Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Ku sempurnakan Sandiwara mu


__ADS_3

Adrian berlutut dihadapan Della kemudian mengambil kotak beludru dari dalam saku jas yang ia kenakan dan membukanya seraya berkata.


Della pov


Aku benar-benar kaget saat Adrian berlutut di hadapanku dan mengambil sesuatu dari dalam saku jasnya.


" Apa?, aku tahu kotak itu adalah kotak yang didesain khusus buat perhiasan. Apakah Adrian akan melamarku? itu tidak mungkin karna kami sudah menikah. Lalu apa yang akan dia lakukan pada posisi seperti ini?. Disaat aku masih sibuk bertanya pada diri ku sendiri Adrian berkata.


" Della Destiyanti Ihsan Pratama I'm sorry for all my mistakes and maybe this is selfish in your opinion but I will still say it ". Adrian membuka kotak itu, terlihatlah sebuah cincin mutiara yang sanggat indah dengan desain yang sederhana, kemudian dia menarik nafas sebelum bertanya.


" will you be the mother of my children....?".


Suasana ruangan itu seketika hening....


Aku menatap Adrian yang berada di bawah ku, sungguh aku benar-benar tidak percaya dengan penglihatan ku saat ini akankah kacamata ku sudah beralih fungsi dari yang tadinya memperjelas suatu objek beralih fungsi menghasilkan gambar-gambar bergerak tanpa suara seperti saat ini....?


" Oh...Tuhan apa yang terjadi pada suami ku...?". Tanyaku pada diriku sendiri saat aku mulai percaya pada penglihatan ku kemudian aku menoleh ke arah mama dan papa mertua ku yang tersenyum sambil mengangukkan kepala pertanda mereka mau aku menjawab pertanyaan Adrian dengan kata iya, begitu juga hal yang sama yang aku dapatkan saat aku melihat ke arah umma, abang Hendri, mama Nilam, papa Azkha ( Mama dan papa nya Nadia), Nadia, dan Nitha semua dengan respon yang sama dengan respon mama dan papa mertua ku.


Aku menarik nafas dan menahannya sebentar sebelum menghembuskan untuk menyakinkan diriku sendiri dengan keputusan yang akan aku ambil sepertinya tidak sejalan dengan yang diinginkan oleh orang-orang yang berarti bagiku juga sebagian besar orang yang ada di ruang besar itu, karena aku yakin Adrian tidak serius dengan ucapannya. Mungkin dia bisa menipu semua yang ada tetapi tidak bisa menipuku, ini seperti terpaksa baginya, aku dapat melihat keraguan itu di matanya.


" Sorry.... sorry Adrian I can't " Ucapku pelan tapi mampu di dengar oleh seluruh orang yang berada di ruang besar itu karena Adrian mendekatkan alat pengeras pada ku.


Huuhhh..... Teriak orang-orang yang tidak setuju dengan jawabanku.


Dapat di pastikan semua kecewa dengan atas jawaban itu begitu juga yang terlihat dari pancaran mata umma,


" Ahhkk tidak,tidak aku tidak bisa melihat itu, terlebih ini masalah rumah tangga ku dan Adrian. Aku tidak ingin orang lain tahu masalah kami ".

__ADS_1


" Jika saja ini adalah moment lamaran sebelum nikahan, aku pasti menolaknya tidak peduli kalau umma kecewa toh kalau aku jelaskan alasan atas penolakan ku umma pasti mendukung ku". Aku berguman dalam hati. Hingga akhirnya aku berkata dengan tegas.


" sorry Adrian I can't ".


" did I hear correctly ....?". Tanya Adrian terdengar seperti putus asa, sungguh satu lagi hal baru yang aku tahu dari Adrian pintar bersandiwara.


" Yes ". Jawabku.


Adrian diam terpaku entah apa yang ada dalam benaknya menyesalkah?, Bahagiakah?, atau apalah aku tidak tahu itu tapi yang aku tahu aku tidak boleh mengumbar masalah rumah tanggaku di depan orang yang tahu bahwa aku sudah menikah.


" I can't reject you my husband ". Ucapku tegas.


" Really ....? ". Tanya Adrian yang masih tidak percaya.


" Yes ".


Kulihat raut kecewa di wajah umma telah berganti dengan raut wajah yang menampilkan kebahagiaan terlihat jelas dari senyum yang terukir dari bibir mungil miliknya.


Adrian dengan cepat berdiri dan langsung memeluk ku dan mencium kedua pipiku dan kembali memelukku seraya berkata.


" ahhh ... my wife you almost made me not want to enjoy the world ".


" dress me the mince ". Renggek ku " Ku sempurnakan sandiwara mu suami ku ". Ucapku dalam hati.


Adrian pun langsung meraih tanganku menamatkan cincin mutiara itu di jari manis tangan kiri ku karena di jari manis kanan sudah ada cincin pernikahan.


" Thank's my Wife ". Ucapnya lalu mencium lembut tanganku.

__ADS_1


" aku yang seharusnya berterima kasih padamu karena telah hadir di sini ". Ucapku


" Kamu suka?". Tanya Adrian.


" Aku suka, benar-benar suka dan ternyata kamu romantis juga ". Ucapku dengan wajah berbinar.


Wah... wah... tolong berikan kami penghargaan terbaik atas sandiwara kami yang luar bisa ini.


Della Pov off.


" Hey... berhentilah, kalian tidak tahu berapa banyak yang tersiksa melihat kemesraan kalian ". Azkha mendekati Adrian dan Della


" Kamu suami Della? " Tanya Azkha .


TBC


.


.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir 🤗

__ADS_1


__ADS_2