
Turunin aku disini pinta Della untuk kesekian kalinya. Tapi tetap tak digubris oleh Adrian.
Adrian...... teriak Della sontak laki-laki itu pun langsung menghentikan mobilnya.
Aku yang turun ucap Adrian. Della pun binggung dengan keputusan suaminya itu.
Gak ini mobil kamu jadi aku yang harus turun. ucap Della yang sudah sangat kesal dengan tingkah suaminya itu.
Semua yang aku punya sekarang milik kamu bahkan hati dan pikiran ku pun milik kamu Della.
Deggggg...
"Jantung gadis itu berdegup kencang seperti baru selesai memutari 3 kali lapangan bola.
Kamu gak tau seberapa khawatirnya aku saat kamu gak jawab telfon dari aku, kamu gak tau berapa lamanya aku nunguin kamu balas pesan chat dari aku atau telfon aku balik dan kamu gak tau seberapa marahnya aku saat kamu matiin telpon dari aku saat aku masih mau bicara sama kamu. Della hari ini hanya ragaku yang jauh dari kamu tapi ketahuilah fikirku hanya tertuju kepadamu. Aku pun gak tau ada apa sebenarnya tapi perlahan aku menyadari aku jatuh lagi Della.
Della masih saja terpaku mendengar penuturan suaminya bahkan ian juga mulai ragu dengan indra pendengaran nya.
Hei kuping ngapain kamu ikut-ikutan gak beres sama kayak jantung hum? untung otak masih normal masih sempat berfikir kalau tidak aku gak tau apa yang akan terjadi.
Della....
Della....
Della...
Merasa tidak direspon oleh Della Adrian pun semakin kesal laki-laki itu pun sudah sangat marah dengan gadis yang duduk disebelahnya itu membuatnya keluar mobil dan membanting pintu mobil itu dengan sangat kuat.
Bruuukkkkk.....
Astagfirullah.... Kak aku gak bisa bawa mobil. teriak Della pada Adrian yang sudah sedikit menjauh.
Tinggalkan jika tidak bisa. ucap Adrian tak acuh.
Hei tuan sombong bagaimana aku bisa meninggalkan sesuatu yang diberikan oleh orang yang aku cintai. teriak Della. Adrian pun menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah menatap Della yang berdiri di samping mobilnya.
"Aku yakin kau hanya membohongi ku, hentikan itu Della tolong jangan balas perasaan ku karna kau ingin aku kembali ke mobil dan membawa mu pulang. Adrian
"Della yang melihat Adrian berbalik pun merasa lega, namun tiba-tiba Adrian kembali membelakangi Della dan melanjutkan langkahnya dan berteriak "Simpan kata-katamu aku tidak butuh kau kasihani dan satu lagi jangan membohongi ku.
Kenapa malah seperti ini apa aku harus mengejarnya? apa dia bisa membaca pikiran orang? Laki-laki aneh. Della.
Della berlari mengikuti Adrian ia meninggalkan mobil Adrian di pinggir jalan sebelum itu ia sudah mengambil kunci mobil dan menutup pintunya.
Kenapa kau mengikutiku? tanya Adrian datar.
__ADS_1
Aku megikuti mu karna mau pulang bersama mu. Jawab Della.
Ini alamat rumah, pulanglah dan jangan mengikutiku." ucap Adrian sambil menyodorkan selembar kartu pada Della.
Aku tetap akan mengikuti mu." Della tetap bersih keras mengekori Adrian.
Hei mata empat kau benar-benar keras kepala. geram Adrian
Kenapa dia tidak mempercayai ku apa aku tidak bisa dipercaya? . Della.
Tik... Tik... Tik....
Bunyi rintikan hujan membasahi bumi Della pun perlahan menutup mata dan merentangkan tangannya merasakan rintik hujan yang mulai deras.
Dua menit berlalu. Hei apa yang kau lakukan? tanya laki-laki itu ketus.
Disini mataku yang bermasalah tapi malah kau yang tidak bisa melihat jika matamu mulai bermasalah setidaknya kau bisa merasakannya. Jawab gadis itu tak kalah ketus.
