
Mereka menuruni tangga tapi saat di pertengahan menuruni tangga hal tak terduga pun terjadi. Della yang fokus dengan ponsel mambuat nya menabrak tubuh tegap milik Adrian sontak laki-laki itu melingkarkan tangan kekar milikya di pinggang sang istri, dan pandangan keduanya pun bertemu.
Sungguh kau sangat cantik dan aku beruntung memiliki mu Della Destiyanti Ihsan Pratama. Adrian
Apa aku bermimpi? dia benar suami ku?ooohhh God he is very handsome. Della
Tanpa mereka sadari mereka saling melempar senyum yang sanggat manis.
"Hemmm.... "deheman seseorang menghentikan aktivitas sepasang suami istri yang saling mengagumi itu.
"Udah dong mesra-mesra nya emang dalam kamar belom cukup", ujar orang itu.
"Maaf kak." ucap Della karna sadar ia yang tidak fokus.
"Kamu gak papakan?" tanya Adrian yang tidak peduli pada orang yang dianggap menggangu mereka.
"Iya kak aku gak papa ". Jawab Della yakin.
"Woyyy... gue orang. Sialan lo Yan baru aja nikah udah lupain gue aja malah nikan gak bilang-bilang". kesalnya.
"Sorry bro dadakan". ucap Adrian enteng.
"Tapi lo gak hamilin anak orang kan....?". tanya laki-laki itu berbisik pada Adrian.
Takk.. sentilan keras mendarat di kepala laki-laki itu membuatnya megeluh sakit.
"lain kali ngomong tu jangan asal, lo gak mikirin prasaan gue itu hal biasa tapi mikirin nih prasaan dia yang di sebelah gue b****e". Adrian pun balik berbisik.
"Aku duluan ya, kalian lanjutin aja aku ngerti kok". Della melangkah menuju meja makan yang tinggal beberapa langkah lagi untuk meningalkan kedua laki-laki itu karna Della berfikir mereka berbisik karna takut Della mendengar pembicaraan mereka yang mungkin rahasia atau apalah.
"Ok". jawab Adrian.
"Pagi sapa seorang gadis yang baru gabung bersama Riky, Raeesah dan Della.
"Siapa kamu...?" tanyanya pada Della.
"Aku Della ", ucap Della sambil tersenyum.
"Ngapain kamu disini,,,,,???" Tanya gadis itu dengan tatapan introgasinya.
"Makanlah emang mau ngapain coba?".Tanya Adrian yang baru datang bersama seorang pria disampingnya.
gadis itu pun semakin bingung dengan apa yang ia lihat Della mengambil makanan untuk Adrian.
Pacarnya kak Adrian? pacar apaan kan kak Adrian gak pernah pacaran lagi setelah putus ama cewek ganjen itu. Andin
"Gak usah melamun gitu dong entar kesambet. canda Adrian".
" Dia Della kakak ipar kamu" tambah Adrian seolah tau apa yang membuat sang adik masih binggung.
"Ohhh.. "Kakak ipar. ujar Andin santai sambil mangut-mangut.
"Apa? kakak ipar? " ujar Andin dengan sedikit berteriak baru tersadar dengan apa yang diucapkan sang kakak.
"Gak usah kaget gitu deh, kan papa sama mama udah bilang sama kamu Ndin". kini Riky yang sersuara.
"Maaf kak aku belum tau kalau kakak itu kakak ipar aku". ucap Andin dengan nada yang terdengar lesu.
"Gak papa kok Ndin kakak ngerti sikap kamu. Kan kita juga belum pernah ketemu semalam kakak bener-bener lelah dan memilih istirahat duluan". ucap Della.
__ADS_1
"Iya kak semalam aku pulangnya agak telat karna nongkrong bentar di cafe ama teman-teman aku". ucap Andin.
"Dell kamu ikut Adrian ke kantor?" tanya Raeesah pada Della di sela makan.
"Gak kok ma aku mau ke kampus". jawab Della.
"Ooohhh kamu kuliah di universitas apa nak?...???." tanya Riky.
"Iya pa, fakultas kedokteran di universitas P*****n udah semester akhir pa" . Jawab Della.
"Hebat kamu nak". puji Raeesah.
"Kak aku anterin ya kan searah sama kampus aku". tawar Andin.
"Gak Della sama aku aja".
"Penganten baru mah dipepet".Terus ucap seorang yang dari tadi memilih diam.
(Dia adalah Fadil sahabat Adrian)
Della menunduk malu dan Raeesah menyadari itu.
