Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Takdir atau rekayasamu


__ADS_3

Setelah Alvian keluar dari ruangannya. Adrian tidak langsung fokus pada pekerjaan kantor ia malah menyibukan diri dalam fikirannya tentang Della sang istri yang ternyata wanita yang ia suka semenjak masih kuliah.


“Aku berfikir aku jatuh cinta untuk ke dua kalinya tapi ternyata tidak. Aku masih mencintai mahluk Tuhan yang sama tapi diwaktu yang berbeda dan rasa cintaku kali ini lebih dari sebelumnya” Ucap Adrian sambil tersenyum membayangkan wajah cantik Della saat tersenyum.


“Kamu memang hebat karena bisa membuatku jatuh pada pesona dan sikap mu Della” Namun “Lo hebat adik ipar , gue gak nyangka lo sekuat itu” perkataan kakanya kembali teringiang di kepala Adrian.


“Akhh...sial...sial...aku harus kerumah mama buat lihat cctv malam itu gak mungkin Della ngelakuin hal sekeji itu kalau dia benar-benar Della yang dulu aku tolong”


Adrian melihat ponselnya dan ada yang menarik perhatiaanya, pesan dari no baru


Obrolan lewat pesan


No tak dikenal : “Assalamualaikum....Adrian maaf menganggu waktumu, aku hanya ingin mengatakan bahwa sekertarismu datang ke rumah entah kamu sudah tahu atau belum yang jelas aku hanya ingin memberitahumu ada laki-laki yang bertamu di rumah” bunyi pesan pertama


kemudian adalagi pesan masuk dari nomor yang sama tapi kali ini bukanlah sebuah pesan teks melainkan pesan vidio dengan keterangan “nonton sampai selesai agar tidak salah paham, vidio ini aku salin dari ruang cctv di rumah dan aku langsung mengirimnya kepadamu”


Adrian : “untuk apa kamu mengirimku vidio obrolanmu dengan Alvian...?”


No tak dikenal : “untuk menghindari kesalahpahaman dan aku sebagai istri hanya mengabari suamiku bahwa ada tamu laki-laki yang datang kerumah saat suamiku sedang tidak ada di rumah, sebenarnya tidak boleh menerima tamu laki-laki saat suami tidak di rumah tapi aku tidak mungkin mengusir tamu jadi kuputuskan untuk memberitahumu terlebih dahulu tapi sepertinya kamu baru melihat isi pesan dariku setelah tamunya sudah pergi sekitar lima puluh menit yang lalu”

__ADS_1


Adrian : “darimana kamu dapat no ponselku?”


No tak dikenal : “mama”


Adrian tidak lagi membalas pesan namun langsung memasukan benda persegi itu di saku jasnya.


“Al gue pergi” ucap Adrian.


“Kemana?” tanya Alvian bingung soalnya tidak ada perkerjaan kantor yang harus dilakukan di luar seperti pertemuan dengan client misalnya.


“Ada urusan” Jawabnya sambil cepat berlalu


Della yang telah selesai dengan aktivitas di dapur kini menata masakannya di meja makan.


Della yang sengaja memasak hari ini dan berharap Adrian ikut makan siang hari bersamanya untuk pertama kalinya dirumah baru mereka.


Setelah selesai memasak Della menuju kamar untuk membersihkan diri. Kini Della telah rapi dengan setelan panjang yang biasa dia pakai dirumah tak lupa juga hijab yang selalu menutupi rambut cantiknya ketika sedang tidak dikamar.


“Ngapain lagi ya?” gumam Della ketika menuruni tangga “bersih-bersih rumah udah sama teteh, masak juga udah,,,,, ternyata gak asik jadi ibu rumah tangga tapi umma kayak nikmatin banget jadi ibu rumah tangga”

__ADS_1


Della pun melangkah ke ruang keluarga lalu mendudukan tubuhnya di atas sofa dan menghidupkan tv, sepuluh menit berlalu Della mulai bosan dengan acara tv yang kurang berkualitas menurutnya bahkan ada beberapa chanel yang masih menayangkan sosok suaminya dan juga dirinya masih membicarakan kejadian beberapa hari yang lalu itu.


“malas” ucap Della langsung mematikan tv dan memilih membaca buku yang diambil dari rak buku.


Buku dengan sampul warna biru yang lebih dominan dari beberapa warna lain dan dengan gambar sebuah perahu yang terlihat membela lautan yang tidak berhahabat menjadi pilihan Della untuk mengusir rasa bosannya.


“Dari judulnya terlihat menarik” ucap Della.


Saat Della asyik membaca buku, sayup-sayup terdengar suara Azan dzuhur “Alhamdulilah udah waktu dzuhu solat dulu setelah itu baru makan siang” ada sedikit kecewa dihatinya saat yang diharapkan tak kunjung tiba.


Dan kini mentaripun berganti sang rembulan sosok suami yang ditunggu sampai saat ini belum juga datang padahal waktu telah menunjukan pukul dua puluh malam. Della duduk bersimpuh di sajadahnya dengan kedua tanggan mengadah ke atas memohon ampun pada Tuhannya karena ia kembali kecewa saat pengaharapan akan hadirnya sang suami tapi tidak sepertinya pria itu masih nyaman disituasinya yang dulu saat masih belum beristri.


Setelah melaksanakan tugasnya sebagai seorang muslim Della menuju balkon kamarnya, menikmati keindahan langit malam. Tiba-tiba Della teringat malam dia dinikahkan dengan seorang pria yang belum dia kenal. Air mata Della jatuh menelusuri pipi mulusnya saat Adrian dengan lantangnya mengambil dirinya dari kedua orang tua melalui kata ijab “Aku tidak tahu ini takdir atau rekayasamu. Setidaknya buatlah aku mengerti bagaimana alur ceritanya. Jika tidak kuatkan aku selalu untuk melewatinya Tuhan” Della membatin dalam tangisnya.


Air mata yang sudah berusaha ia tahan jatuh tak terkendali walaupun dia wanita yang cukup kuat tapi sekuat apapun dia tetaplah wanita yang selalu menjadikan air bening itu sebagai pengobat kecewannya dan juga sebagai simbol saat mulut tak mampu lagi berkata.


.


.

__ADS_1


To be Continued


__ADS_2