
"Dell....aku bukannya nyalahin kamu ".
" Trus apa kalau bukan nyalahin hah...."Sungut Della.
" Jangan salah paham dong Dell, aku cuma khawatir dan disaat itu, kamu juga gak jelasin jadi kesini deh akhirnya". Tutur Adrian.
" Tuh kan kamu nyalahin aku ".
Hiks... hiks.... hiks.....
"Lah kok nangis, sensitif amat kayak p****t bayi, tapi nyerah aja deh dari pada kepanjangan entar gak pulang.Adrian
"Aku gak nyalahin kamu Della. Tapi udah deh kita gak usah bahas ini lagi, sekarang kita pulang yuk ". Ajak Adrian sambil jemarinya megusap lembut cairan bening yang membasahi pipi mulus Della.
Adrian berusaha menenagkan sang istri sementara ia sendiri juga sedang susah payah menenagkan emosi nya agar tidak marah pada Della.
" Jalan nya gimana rok aku udah banyak bercak darahnya malu kalau dilihat orang ". Ucap Della dengan suara serak.
" Trus gimna dong.....?" Tanya Adrian sedikit frustasi.
"Della terlihat berfikir,,,,,,,,Kemudian ia ingat kalau ada selendang dalam ranselnya, entah kapan selendang itu ada dalam ransel nya dan untuk apa ia pun tidak tahu pasti.
" Kak ada selendang di ransel aku tolong ambilin biar aku pakai buat nutupin noda nya ". Ucap Della halus.
" Baiklah.......Tunggu di sini ya....!!!! Dan jangan ke mana-mana ". Adrian pun keluar dari ruangan itu.
"Kalau bisa ke mana-mana udah pasti aku gak minta kamu buat ambilin selendang di ransel aku Adrian ". Geram Della.
Lima belas menit berlalu Adrian belum juga kembali, sementara Della sudah uring-uringan gak jelas di atas bad hospital ia juga sudah tidak nyaman dengan pakaian yang melekat di tubuhnya terlebih bawahan yang sudah sangat lembab.
"Aku terlambat ya.......?????". Tanya Adrian yang baru masuk ke ruang itu dengan nafas ngos-ngosan.
"Pake nanya". Ucap Della ketus.
" Maaf......."
" Mana selendang nya.......????" . Aku udah gak nyaman banget ni.
" Pakai ini aja ", Adrian menyodorkan paper bag yang di dalamnya ada sebuah rok berwarna hitam, dalaman dan s****x untuk di pakai Della sementara. Dia berfikir dengan itu Della mungkin sedikit lebih nyaman.
Della menerima paper bag itu dengan kening berkerut, namun itu tidak lama ia pun menuju kamar kecil yang ada di ruangan itu.
"Ternyata ini yang membuat mu lama, kau mau membeli ini untuk ku, aku tahu bagaimana malu nya kamu ketika membeli ini ......???? aku aja masih malu membeli ini.
Maafkan aku Adrian, yang sudah merepotkan mu. Della.
" Kak, maaf ya udah ngerepotin kamu ". Ucap Della pelan.
Kini sepasang suami istri itu sudah berada di mobil yang mulai meninggalkan rumah sakit perlahan menelusuri jalanan yang masih ramai sesekali ada antrean panjang yang berlangsung sebentar bahkan lama membuat yang berkendara tidak sabaran.
"Santai itu udah tugas aku" balas Adrian disertai senyum manisnya.
"Kamu gak marah aku gituin tadi.........????? "
"Gak kok aku udah ngerti Dell kalau wanita yang lagi datang bulan kadang suka resek, dan bukan itu yang kamu inginkan tapi ya mau gimana lagi. Iyakan......?????? "
__ADS_1
"Tahu dari mana......????? "
"Tadi tanya sama suster"
" Ohhhh...... Tapi kali ini aja ya jangan bikin aku malu kayak tadi lagi ".
" Sumpah kak tadi rasanya tu kayak lagi dit********n. Malu banget aku kak ".
"Iya maaf ya.....!!!!!! "
" Ok kali ini aku maafin........"
Mobil yang mereka tumpangi masih terus melaju, namun tiba tiba Della meminta Adrian menghentikan laju mobil di depan sebuah masjid yang tidak terlalu besar.
" Stop Kak... "Ucap Della setengah berteriak.
Spontan Adrian pun menginjak rem mobil membuat tubuh mereka terdorong ke depan.
" Ada apa.....?????" Tanya Adrian sedikit panik.
Tak langsung menjawab pertanyaan sang suami Della menghembuskan nafasnya kasas, " Huuufffff...... Kak lain kali jangan dadakan gitu dong, hampir copot ni jantung trus kalau tadi kepala kepentok bisa-bisa amnesia ". Oceh Della.
"Lagian siapa coba yang minta buat brentiin ni mobil.....????? "
"Ya aku lah, tapi gak gitu juga kali........"
"Trus salah siapa coba...... ????? "
"Della cuma mengangkat kedua pundak nya"
" Ohhh..... Itu kak udah masuk waktu magrib kak".
Adrian bingung dengan ucapan Della pasalnya Della masih dalam keadaan mentruasi tidak boleh melakukan sholat tapi kenapa Della meminta nya berhenti di depan masjid karna sudah masuk waktu magrib.
"Kamu mau sholat.....????? ". Tanya Adrian begitu ambigu
Della menggeleng dengan cepat.
"Lalu......?????"
"Ya kamu la yang harus sholat kak"
"Aku.......??????".Tanya Adrian menunjunk diri nya sendiri.
" Iya kamu kak, siapa lagi coba.
Kamu harus lebih baik dari saat ini, ingat sekarang posisi kamu adalah imam dalam keluarga kita, kalau kamu gak belajar gimana mau ngajarin aku........????? "
Adrian hanya diam mendengar penuturan Della
"Belum lagi kalau kita punya anak, siapa yang bakal bimbing kami....? "
"Ahhhh..... Gimana anak bisa hadir kalau aku masih kayak gini. Della
Adrian terlihat berfikir sejenak" Ya udah kamu tunggu bentar ya, aku sholat dulu,
__ADS_1
mau belajar jadi imam yang baik buat kamu dan anak kita nantinya ". Ucap Adrian tersenyum dan mengusap lembut kepala Della yang tertutup hijab.
Della tersenyum mendengar itu, " Ya udah sana gih bentar lagi azan loh". Ucap Della sambil mendorong pelan tubuh Adrian.
Tidak lama setelah Adrian turun dari mobil gema suara azan yang merdu pun terdengar.
Della menunggu Adrian di dalam mobil yang sudah ia parkirkan terlebih dahulu di parkiran masjid sambil berzikir melantunkan pujian-pujian kepada sang pemilik segala Puji dan yang paling berhak atas segala pujian.
Tujuh belas menit berlalu Adrian pun usai dari kegiatan nya dan beranjak pergi dari masjid lalu menhampiri Della.
Della menyambut datang nya sang suami dengan tersenyum ke arah Adrian yang tengah melangkah ke arah nya yang dilihat Della dari dalam mobil yang jendela nya sengaja dibuka oleh Della.
"Uhhh... Tanpan nya suami ku habis solat gini makin macho aja, Ya Allah kuatkanlah pernikahan kami dengan rasa cinta yang hadir dan yang akan hadir. Hamba yakin semua ini terjadi karna kehendak Mu wahai Dzat yang maha menghendaki karna hamba sangat yakin akan "Kun fayakun Mu" Tuhan ku. Della.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh........ Ucap Adrian.
" Dell kok malah bengong.....?????". Tanya Adrian.
" Della..........????"
Seketika Della pun tersentak dari lamunan nya ketika Adrian mencubit pelan hidung nya.
"Ehhhh....Udah selesai kak.....???? " Della basa basi , kemudian menyalimi suami nya. Kok gak salam kak......????? "
Fiksss Della benar-benar larut dalam lamunan nya tadi jika tidak di kagetkan oleh Adrian, mungkin sekarang masih menatap Adrian dengan sejuta kekaguman pada mahluk Tuhan yang menjadi suami Della saat ini.
"Tadi salam tapi gak kamu jawab, entah apa yang ada dalam fikiran mu hingga kehadiran ku tidak kau sadari "....
To Be Continued
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1