Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Menikah


__ADS_3

"Jangan cemas pak saya akan menjaga putri bapak walaupun ini terjadi tanpa rencana saya maupun putri bapak tapi pernahkah bapak berfikir bahwa ini mungkin rencana Tuhan? " Adrian berbisik pada Ihsan yang duduk di sebelah kirinya.


"Ya Allah... bahkan aku pun tak berfikir ke sana."


"Baiklah tapi apakah kamu yakin nak ini bukan karna terpaksa karna bapak tidak sanggup melepas Della ke orang yang salah" ucap Ihsan pelan yang hanya didengar oleh mereka berdua saja.


"Iya pak saya tidak terpaksa saya rasa mungkin ini jalannya dan saya rasa putri bapak orangnya baik kok jadi tolong restui kami dan beri pengertian pada putri bapak untuk menerima keputusan ini setelah itu saya akan menghubungi keluarga saya, sebenarnya orang-orang ini bisa saya urus tapi hati saya berkata biarkanlah" jelas Adrian yang diangguki oleh Ihsan pertanda mengerti.


"Iya sepertinya dia orang baik-baik, dan jika dilihat dari penampilannya sepertinya dia bukan orang sembarangan walaupun sedikit berantakan" gumam Ihsan pelan.


"Della terimalah pernikahan ini" pinta Ihsan


kini mereka ada di kamar Della yang tak jauh dari ruang tamu yang sudah beralaskan karpet karena hari ini sebenarnya akan ada rapat yang di lakukan seminggu sekali di setiap rumah di kelurahan tersebut dan hari ini rencana nya akan dilakukan di rumah pak Ihsan namun karna kejadian kecelakaan yang dialami Adrian mengantarkan mereka pada perkara lain yakni pernikahan.


"Abah apa abah tidak percaya lagi padaku?" Della menunduk sedih


"Jangan berfikir seperti itu sayang abah sangat percaya pada mu, dan kejadian tadi hanya akan di fikirkan tidak baik bagi orang yang memang sudah kurang sehat logikanya. Tapi aba sejalan dengan apa yang dipikirkan anak itu mungkin ini takdir hidup mu sayang" jelas Ihsan sambil membelai lembut kepala Della yang tertutup jilbab.


"Abah jika apa yang abah pikirkan salah apa yang akan abah lakukan? Della tak ingin menjadi janda karna Della tahu pernikahan terjadi tanpa adanya rasa cinta tidak akan bertahan". tuturnya halus


"Cinta tak menjamin itu sayang, ada orang yang menikah karna saling mencintai tapi diakhiri dengan perceraian, dan apakah kau tahu abah dan umma menikah bukan karna saling mencintai? "tanya Ihsan yang di jawab Della dengan gelengan.


"Abah dan umma menikah karna dijodohkan oleh kakek mu dan Nenek dari umma dengan alasan untuk mempererat silaturahim dan persahabatan kakek dari abah dan almarhum kakek dari umma sayang dan kamu tau kan yang namanya perjodohan itu sudah pasti tanpa cinta tapi seiring berjalan nya waktu cinta itu hadir dan kamu pun dapat melihatnya, rumah tangga abah dan umma baik-baik saja kan?" tangan Ihsan masih setia membelai kepala Della dengan lembut.


"Apa aba tidak ragu melepas Della padanya.....?" tanya Della sambil menunjuk ke arah Adrian yang duduk di ruang tamu karna pintu kamar Della tidak ditutup.


"Iya sayang entah kenapa abah begitu yakin jika harus menyerahkan tangung jawab menjagamu ke dia dan abah yakin dia orang baik karna anak aba juga baik. Ketahuilah sayang jika jodoh adalah cerminan diri maka kita tidak boleh ragu tapi jika dia bukan jodohmu maka Allah punya rencana indah untuk mu melalui Takdir-Nya".


"Baiklah tapi bagaimana dengan umma dan abang Hendri?". Della mendongkakan wajahnya menatap sang ayah.


"Umma dan abang mu dalam perjalanan pulang abah sudah menyakinkan mereka jadi tak perlu khawatir ya sayang." Ucap Ihsan menenangkan.


.......


"Nak, Della sudah setuju". ucap Ihsan yang kini sudah berada di samping kanan Adrian setelah melaksanakan solat magrib.


