Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Maafkan aku yang mencintai mu


__ADS_3

“Siapapun dia.... jika dia wanita sudah pasti cerewet....” gumam Adrian dalam hati.


“Baiklah....yang mana dulu dari pertanyaan mu yang harus ku jawab Dell...? tanya Adrian menatap Della intens.


“Siapa wanita itu? Della juga menatap balik Adrian.


“Dia kontraktor yang aku sewa untuk merenovasi rumah kita”


Alis Della kembali bertautan “Kamu binggung mengapa aku tidak menyapanya saat aku datang tadi?


“iya...”


“Aku tidak banyak bicara dengan orang baru, lagian semua urusan itu telah aku serahkan pada sekertaris ku “


“Ooooohhh...” Della mengangkuk mengerti.


“Next question?”


“Kamar siapa yang aku masuki tadi?”


“Kamar ku”


“Jika itu kamar mu.....lalu....pakaian perem...” Della menutup mulutnya denga kedua tangan dia tidak ingin meneruskan kata-kata yang mungkin nanti menyakitkan hatinya.


Sepertinya Della mulai cemburu pada suaminya.


Cletak...


“Adrian mengapa kau menyetil keningku....” Della menggusap lembut keningnya untuk menghilangkan sedikit rasa nyeri.


“Makanya jangan mikir yang macem-macem Della”


“Bagaimana tidak, jika dikamar mu ada pakaian perempuan dan selama seminggu ini kamu jarang pulang rumah”


“Kata siapa....?"


“Aku...”


“Aku bukan jarang di rumah, kamu saja yang tidak tahu.....aku sering tidur disamping mu setiap malam saat kamu sudah terlelap dan bangun dan pergi sebelum kamu bangun dari tidur nyenyak mu Della ”


“Mengapa?”


“Karena aku mulai mencintai mu Della jauh sebelum kita dinikahkan tapi aku harus belajar untuk menerima kenyataan bahwa kamu lebih memilih orang daripada aku apalagi kita terpaksa menikah membuatku tidak percaya kalau kamu menerima ku sepenuhnya sebagai suami mu, maafkan aku yang mencintai mu” Adrian berkata dalam hati.

__ADS_1


“Jawab aku, menggapa kamu menghindari ku”


“Aku tidak menghindari mu aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan tidur di kamar ku dan harus cepat sampai di kantor karena ada yang harus aku selesaikan sebelum aku pergi”


“Pergi ke mana?”


“Urusan pekerjaan”


Pertanyaan berikutnya “Pakaian siapa yang ada di kamarmu?”


“Itu punya mu”


“Hei.....Aku baru ke rumah tadi siang jadi bagaimana itu milik ku lagian jika itu milik ku mana mungkin sang pemlik tidak mengetahuinya...Ada-ada saja kamu”


“Aku yang mempersiapkannya untuk mu, Tidakkah kamu lihat semua sesuai style mu? jika untuk pindah ke rumah kita kamu tidak perlu membawa semua pakaian punya mu karena kita juka akan sesekali nginap di rumah ini”.


“Terima kasih” Ucap Della


“Sama-Sama, ya sudah ayo tidur sudah malam”


“Iya”


Perlahan kedua pasang mata Della dan Adrian menutup untuk mengistirahatkan tubuh agar semangat untuk menjalani hari esok dan mulai menjelajahi alam mimpi masing-masing.


“Rian jaga menantu mama, jangan buat dia bersedih atau menyakitinya jika kamu tidak ingin berurusan dengan mama” ucap Raeesah saat Adrian mencium penggung tanganya.


“Pasti ma” Adrian juga memeluk Raeesah.


“Della sayang mama aka selalu mengunjungi mu” Raeesah mengecup kedua pipi Della dengan sayang.


“Iya ma” Jawab Della kemudian beralih ke Riky dan menyalami tangannya.


Riky menyodorkan sebuah amlop berwarna putih pada Della“Jika kamu mau nak papa tidak mengharuskan atau tidak menwajibkan semua keinginan papa terpenuhi” Ucap Riky sambil mengusap kepala Della yang tertutup hijab dengan lembut.


“Ini apa pa?” Della bertanya.


a_


“Papa memutuskan untuk menjadikan kamu rektor di salah satu rumah sakit punya papa tapi jika kamu mau dan jangan terima tawaran papa karena kamu merasa tidak nyaman atau papa akan berkecil hati dan kecewa saat kamu menolak” jelas Riky


“Gitu ya pa, pa Della jawab nanti ya soalnya Della harus bicara dan izin dulu sama Adrian”


“Iya nak”

__ADS_1


“Ya sudah kami pergi dulu” ucap Adrian dan Della setelah berpamitan kepada Andre, David, Niko, dan Andini.


“Dah .....” Andini melambaikan tangan pada kakak dan kakak iparnya.


“Rian jangan lupa pesanan papa” teriak Riky sebelum Adrian masuk ke dalam mobil dan Adrian hanya menanggapinya dengan malas.


“Iya....iya....” jawab Adrian malas.


“Jangan malas gitu entar gak jadi” ucap Riky sambil tertawa.


“Siap pa....” Adrian langsung masuk kedalam mobil dan menghidupkan mesin lalu segera meninggalkan rumah orang tuannya sebelum pesan ibunya nyusul.


“Nah gitu dong”


“Papa pesan apa sama Rian” Raeesah kepo.


“Cucu” Jawab Riky singkat.


“Rian mama juga sama kayak papa” teriak Raeesah.


“Tuh kan....” gerutu Adrian.


“Emang papa pesan apa sih sama kamu” tanya Della.


“Rahasia” Jawab Adrian, dia tidak ingin Della tahu permintaan papa Riky yang menggiginkan cucu.


Ya begitulah keinginan umum orang tua saat anak-anaknya telah berumah tangga.


“Rahasia kok mama juga tahu”


“Ya rahasia aku, papa sama mama lah”


.


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


Maaf karyaku tidak sebagus yang lain soalnya aku baru pertama menulis.


__ADS_2