
“Ini bik....” Adrian menyodorkan sebuah amplop coklat ke Miranda.
Miranda bingung dengan apa yang disodorkan majikannya, meskipun dia tidak membuka dan melihat isinya dia tahu bahwa isi dari benda yang berwarna coklat itu adalah uang “Ma...sud...tu...an...sa...ya...di...pec..cat” tanya Miranda terputus-putus.
Hei Miranda, Majikanmu tidak setega itu, dia hanya tidak ingin masalah yang dia perbuat diketahui orang lain termasuk asisten rumah tangganya yang menurutnya kejadian itu sangalah privasi.
“Jangan ngaco bik saya tidak setega itu” geram Adrian.
“Lalu ini apa tuan....? gaji...? Hahaha...” Miranda tertawa, hah dalam keadaan seperti ini dia mampu tetawa dasar asisten rumah tangga abstrud
“tuan lucu deh saya bahkan belum sebulan bekerja sudah diberi gaji” Miranda masih setia tertunduk dia tidak mampu menatap wajah majikannya walaupun raut wajah Adrian dari sisi manapun tidak terlihat menakutkan.
“Bibik tahu kan kalau saya ini pengantin baru?”
“Iya...tapi apa hubungannya pekerjaan saya dengan pernikahan tuan? apa ibu Della cemburu pada saya? tidak mungkin” Miranda menggelengkan kepalanya karena dia tidak yakin kalau Della seperti itu .
“Astaga....” mengacak rambutnya kasar “bik Miranda, sebagai pengantin baru aku tidak ingin diganggu”
“Ohhh...apa itu juga yang membuat tuan memilih tidak tinggal dengan ayah dan ibu tuan...?”.
“itu tahu” ketus Adrian.
“Baiklah...berapa lama saja harus libur kerja tuan” tanya Miranda.
“Sampai saya hubungi lagi” jawab Adrian mantap.
“Tapi beneran saya tidak dipecat tuan?” Miranda memastikan.
“Iya bik” Adrian merapatkan giginya.
“Kapan saya liburan saya dimulai” Miranda bahagia karena akan mengunjungi keluarganya di kampung.
“Sekarang” Miranda pun mengangguk dan segera berlalu meninggalkan majikannya.
“Tunggu”
“Saya tuan?” Adrian mengangguk.
“Tolong panggilkan pak Salim juga bik” pinta Adrian.
“Iya tuan”
.
__ADS_1
.
.
.
.
Setelah memastikan pak Salim dan Miranda meninggalkan rumahnya, Adrian menuju kamar utama dimana Della yang masih terlihat nyaman di atas ranjang dan enggan membuka kedua matanya.
“Sekali lagi maafkan aku Della” lirih Adrian yang kini duduk disamping sang istri, mengecup lembut tanggan Della.
“Aku berjanji ini kali terakhir aku menyakiti mu sayang”.
Melihat sang istri yang masih setia menutup matanya Adrian memutuskan untuk membersikan diri, namun setelah selesai mandi sang istri belum juga membuka matanya membuat Adrian khawatir dan langsung menghubungi Rika
“Mbak, Della belum bangun” ucap Adrian setelah panggilan tersambung.
“Capek kali Yan” Adrian terkejut mendengar suara dari seberang “Ma...ma” Adrian terbata-bata.
“Semalam kamu gak biarin menantu mama tidur ya sampai jam segini belum bangun” goda Raeesah.
“Yan papa gak nyangka kamu segitunya sampai masih pagi-pagi udah bikin capek Della” Suara Riky yang terdengar.
“Om Riky kok tahu apa jangan-jangan”......... batin Rika
“Papa” Raeesah meminta penjelasan dari sang suami, seketika lamunan Rika terputus.
“Gini ma...tadi Della nelpon papa nanya apa tawaran papa waktu itu masih berlaku, soalnya kesepian katanya dirumah” jelas Riky.
“Kirain” desah Rika lega.
“Anak nakal” kesal Raeesah “Kalau kamu disini udah pasti kena jeweran mama lagi Yan”.
“Ma kok ponsel mbak Rika bisa sama mama”
“Iya karena tadi pas lagi asik ngobrol sama Rika kamu telpon ya udah mama angkat aja” jelas Raeesah yang sebelumnya sudah meminta persetujuan Rika untuk menjawab telpon yang ternyata dari Adrian.
“Ohhhh”
“Emmmm....ngomong-ngomong kenapa nelpon Rika...?”.
“Aku Cuma mau bilang aja ke mbak Rika kalau aku sama Della bakalan terlambat buat ketemu mbak Rika” itu yang terlintas dipikiran Adrian.
__ADS_1
“Ketemu? buat apa?” Raeesah seakan tidak puas dengan jawaban anaknya.
“Ehhh....gini loh ma Della kan habis hubungi papa jadi aku fikir sebelum dia bekerja dia harus punya teman dulu disana” Adrian beralasan.
“Benar begitu Rika?” tanya Raeesah memastikan.
“Iya tan, aku sama Adrian udah rencana ketemu pagi ini sebelum Adrian ke kantor ehhhh...malah dibuat berantakan sama dia sendiri karena gak tahan” Rika terkekeh.
Seketika tawa mereka pun pecah.........
“Yan papa bolehin kamu gak ngantor hari ini” Riky menimpali.
“Hahaha....mama sih saranin mending kamu ajak Della honeymoon dulu”
“Aku setuju sama tante” Rika berfikir saran Raeesah diterima dan dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi fisik Della sambil memantau akankan psikisnya juga tergangu.
“Boleh juga tuh” ucap Riky berbinar.
“Makasih ya mama, papa udah mau ngertiin aku” Adrian pura-pura bahagia dengan usul kedua orang tuanya.
“Baiklah ma, pa, mbak aku tutup telpon dulu”
“Jaga menantu mama”
“Siap” Adrian pun memutuskan sambungan teleponnya dan beralih ke Della yang saat itu juga mulai membuka matanya.
“Della...” panggil Adrian.
Della diam tak merespon panggilan suaminya karena belum sempurna sadar.
“Della.....” panggil Adrian kembali.
“Auuwww” Della meringgis.
“Maafkan aku” lirih Adrian yang sudak meraih tangan Della.
.
.
.
.
__ADS_1
To be Continued