"sudah-sudah nanti terlambat loh". ujar Raeesah.
***
kini mobil mewah yang ditumpangi Della dan Adrian melaju dengan kecepatan sedang bahkan terkesan lambat. Della mulai risih dengan suasana mobil itu karna hening seperti mobil itu melaju tanpa pengemudi dan penumpang.
Bosan dengan keadaan tersebut Della pun memutuskan untuk bertanya.
"Kak siapa pria tadi?." Adrian mengerutkan keningnya karna belum tau siapa yang Della tanyakan.
"Ohhhh itu sahabat aku, kamu tau gak dia pagi-pagi udah ke rumah cuma buat nanya hal receh" .Adrian tampak kesal mengigat tingkah Fadil.
"Aku boleh nanya lagi gak?". tanya Della lagi
"Boleh dong, emang mau nanya apa humm..."
"Kamu pernah ngebayagin gak kalau bakalan nikah sama orang yang gak kamu kenal sebelumnya?". Adrian melihat Della sekilas lalu kembali fokus menyetir.
"Gak". jawab Adrian singkat.
"kamu marah?" tanyanya lagi,
" gak aku gak marah. Jawab Adrian.
Della menarik napas pelan lalu menghembuskan sedikit kasar,
"Kamu gak perlu khawatir meskipun pernikahan kita gak pernah sekalipun kamu atau aku yang memikirkan itu tapi kita harus mempertahankan nya, aku sudah belajar mencintai mu dan aku minta kamu juga melakukan yang sama. Dan satu lagi apapun yang bakal terjadi nanti sama rumah tangga kita aku minta sama kamu pertahankan karna aku gak mau pisah dan ketahuilah kalau kita dipertemukan hingga menikah bukan tanpa alasan".
Kata-kata suaminya itu membuat Della tersentuh, tanpa sadar cairan bening mengalir begitu saja membasahi pipi mulus Della.
Adrian memberhentikan mobilnya dan berbalik menatap Della meraih pipi Della dengan kedua tangan nya mengusap lembut pipi yang basah itu.
"Turun yuk udah sampai". Della pun terkejut ia mengalihkan pandangannya ke sekitar dan benar saja kini mereka berada di halaman kampus Della.
"Aku pamit..." makasih udah dianterin.
Kini Della menyelusuri lorong kampus menuju kelas.
__ADS_1
"Della....." teriak seorang gadis dengan suara ceprengnya dan Della tau betul siapa pemilik suara itu siapa lagi kalau bukan Nitha salah satu sahabatnya.
"Kebiasaan deh, ini kampus bukan hutan udah kayak tarzan aja". ucap Della
"Hehehe....lo kayak gak tau aja", ucap Nitha cengengesan.
"kebiasaan, ehhh Nadia mana sih kok gak keliatan?" tanya Della.
"Telpon aja Dell". saran Nitha
Tangan Della pun mulai meraba ledalam ransel untuk menngambil ponsel untuk menelfon Nadia.
"Ehhhh ponsel ku dimana ya". tanya Della.
"Nih ponsel kamu ketinggalan tadi di mobil". ucap seorang sambil menyodorkan ponsel milik Della.
Deggggg.....
"Sumpah demi neptunus Dell gue gak mimpi kan Dell ini orang apa bukan sih atau gue lagi bermimpi ketemu pangeran senja?"tanya Nitha yang melonggo.
"Siapa lo?" tanya Nadia yang baru bergabung.
Seolah sadar dengan kehadiran sang suami dan pertanyaan sahabatnya membuat Della terbata-bata dalam menjawab.
"Di-dia......."
"Gue suaminya Della", ucap Adrian sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan.
"Apaaaa... ???"teriak Nitha dan Nadia bersamaan.
Entah sejak kapan Nadia sudah berada disana, suaranya juga sempat membuat Della dan Nitha kaget namun mereka tidak ambil pusing.
"Dell kapan lo nikah?" tanya Nadia.
Lo gak dijodohin kan sama abi kan?"tanya Nitha.
"Dan iya kok lo tega banget sih nikah gak bilang-bilang?"tanya Nadia lagi.
"Apa jangan-jangan dia yang maksa lo buat nikah?" tanya Nitha.
"atau jangan-jangan dia udah macem-macem sama lo dasar ganteng-ganteng mubazir". sinis Nadia.
Della benar-benar di buat frustasi oleh pertanyaan kedua temanya.
Stooppp........
To Be Continued
.
.
.
.
.
.
__ADS_1