Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Beruntungnya Adrian


__ADS_3

“Silahkan duduk pak” Della mempersilahkan tamunya walaupun belum kenal tapi Della selalu mengingat sabda Rasulullah "bahwa dalam islam memuliakan tamu juga merupakan sebuah amal shalih yang pahalanya bukan saja akan dibalas oleh Allah Swt di akhirat, tetapi juga akan mendapatkan balasan secara langsung di dunia yang akan segera dirasakan oleh pelakunya".


“Nyonya Della bukan?” tanya Alvian memastikan bahwa yang ada di depannya ini adalah istri dari atasannya.


“Iya saya Della” jawab Della sembari mendudukan tubuhnya di sofa yang berseberangan dengan Alvian.


“Perkenalkan saya Alvian sekertaris pak Adrian di kantor sekaligus asisten pribadi pak Adrian” Alvian memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Della.


”Della Destianty Ihsan” Della tidak mebalas uluran tangan Alvian melainkan menyatukan kedua telapak tangannya.


Alvian mengerti maksud Della walaupun dia sedikit merasa malu “So pretty, far from what I thought” Alvian membatin.


“Nama yang cantik, secantik orangnya” puji Alvian jujur


“Makasih pak....tapi ngomong-ngomong, Adrian nya udah berangkat pak ” Della yang mulai risih dengan pujian orang lain terhadap dirinya yang dianggap berlebihan apalagi pujian dari seorang pria.


“Maaf nyonya Della saya ke sini bukan untuk bertemu dengan pak Adrian, saya ke sini untuk bertemu dengan nyonya” Jelas Adrian.


“Untuk apa dia ingin betemu dengan saya” fikir Della


Seolah tahu apa yang difikirkan orang yang berada di hadapanya saat ini, Alvian berkata “Saya ingin bertanya apakah ada interior atau penataan yang tidak sesuai dengan keinginan nyonya di rumah ini?”


“Permisi Pak, nyonya di minum dulu” Miranda mempersilahkan Della dan Adrian setelah meletakkan dua cangkir minuman.


“Terima kasih” Jawab Alvian dan Della bersamaan.


“Di minum dulu pak” ucap Della.


“Iya nyonya...saya minum ya...!”


“Pak Alvin mengenai apa yang bapak tanyakan tadi, menurut saya semuanya sesuai pak” ucap Della setelah meneguk minuman nya.


“Baiklah nyonya jika nyonya menyukainya, tapi tolong panggil saya Alvian saja nyonya karena saya merasa umur kita tidak jauh berbeda dan jangan terlalu formal jika sedang berdua seperti ini nyonya” ucap Alvian.


Della tersenyum simpul “Seperti dirimu aku juga tidak ingin kamu memanggil ku dengan sebutan nyonya”

__ADS_1


“Baik....!”


“Ada lagi yang ingin kamu sampaikan Al....?” tanya Della.


“Tidak Della”


“Hahaha...kamu masih saja kaku Al...” Della tertawa saat Alvian memanggilnya dengan suara yang masih terdengar kaku.


“Senang bisa bertemu dengan mu Della” Alvian mulai rileks


“Sama....”


“Hmmm Della sepertinya aku pernah melihatmu, tapi dimana ya...” Alvian mencoba mengingat kapan ia pernah bertemu dengan Della.


“Ohhh...ya, dimana...?”


Alvian masih berusaha mengingat kapan dan dimana dia pernah bertemu dengan istri atasannya itu dan tiba- tiba...“Apa kamu berkuliah di universitas XXXX .....?” Tanya Alvian


“Iya”


“kita pernah bertemu di kampus?” Della tidak menjawab pertanyaan Alvian malah balik bertanya.


“kamu salah satu mahasiswa yang mendapat beasiswa?”


“Kok kamu tahu?”


“Inikah yang namanya jodoh?” batin Alvian.


Pria itu mulai mengingat saat-saat sahabatnya harus pindah ke luar negeri untuk melanjutkan studinya karena berkelahi dengan teman sekampusnya sehingga harus di drop out dari universitas tersebut, sebenarnya Adrian tidak sampai di drop out tapi untuk menghindari amukan mahasiswa yang merasa tidak adil dengan keputusan yang dipandang tidak adil nantinya ditambah Adrian adalah anak dari pemilik saham terbesar di universitas tersebut maka dihindari kata “ penguasa bertingah sesukannya”


“Karena aku seniormu di kampus saat masih kuliah”


“Ohhh ya...kok aku tidak ingat”


“bagaimana kamu bisa mengingatku sementara kamu selalu menunduk jika berpaspasan dengan pria”

__ADS_1


“maaf...” lirih Della


“Tidak masalah aku bisa memahaminya”.


“Terima kasih kak”


“Sama dek” balas Alvian diiringi sedikit tawa.


“Baiklah Della aku akan balik ke kantor, terima kasih atas waktunya”


“Memangnya kak Al ke kantor jam berapa?”


“karena suami mu aku akhir-akhir ini ke kantor jam enam pagi” Alvian sedikit geram akan sikap Adrian.


“Aku pergi dulu, assalamualaiku...”


“waalaikumussalam”


Dalam perjalanan Alvian terus berfikir akan nasib baik yang dimiliki oleh Adrian, mencintai satu wanita hingga menjadikannya istri. “ Lo benar-benar beruntung Adrian menikahi gadis baik dan secantik Della, gue berharap gue juga bakalan sama kaya lo”.


\*\*\*\*


Di gedung A Three Corporation.


“Yan s****n lo” Alvian masuk tanpa mengetuk pintu ruang atasannya itu seperti biasa namun.....


“maaf pak silahkan dilanjutkan” ucap Alvian karena perbincangan dengan Adrian dan pak Leonard tiba-tiba terhenti, Pak Leonard adalah salah satu pengusaha yang menjalin kerja sama dengan ATC milik keluarga Adrian, dengan perasaan malu Alvian menutup kembali pintu ruang Adrian.


“S**l” lagi-lagi Alvian mengumpat.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2