
setelah kembali dari berlibur, Adrian kembali sibuk dengan aktifitas kantor dia juga terpaksa mengizinkan Della bekerja di salah satu rumah sakit milik sang ayah.
Adrian terpaksa mengizinkan Della bekerja atas desakan dan ancaman ayahnya.
"Sus rekam medis bu Liliana dimana?, kayaknya udah bisa pulang hari ini". Ucap Della pada suster yang membantunya menangani pasien.
Saat ini Della sudah bekerja di rumah sakit kurang lebih dua minggu di rumah sakit milik mertuanya. Bukan tenaga ahli tapi Della juga tidak dapat diragukan kemampuannya, terbukti terhitung dua minggu bekerja Della berhasil membantu dokter senior dalam beberapa kali oprasi serta berhasil melakukan pada dua pasien yang cukup parah.
Flashback on
"Dokter Faris masih dalam perjalanan. Dia juga terjebak macet dok, untuk pasien ini biar saya saja yang tagani. Takutnya kita terhambat dalam melakukan pelayanan pada pasien yang nantinya akan berakibat buruk". Della mencoba bernegosiasi dengan dokter Adit.
"Saya tidak yakin dokter Della bisa". ucap dokter Adit meragukan kemampuan Della.
Saat ini mereka sedang membutuhkan tenaga lebih untuk menangani pasien yang terlibat dalam kecelakaan beruntun beberapa menit yang lalu.
“Dok saya mohon, kasih saya kesempatan untuk membuktikan bahwa saya bisa membantu mereka” ucap Della sambil menunjuk pada lima orang yang sedang berbaring di bad hospital dengan pintu kaca yang membatasi mereka. keadaan kelimanya cukup parah bahkan dua diantara mereka terkena pecahan kaca mobil yang masih tertancap di beberapa bagian tubuh, wajah pun menjadi sasaran empuk tancapnya pecahan kaca. Kemungkinan duduknya di bagian depan mobil atau bisa saja mereka adalah pengemudi.
Mengabaikan Della, Adit meraih ponsel miliknya kemudian menelpon seseorang.
“Dimana kamu Faris? Seharusnya kamu sadar akan tanggung jawab dan tugas kamu sebagai dokter bukan malah keluyuran” bentak Adit saat panggilan sudah tersambung.
“…………
“Iya saya tahu kalau ini bukan jam kerja kamu, tapi masalahnya kita butuh tenaga lebih disaat-saat tertentu” ucapnya tegas.
“……………
__ADS_1
“Sepuluh menit lagi kamu harus sampai disini” finalnya, lalu tanpa menunggu balasan dia langsung mematikan telpon secara sepihak, menoleh ke Della “kamu bantu saya sekalian belajar dulu sebelum melakukan tindakan. Nyawa manusia bukanlah mainan dan bahan observasi”.
“Maaf dok bukan itu maksud saya…..
“Baru beberapa hari kerja disini udah mulai belagak sok tahu” menyela ucapan Della.
Cekrek….“Dok denyut nadi pasien mulai tidak teratur, dikhawatikan akan lebih buruk lagi dan yang satunya mengeluarkan darah yang lumayan banyak dok” ucap salah satu suster yang melakukan pemeriksaan.
“ Sus tolong bantu saya mangantar pasien ke ruang bedah” Della mulai mendorong bad hospital, maaf jika saya terkesan tidak mendengar anda”menghentikan langkah di depan dokter Adit sambil menunduk sopan “ saya berjanji jika terjadi sesuatu yang mengakibatkan hilangnya nyawa pasien atau bertambah parah kondisi pasien.Tapi jika sesuatu yang buruk terjadi maka saya akan menyerahkan diri ke pihak kepolisian dengan kasus menjadikan nyawa orang sebagai bahan observasi”.
“Della kamu benar-benar menguji kesabaran saya” tangannya mengepal.
“Maaf dokter” ucap Della sebelum kembali mendorong bad hospital.
“Benar-benar keras kepala” geram dokter Adit “Kalian bantu saya” ucap dokter Adit pada dua perawat yang sedang menangani pasien yang banyak mengeluarkan darah.
……..
“Terima kasih banyak atas kerja samanya sus” tersenyum ramah pada tiga perawat yang telah membantunya “tolong pindahkan ke ruang rawat, saya mau mengecek pasien yang lain” ucap Della sebelum keluar dari ruang bedah.
“Iya dok” jawab mereka serempak.
Menelusuri lorong rumah sakit Della kembali ke UGD “Tolong bantu saya membawanya ke ruang radiologi” Della langsung mengambil tindakan pada salah satu korban kecelakaan yang hanya mengalami luka-luka ringan namun Della yang khawatir jika ada benturan di bagian tubuh tertentu.
“Iya dok”.
Dua hari berikutnya Della kembali menerima pasien tabrakan lagi namun kali kasusnya berbeda, pasien kali ini merupakan korban kecelakaan yang sengajai. Alhasil dua korban dengan luka cukup parah yang diyakini sepasang suami istri itu dilarikan ke rumah sakit dan langsung ditangani oleh Adit dan Della.
__ADS_1
Dokter Adit yang dulunya ragu akan kinerja Della berubah setelah tahu Della berhasil menyelamatkan pasien beberapa hari sebelumnya.
“Selamat dokter Della” Adit menjabat tanggan Della “Anda membutikan bahwa prestasi yang anda raih benar-benar murni kerja keras anda”
“Terima kasih dok, tapi sepertinya jangan terlalu berlebihan dalam memuji saya takutnya saya malah sombong”.
Flashback off
Menyerakan dokumen dengan sampul biru ke Della sambil tersenyum “Sepertinya iya dok, karena pemeriksaan saya lima jam yang lalu tampak pasien sudah sehat”.
"Iya sus, baru saja saya priksa tadi sebelum meminta rekam medisnya, bu Liliana sudah boleh pulang tapi suaminya belum".
"Barapa kali lagi suami Ibu Liliana harus menjalani terapi?".
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung