
Sesampainya mereka di rumah, Della langsung menuju kamar tujuan utama dari langkah nya adalah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karna tubuh nya terasa sangat lengket.
Sambil menikmati guyuran air dari shower, sesekali Della tersenyum mengigat drama di rumah sakit tadi sore,
wajah tanpan suami nya yang panik jadi alasan utama senyuman itu, ada juga rasa kesal mengigat tingkah Adrian yang over posesif Adrian menurut Della.
"Ternyata suami ku nyebelin juga" Gumam Della.
Lima belas menit berlalu, akhir nya Della pun selesai dengan ritual mandi nya, dan segera keluar.
Dengan perlahan menuju ruang ganti setalah itu menuju tempat tidur dan berbaring.
"Ahhhkkk..... Sakit sekali perut ku. Della meremas guling ketika merasakan nyeri di perutnya.
Tok... tok... tok....
Suara ketukan pintu kamar Adrian dan Della.
Siapa.....?????? Tanya Della dari dalam kamar.
"Saya non, maaf sudah mengangu"
Della pun bangun dan membukakan pintu kamar " ada apa bik.......?????
"Maaf non .
Tuan, nyonya, den Adrian dan non Andin sudah menunggu non untuk makan malam"
"Baiklah........ " Della pun menuju ruang makan sambil merapikan jilbab nya.
"Maaf ma, Pa, jadi nunguin Della gini. Ucap Della kerna merasa tidak enak dengan kedua mertuanya.
"Gak apa-apa nak" Ucap Raeesah.
Mereka pun mulai menikmati makan, kini di ruang makan hanya hening sesekali terdengar dentuman sendok dan garpu.
Setelah selesai makan malam mereka duduk berkumpul di ruang keluarga sambil berbincang. Tak ada Adrian bersama mereka, ia telah pamit untuk keluar rumah entah apa yang akan ia lakukan ia pun tidak memberi tahu itu pada seorang pun yang berada di rumah.
"Cukup lama obrolan di ruang keluarga, waktu sudah menunjukan pukul 21: 00, Andin pun pamit ke kamarnya begitu juga Della.
"Ma, kakak ipar kalian lanjutin ya aku mau ke kamar, udah nyantuk. Andin menguap
Tuppp..... Telapak tangan Della menutup mulut Andin yang terbuka. Melihat sorot mata Andin yang sedikit kesal Della menjelaskan alasannya menutup mulut Andin.
"Maaf dek, lain kali mulutnya di tutupi kalau lagi menguap, kan gak lucu tiba-tiba ada yang ikut masuk.
"Hahhahaha..... Iya juga ya. Ndin lagian kalau dilihat orang emang gak malu apalagi dilihat gebetan". Raeesah menimpali.
"Ok.......! Ucap Andin singkat kemudian berlalu menuju kamarnya.
__ADS_1
"Ma aku juga mau ke kamar"
"Iya sayang,,,,,,,,,
Adrian yang baru pulang langsung masuk ke kamar dan langsung ke ruang ganti, saat itu Della baru keluar dari kamar mandi dengan kimono selutut yang menempel di tubuhnya.
Della berjalan ke arah lemari Della belum menyadari kehadiran Adrian di situ, dengan santainya ia melepas kimono.
Rambut Della yang ke ikat asal menunjukan leher jenjang miliknya dan bentuk tubuh yang begitu sempurna serta kulit putih mulus. Adrian benar-benar menikmati keindahan itu tanpa berkedip.
"Lo jangan bangun dulu punya Della lagi gak bisa dipake, lo mau berakhir di kamar mandi....???. Adrian
Sejak kapan kamu disini kak.....????" Tanya Della setelah selesai mengancingkan piyama dan berbalik mendapati Adrian yang berdiri di depan pintu ruang ganti yang tertutup.
Sejak kamu baru keluar dari kamar mandi. Jawab Adrian enteng
"Apa.........?????. Della Kaget
Adrian melangkah mendekati Della.
Gak perlu kaget juga kali sayang, gak usah malu juga kalau aku lihat kamu lagi gak pakai baju.....????. Bukannya kita udah pernah bertemu dalam keadaan yang sangat intim sayang. Ucap Adrian sambil mengecup leher Della.
Kenapa sampai teledor gini sih....??? emang gak apa di depan suami tapi sumpah aku gak percaya diri b****l di depan orang lain apa lagi laki-laki walaupun dia suami ku. Della
Wajah Della merona dengan tingkah dan kata-kata Adrian.
"E-enggak kok". Elak Della terbata.
kalau gitu buka lagi dong. Ucap Adrian kini jemarinya sudah memainkan kancing piyama Della.
"Husss.... minggir deh kak pengap. Ucap Della kemudian berlalu meninggalkan Adrian di ruangan itu.
"Sayang aku tahu kamu malu, bukti nya pipi kamu udah merah kayak strobery gitu. teriak Adrian sambil melangkah ke kamar mandi.
"Tu kan tadi udah gue prigatin jangan bangun tapi lo gak peduli. gak asik kalau gue sendiri yang nidurin. Omel Adrian pada si otong. Tapi salah gue juga sih pake kecup Della segala.
20 menit kemudian Adrian telah selesai dengan urusannya di kamar mandi. Jadi nyesel kan udah bertingkah jail padahal dia sendiri yang tersiksa.
Adrian membaringkan tubuh nya di samping Della yang tidur membelakangi nya.
"Dell hadap sini dong....."
"Gak kamu nyebelin"
"Yeeee.... gitu doang ngambek yang"
"Terserah....... Ucap Della ketus".
"Sayang...... kamu kan gak bisa kasih jatah jadi aku peluk dong.
__ADS_1
Kamu gak tahu gimana tersiksa nya aku pas baru sekali ngerasain trus puasa lagi. Bener-bener gak kuat sayang. Mending gak pernah dari pada udah tapi terpaksa harus puasa". Ucap Adrian memelas.
"Brisik deh kak, diam bisa gak nih perut lagi sakit aku mau tidur biar sakit nya gak kerasa lagi, dan kalau mau peluk ya peluk aja". Ucap Della sambil merapatkan giginya sangking kesel dengan tingkah Adrian yang udah kayak anak kecil yang kehilangan mainan.
"Maaf......Tapi bener ya aku peluk.....?????"
"Iya bawel...."
Adrian pun memeluk Della dari belakang. Tak butuh waktu lama Adrian terhanyut ke alam mimpi tapi tidak dengan Della. Wanita itu masih terjaga karna sakit di perut nya.
"Adrian udah tidur belum ya....???? udah jam segini juga, nih perut juga masih nyeri aja, kelupaan juga tadi gak beli kiranti, minta Adrian bisa gak ya....???. Della
"Kak.... "Pangil Della pelan, namun tidak ada jawaban dari Adrian Della pun berbalik. "Udah tidur ternyata. Dikompresin aja deh biar enakan".
Della pun pelan-pelan turun dari ranjang takut pergerakan nya membangunkan Adrian yang sudah terlelap, dan turun menuju dapur.
Sesampainya di dapur ia mengambil air hangat dalam sebuah wadah bening lalu mencelupkan handuk kecil dan menempelkan pada perut nya.
" Nyapain lo.....????"
Brak.....Ting.... Suara wadah itu pecah ketika menimpa lantai karna Della yang menarik tangan nya secara tiba-tiba. Untunglah setelah turun dari tempat tidur tadi Della mengambil jilbab di lemari dan memakai nya jika tidak mungkin orang itu akan melihat bagian yang bukan hak nya.
" S-siapa kamu....???? " Tanya Della terbata-bata.
"Shuutttt.... Ucap pria itu sambil menaruh jari telunjuknya di bibir."Jangan bertanya seperti itu nona, seharus nya saya yang bertanya siapa anda.......????". Gertak nya.
Della megerutkan kening nya pertanda tidak mengerti dengan ucapan pria itu.
" Kamu maling ya....?????" Ucap Della tiba-tiba, ia sendiri pun tidak yakin dengan ucapan nya tapi entahlah.
" Maling..... ???? sialan anda kira saya kekurangan hingga maling. Ohhh apa jangan-jangan anda yang mau maling dan menuduh saja ". Ucap pria itu berbarengan dengan gerakan cepat ke arah Della dengan niat menangkap Della.
To Be Continued
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.