benar udah aku duga, sial lo Della lo sama aja kayak luaran sana. Adrian.


Adrian langsung berdiri dari duduknya dan berlalu ke kamarnya wajah merah padam karna menahan emosi.


"Ehhhh... mau ke mana Adrian...? Tanya Niko berusaha akrab dengan keluarga itu,namun Adrian tidak menjawab.

__ADS_1


"Kena lo Yan, siapa suruh ngatain gue beruang kutub". Ucap Andre ketika Adrian sudah pergi ke kamarnya disusul Della.


"Kak Andre kamu apa-apaan ngomong gitu, kak Adrian marah loh" Kata Andini.


"Iya An kayaknya adik lo marah deh, emang apa yang terjadi semalam....???. Nikolas kini berpindah duduk di samping Andre dimana tempat itu di duduki oleh Adrian.


"Kak cerita dong jangan bikin aku berfikir yang tidak-tidak" Andini memasang wajah memelasnya.


"An itu adik ipar kamu, istri Adrian adik kamu, ngapain sampai keringatan segala. Ohhhh astaga jangan bilang mama kalau kamu....."


"Ma jangan mikir yang aneh-aneh deh"


"Gimana mama gak mikir yang aneh-aneh, alur ceritamu aja udah ngarah ke sono An"


"Dengarin ya ma, Andin dan Niko. David gak usah karna dia udah lihat semalam".


Nikolas, Andin dan Raeesah menatap David dengan tatapan menyelidik, David pun menatap ketiga secara bergantian "kamu tahu apa yang terjadi semalam...?" . Begitulah arti dari tatapan ketiga orang itu. "Ya aku tahu dan sekarang berhentilah menatapku seperti itu dan dengarkan cerita Andre"


"Ceritakan An " Sahut Raeesah yang sudah tidak sabar.


Andre terdiam sesaat untuk mengambil nafas sebelum melanjutkan ceritanya.


"Kak jangan berhenti pas lagi tegang gini dong" Andini memajukan bibirnya ke depan.


"Nafas bentar dek" Ucap Andre.


"Aku pun langsung melangkah ke dapur, eeehhhh... pas di dapur ketemu tu mahluk si pembuat suara aneh sedang duduk di salah satu kursi di meja makan, dianya kaget pas lihat aku dan akhirnya aku dan dia saling salah paham dan berakhirlah dengan pertengkaran kami di halaman samping cukup lama hingga akhirnya dia mengakui kalau dia adalah istri Adrian tapi setelah aku melayangkan satu pukulan keras di area perutnya yang sepertinya dia sengaja karna sebelumnya dia bisa menghindar dan menangkis semua serangan ku".


"Apa.....? hei An apa yang kau lakukan pada menantuku...?" Raeesah kaget.


"Ohhh.... gitu....." Andin manggut-manggut.


"What kak Della bisa bela diri....? apa dia sehebat itu hingga pukulan kak Andre bisa ia hindari... " Andini

__ADS_1


"Aahhh...". Teriak Andre karna kupingnya di jewer oleh sang ibu.


"Apa yang sudah kau lakukan pada menantu ku hah....? dan kenapa kau melakukannya....?"


"Ma aku kira dia maling yang menyusup masuk ke rumah......!"


Mengar ucapan Andre, Raeesah semakin kuat menjewer kuping Andre "Ma udah dong perih nih....!!! lagian menantu mama juga tidak kesakitan dan malah berterima kasih padaku".


"Berterima kasih.....?". Nikolas menimpali


"Kenapa Kak Della malah berterima kasih....?".


Tanya Andini.


"Kerena kata kakak ipar mu itu, nyeri di perutnya sudah tidak terasa berkat pukulan kakak".


"Aneh....!!". Ucap Raeesah.


"Iya menantu mama memang aneh, langkah dan harus dilestarikan di bawa ke museum aja mah". Andre disaat kupingnya masih di jewer sempat juga buat bercanda.


"Museum....?".


To Be Continued


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2