"Dasar gadis aneh hujan bisa dia nikmati seperti itu. Adrian
Ayo pulang." ucap Adrian sambil menarik tangan Della pelan.
Della pun melangkah mengikuti langkah Adrian yang cukup lebar.
Sesampainya di depan rumah Della sudah menggigil begitu juga Adrian.
Waalaikumussalam.... balas Raeesah.
Yan kok basah kuyup gitu? tanya Riky
Kehujanan pa. jawab Adrian
Mobil kamu mana?. tanya Raeesah
Ditinggal di jalan ma sama dia. Jawab Adrian sambil menunjuk ke arah Della, yang tunjuk pun tidak terima pasalnya bukankah Adrian yang meninggalkan dia di mobil tadi dan ketika gadis itu mengatakan bahwa dia tidak bisa mengemudikan sebuah mobil apa jawaban laki-laki itu? "Tinggalkan jika tidak bisa" kata-kata itu bahkan masih meninggalkan jejak di telinga Della meskipun beberapa waktu lalu ia sempat tidak mempercayai indra pendengaran nya itu saat suami nya mengucapkan kata yang sempat membuat jantungnya seketika berhenti.
Kak bukanya kau yang meninggalkan ku tadi, apa kau lupa? " tanya Della sedikit megeratkan gigi nya.
Iya benar aku yang meninggalkan mu tadi tapi aku meminta mu untuk mengemudi bukan? Adrian balik bertanya. Kenapa kau malah meninggalkanya malah menyusulku, imbuhnya.
Hei bukankah sudah ku katakan bahwa aku tidak bisa mengemudi? " tanya Della. bibirnya pun terlihat bergetar antara kedinginan dan geram dengan tingkah suaminya itu.
Kau tidak mengatakan nya tadi. ucap Adrian.
Wah... wah sepertinya selain otak mu, dan mata mu yang bermasalah ternyata telinga mu juga ikutan bermasalah bahkan ingatan mu juga bukankah tadi kau mengatakan pada ku Tinggalkan jika tidak bisa". Apa kau melupakannya? tanya Della geram
__ADS_1
Ucapan Della membuat Adrian mendengus kesal.
Dan lagi-lagi mereka melupakan orang-orang disekitar mereka seperti saat di tangga, saat di kampus, dan malam ini di ruang tamu rumah itu yang di saksikan oleh Riky dan Raeesah mereka mengulanginya lagi.
apa lagi kalau bukan melupakan jika ada orang lain selain mereka berdua.
Stooppp.... Teriak Raeesah menghentikan perdebatan unfaedah anak dan menantunya itu. Keduanya pun terdiam saat mendengar teriakan sang ibu.
Mana kunci mobil kamu Yan." tanya Raeesah.
Della mengambil kunci mobil suaminya dari dalam saku gamis nya lalu memberikan pada Raeesah.
Sekarang pergi bersihkan diri kalian setelah itu turun untuk makan malam mama yakin kalian belum makan malam.
Iya ma, aku ke atas dulu, pamit Della kemudian menuju kamar mereka yang terletak di lantai dua rumah itu.
Yan kok masih di sini, emang gak dingin apa? tanya Riky sang ayah.
Iya pa ini mau jalan. jawab Adrian.
Tunggu Yan. cegah Raeesah.
apa lagi ma. tanyanya sedikit kesal.
Ini terakhir kamu bawa menantu mama pulang dalam keadaan berantakan kayak tadi. Kalau dia sakit bagaimana humm?. Dan jika sampai dia sakit lihat saja apa yang akan aku lakukan.
mama ngancam ku?"tanya Adrian
anggap saja seperti itu jawab Raeesah.
Iya deh ma aku gak akan ulangi lagi ma. ucap Adrian lesu.
"Kenapa sekacau ini sih, saat udah ungkapin perasaan aku ke Della dia malah gak respon trus sama-sama basah malah aku yang diancam sama mama, ma anak mama tu aku bukan Della. Tapi ya udah deh kalau mama lebih sayang sama Della itu artinya mama nerima Della jadi mantu mama. Adrian
To Be Continued
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.