"Baiklah bapak meminta mahar apa?" tanya Adrian


"Tidak nak bapak tidak minta apa-apa tapi bagaimana dengan mu nak, apa yang akan kamu minta sebagai mahar pernikahan mu sayang...?" tanya Ihsan pada Della yang duduk di samping kanan nya.


"Bapak muslim?" tanya Della yang dijawab Ardian dengan anggukan.

__ADS_1


"Bisa ngaji....?" tanya Della lagi.


"Bisa tapi belum lancar".


"Baiklah maka lantunkanlah surah Ar-Rahman sebagai mahar pernikahan." ucap Della mantap.


"Baiklah jika itu maumu. Bersiaplah sebentar lagi mama akan datang bersama papa."


Sesaat selesai Adrian berkata ada suara mobil berhenti diluar rumah selang beberapa menit kemudian nampaklah dua orang paruh baya namun masih sehat cantik dan tampan berada di depan pintu rumah Ihsan.


"Assalamualaikum....." sambil melangkah ke sofa yang ada di ruang tamu rumah itu.


"waalaikumussalam...." balas Della, Adrian, Ihsan dan beberapa orang lagi.


"Ooohhhh ternya dia calon mantu kita pa".ucap mamanya Adrian sambil memandang Della dan meletakkan bawaan nya yaitu sebuah kotak bening yang di dalamnya ada sepaket perhiasan.


"Rian apa kamu sudah mengigat nama calon istri mu?"


"Astaga untung papa ingatin, nama kamu siapa" tanya Adrian sambil melihat ke arah Della.


"Della Destianty Ihsan pratama". ucap seseorang yang baru sampai.


"Siapa lo....?" tanya Adrian degan wajah yang tak bersahabat.


"santai calon adik ipar saya abangnya. " Jawab Hendri sinis.


"Umma......"Della segera berdiri dari duduknya berlari ke arah Aryanti dan memeluknya.


kalian teruskan, aku dan Della sama ibu nya akan ke kamar dulu untuk membantu Della bersiap-siap.


.....


"Tante, Umma, Della mau solat isya dulu." Pinta Della kepada dua wanita paruh baya yang kini berada di dalam kamarnya.


" Iya sayang apa mama juga boleh ikut solat bareng? " Della menganguk dengan mimik wajah binggung, namun iya mengiyakan pemintaan mamanya Adrian.


Kini mereka pun solat bejamaah di kamar Della dengan Aryanti ibunya Della sebagai imam.


.......


"Gimana yan udah hafal belum nama calon istri?."

__ADS_1


Adrian membuang napasnya agak kasar.


"Belum pa namanya panjang amat" bisiknya pelan di telinga papanya nyaris tak terdengar.


Riky terkiki mendengar jawaban anak nya. "bentar lagi loh Yan salah tiga kali gak jadi nikah", ucapnya yang langsung mendapat lirikan tajam dari Adrian.


"Yan beneran kamu mau nikah sama Della....?"


tanyanya setelah Adrian menunduk lesu.


"Iya Pa Rian juga gak tau kenapa."


"Mau nolak cuma gak kuasa aja pa kayak rasa akan kehilangan jika Rian tolak."


Mendengar penuturan anaknya membuat Riky mengukir senyum di sudut bibirnya, kemudian berucap "fokus Yan biar gak nyesal" yang dijawab Adrian pelan.


Sementara di kamar Della, Raeesah telah selesai mendandani Della dengan dandanan sederhana karna wajah Della yang aslinya sudah cantik tak butuh polesan lebih bahkan tanpa make up pun sudah cantik.


"Perfect" ucap Raeesah setelah selesai dengan urusan mendandani calon menantunya itu.


Meskipun dadakan Raeesah ingin pernikahan anak laki-laki keduanya ini menjadi moment yang berkesan karna mengigat ini pernikahan pertama dalam keluarga kecilnya karena kakak Adrian belum menikah, begitu pula adik bungsunya Andini.


Sebenarnya wanita paruh baya itu ingin membuat nikahan anaknya dengan meriah namun karna pernikahan yang dadakan dan karna terjadi juga karna sebuah kecelakaan membuat Raeesah mengurunkan niatnya namun tidak tahu nanti jika acara resepsinya.


To Be Continued


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2