Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Hari terakhir liburan


__ADS_3

"Cuma nanya Della, siapa tahu kamu masih laper" Adrian membersikan lelehan saos di sudut b****r sang istri.


"Ihhh... aku bisa sendiri" kesal dengan apa yang dilakukan Adrian, masalahnya ini di tempat umum.


"Ngelap lelehan saos yang gak keliatan sama kamu, bukannya makasih malah marah-marah, emang gak malu diliatin orang!. Tenang aja, gak ada yang lihat kesini tadi." tangannya melambai ke seorang waitres.


"Ngeles aja terus" berdiri sambil merapikan jilbab.


"Mau kemana kamu?"


Ngambek kah Della


"Ke toilet, mau ikut?".


"Boleh juga" cengir nakal Adrian.


Seketika mata Della membola "Iya ikut aja biar sekalian aku musnahin di kamar mandi, kamunya aku potong-potong pakai gergaji trus aku masukin ke dalam closed " membayangkan adegan dalam sebuah film horor yang pernah Della nonton bersama dua sahabatnya.


"Mirip film yang dicast di sekolah SMA aku dulu".Bukannya ngeri ehhh malah nambah.


"Mana ada toilet di sekolah kamu jumlahnya sampai ratusan? patut dipertanyakan. Itu sekolahan apa gedung yang sengaja dibangun untuk toilet umum? lagian itu juga toilet atau kamar hotel sih sampai sebanyak itu?". sedikit tidak terima dengan judul salah satu film horor yang menceritakan ketidaktenangan seserorang yang meninggal dan dikebumikan dalam keaadaan yang tidak wajar.


"Film doang Della sayang" kembali melambaikan tangannya pada waitres.


"Maaf ya mas gak jadi langsung ke sini soalnya ada pengunjung yang nanya soal menu yang disediakan padahal aku udah kasih buku menunya". sedikit curhat soal kejadian yang cukup membuatnnya geram.


"Mas....." cibir Della tanpa suara.


"Hmmm..." Gerak tangan Adrian meminta tagihan makanan yang dia makan bersama Della.


"Tunggu bentar ya mas".


"Dell, gak jadi ke toilet?". tanya Adrian.


"Jadi kok jadi?" Della berlalu.


"Pacarnya lagi PMS kali mas".


"Sok tahu lo, istri gue gak PMS". raut tak suka pada bicara mahluk yang berada di depannya saat ini.

__ADS_1


"Maaf mas kirain pacarnya, eeehhh... padahal istrinya lagi bulan madu ya mas?".


"Billnya" Adrian mulai risih.


"Ini mas. Maaf banyak ngomong ya?".


Tak lagi menanggapi Adrian menyodorkan beberapa lembar uang berwarna merah.


"Kembalinya tip buat lo" Adrian memutuskan menunggu Della di parkiran.


"Tunggu mas. Ini kebanyakan". cegah sang waitres.


"Lo..... " Melirik tajam ke arah waitres.


"Ma...maaf gak sengaja, dan te....terima kasih" ucapnya sambil menunduk karena tidak mampu melihat tatapan Adrian yang seakan ingin menelannya hidup-hidup.


"Cihhh..... belaga nolak padahal mau" cibir Adrian sebelum berlalu.


.............


"Ngapain nungguin di mobil?" tanya Della sambil memasangkan seat belt.


"Oohhhh"


Perlahan mobil bergerak dari parkiran resto tersebut dan menelusuri jalan yang berjarak tak jauh dari tepi pantai, dengan kecepatan sedang Adrian mengendarai mobil menuju ke sebuah tempat yang akan dikunjungi mereka sebelum menyelesaikan liburan.


"Loh kok gak langsung pulang?" Della yang tadinya asik menikmati perjalanan tersadar bahwa ternyata mereka tidak langsung kembali ke hotel.


"Jalan bentar".


"Kemana lagi Adrian? ini udah jam dua belas loh dua jam lagi pesawat akan take off, kamu mau kita ketinggalan pesawat?".


"Gak lama palingan hanya tiga puluh menit kita disana trus langsung ke bandara".


"Langsung ke bandara?".


"Ya".


"Kita belum beres-beres Adrian, emang kita mau kemana sih?".

__ADS_1


"Ke situ".


Della melihat ke arah pandang Adrian "Kita mau snorkeling?". tanya Della.


"Yes. spot snorkeling disini lumayan bagus trus aman buat pemula".


Keduannya menuju tempat penyedia perlengkapan snorkeling setelah memarkirkan mobil.


"Kamu pemula?" tanya Della.


"Bukan aku tapi kamu".


"Ehhhh.... kok tahu".


"Apa sihh yang gak aku tahu tentang kamu?, bahkan yang paling privasi pun aku tahu". Adrian menyerigai "Nih ganti baju dulu, ruang gantinya disana".


"Ad.......


"Tenang aja, bajunya aku pesan khusus buat kamu, gak nempel dan dijamin nyaman serta aman buat kamu". Adrian tahu Della gak nyaman sama pakaian yang nempel dan memperlihatkan bentuk tubuh.


"Aku juga gak sudi ada yang liat lekuk tubuh kamu selain aku" bisik Adrian.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2