
" Bila sikap lemah lembut hanya mengakibatkan timbulnya kekerasan maka kekerasan adalah suatu bentuk kelembutan hati, maaf ya suami ku, aku hanya tidak ingin disudutkan. Ucap Della.
Empat puluh menit berlalu Adrian baru keluar dari kamar mandi, ia mendapati Della membuka lemari pakaian tubuh indahnya dibaluti kimono selutut yang memperlihatkan kaki jenjangnya yang indah dengan rambut panjang yang terurai sesekali terlihat bulir air yang menetes nampaknya ia baru selesai mandi, tapi mandi dimana? pertanyaan itulah yang di benak Adrian.
" Mandi di mana kamu? " Tanya Adrian dengan nada ketus.
" Kamar mandi sebelah". Jawab Della enteng.
" kamu dari luar kamar dengan penampilan seperti ini? " Adrian menekan pundak Della dengan jari telunjuknya.
Apa-apaan ni laki? Kesambet kali ya? hari-hari sebelum nya gak kayak gini. Della
Sepertinya Adrian tidak rela ada orang selain dirinya yang melihat keindahan tubuh istrinya.
"Aku gak segila itu Adrian, aku pakai ini tadi setelah selesai mandi " Jawab Della, ia juga memperlihatkan cardigan yang panjangnya sampai mata kaki dan sebuah hijab instan yang ia pakai tadi.
" Kirain ". Ucap Adrian sambil memakai pakaian yang sudah ia siapkan sebelum masuk ke kamar mandi.
Della membelakangi Adrian saat Adrian hendak melepas lilitan handuk dan memakai celananya. " Dasar gak tahu malu. Della.
Adrian tersenyum tipis melihat tingkah Della " Masih malu aja padahal udah pernah liat, andai kita gak ada masalah udah aku kerjain kamu Dell" Adrian
***
Della melajukan sepeda motor menelusuri jalanan kota yang semakin ramai, ia tampak tenang meskipun beberapa waktu lalu sempat kecewa karena orang yang ia harapkan hadir di hari itu tidak bersedia hadir.
Della menghentikan motor beat miliknya sama seperti kendaraan lain saat lampu merah menyala " mumpung lagi lampu merah aku telpon umma mastiin udah jalan atau belum " Ucap Della yang langsung menelfon ibunya.
Drett.....
Drett....
Drett....
__ADS_1
Percakapan di telpon
Aryanti :" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh nak... "
Della :" Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh umma".
Aryanti :" Bagaimana nak....?"
Della :" Umma jadi dateng ke acara wisuda Della? "
Aryanti :" Jadi dong sayang nya umma, aba gak jadi ikut soalnya lagi ngelayat jadi umma dateng sama abang Hendri aja dan sekarang udah di jalan".
Della :" Della tunggu umma "
Emang bener kalau keluarga adalah harta yang paling berharga, makasih umma, aba dan abang. Della beruntung punya kalian yang selalu sayang sama Della.
Aryanti : " Masih manja aja, ingat loh udah jadi istri dan bentar lagi punya anak.
Aryanti : " Yeh malah ngulunjak"
Della :" Umma kok udah kayak abang aja. udah dulu ya umma, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ".
Aryanti : " Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
Percakapan antara ibu dan anak itu pun usai, Della yang awalnya sedikit ragu kini sudah sangat tenang karena ada pihak yang menemaninya di acara nanti, dengan sabar ia menanti detik berlalu hingga lampu bertukar warna menjadi warna hijau yang terlihat tinggal 10 detik lagi.
Tepat di samping motor Della ada sebuah mobil mewah yang sedari tadi membuntuti Della.
" Lumayan cantik juga, tambah dewasa aja ". Ucap pria itu yang pandangan nya tidak lepas dari wanita cantik yang rapi dengan balutan kebaya biru moderen yang panjangnya hingga mata kaki dan hijab warna peach serta riasan wajah yang tidak berlebihan menimbulkan kesan natural semakin menyempurnakan penampilan wanita itu, wanita yang tidak lain ialah Della salah satu mahasiswi yang akan wisuda beberapa jam lagi.
Della kembali melajukan sepeda motornya ke gedung kampus disusul mobil mewah yang sudah dari tadi membuntuti. Bukan Della tidak menyadari hal itu tapi ia tidak ingin berfikir buruk pada orang lain " Mungkin saja itu salah satu mahasiswa yang akan wisuda juga hari ini ". Ucap Della membantah fikirnya yang sempat keruh.
Tidak butuh waktu lama Della sudah sampai di parkiran kampus secepatnya Della memakirkan sepeda motornya, sejurus kemudian ia mengambil ponselnya untuk menelfon Nadia dan Nitha untuk menanyakan posisi mereka tapi sebelum itu terjadi teriakan Nitha yang seperti tarzan itu menghentikan niat Della.
__ADS_1
" Della....!!! "
" Ehhh... tumben duluan ". Cetus Della pada kedua sahabatnya.
" Della". Ucap Nadia memutar-mutar tubuh Della.
" Kamu ngapain sih Nad, jelek ya? " tanya Della yang heran akan tingkah salah satu sahabatnya.
" Della kamu cantik benget aku sampai pangling loh ". puji Nadia.
" Kamu jangan ngawur deh, aku biasa aja kamu sama Nitha yang cantik".
" Gak sumpah kamu cantik banget udah kayak cinderella yang kecantikannya tertutupi aku yakin kamu bakal jadi pusat perhatian hari ini Dell, iya gak Nit....? " Tanya Nadia
" I-iya beneran deh dandan di salon mana sih..? " Tanya Nitha.
" Aku gak ke salon, dandan sendiri akunya ". Lagian juga gak ada yang istimewa. Mungkin karna aku yang gak biasa dandan jadi kelihatan beda tapi gak sampai jadi cinderella segala " ucap Della merendah.
" Aku gak bohong Dell, lihat aja nanti". Ucap Nadia.
To Be Continued
.
.
.
.
.
.
__ADS_1