Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Kagum


__ADS_3

"Kak cepetan mandi aku menunggu mu disini kak dan gak boleh lama". kata Della yang sudah menjauh dari Adrian.


"Ya..... " dengan malas Adrian melangkah masuk ke kamar mandi.


Setelah Adrian berlalu, dengan santai Della duduk di sofa dan mengarahkan pandangannya ke arah jalan raya yang sudah di padati kendaraan yang berlalu lalang sambil menunggu Adrian yang masih berada di kamar mandi, sesekali Della megalihkan pandangannya ke arah pintu untuk memastikan Adrian sudah selesai agar segara turun untuk sarapan karna Della merasa tidak enak jika harus membuat kedua mertua dan yang lain menunggunya, apalagi ada kakak iparnya.


"Apa bener pria yang semalam itu kakaknya Adrian....? tapi menggapa dia tidak memberi tahu kalau dia mau datang, bukannya Adrian bilang kalau kakaknya dali di Paris,,,,? Della.


"Ayo Dell".....!


Della yang masih sibuk dengan pikirannya tidak merespon panggilan Adrian bahkan tidak menyadari kalau Adrian sudah berada di sebelahnya.


"Dell.....!"


"Della.....!"


"Dellaaaa...! "teriak Adrian.


"Astagfirullah.... bisa pelan-pelan gak....? aku gak budeg kak". Ucap Della cemberut.


"Iya gak budeg tapi gak bisa denger kalau lagi dipanggil". Adrian melangkah keluar kamar meninggalkan Della yang belum memahami ucapan Adrian.


"Apaan sih Adrian main ninggalin aja, tau gini tadi aku tungguin dibawah aja, siapa yang gak dengar teriak kayak Tarzan gitu....?" Della


"Kak tungguin napa....?" Della mengikuti langkah Adrian yang lebar dengan sedikit berlari.


"Jangan lari-lari Della". Ucap Raeesah yang berada di bawah tangga.


"Hehehe.....Mama... Della cengengesan.


"Papa mana ma.....?". Tanya Della saat sudah berada di ruang makan.


"Udah berangkat ke J******* "


"Ngapain ma papa ke sana....?" Tanya Adrian.


"Emang mau ngapain lagi selain kerjaan...?" Raeesah balik bertanya.


"Lah kok papa gak bilang ma"


"Mendadak soalnya Ian, lagian kata papa gak usah gangu pegantin baru".


"Uhhuk..."Adrian dan Della tersedak mendengar ucapan Raeesah barusan.


Ngapain nih orang ikutan segala. Della


"Cieee gitu doang kompak.... " Goda Andini yang baru ikut bergabung.

__ADS_1


"diam kamu Ndin masih kecil juga"


"Sorry aku udah gede"


"Andini tua sebelum waktunya itu gak baik"


"Huss.... kayak dia gak aja". Cibir Andin.


"Maksud kamu.....?"


"Gak nyadar dia huhh... kakak yang tua sebelum waktunya".


Adrian megerutkan keningnya ia tidak mengerti arah ucapan Andini.


"Gini yak kak, kakak Andre aja yang tertua belum nikah sementara kakak Ian udah nikah, apa itu bukan tua sebelum waktunya" sinis Andini.


"Bener tuh Ndin. Kamu emang the bets" Ucap Andre.


"Andre". Raeesah


"Kak Andre". Andini


"Kak Andre". Andrian.


Ucap ketinganya bersamaan, raut wajah mereka nampak kaget dengan kehadiran Andre yang tiba-tiba karna tidak memberi tahu mereka sebelumnya, sementara Della yang sudah tahu bersikap biasa saja.


"Nak ini kamu....?". Raeesah tidak percaya dengan hadirnya anak tertuanya, apalagi saat ini Andre memeluknya.


"Gak sayang mama cuma gak percaya aja kamu disini"


"Kakak kapan nyampe....?"


"Semalam Ian". Ucap Andre yang sudah melepas pelukannya.


"Mereka teman kakak....?" Tanya Andini yang melihat dua pria yang tersenyum ke arahnya.


"Ohhh...iya itu teman kakak". Jawab Andre.


"Sini nak...."ucap Raeesah pada dua pria bule itu.


Keduanya menganguk dan tersenyum.


Niko, David sini" Panggil Andre.


"oublie que c'est déjà dans la habitat d'origine " (lupa kalau udah di habitat asal). Cibir David.


"oui, nous avons oublié de nous accompagner pendant l'hibernation" (iya lupa sama kita yang menemani selama hibernasi)". Tambah Nikolas.

__ADS_1


"Kalian pikir aku apaan.......???"


"Ours polaires (beruang kutub). Jawab Adrian kecekikan.


"Hahahaha...." Tawa David dan Niko pecah seketika.


"Adrian .... ". suara Andre sedikit keras.


"Santai kak gak usah ngegas". Ucap Adrian


"arrête de te disputer et mange" ( sudah berhentilah berdebat. Sekarang makanlah). Ucap Raeesah.


Tanpa membantah mereka pun memulai sarapan, semuanya terlihat sangat menikmati sarapan pagi ini tapi sesekali David melihat Della, ada rasa kagum pada wanita cantik itu apalagi ia sempat menyaksikan pertarungan Della dan Andre semalam dari jendela kamar tamu yang David tempati.


"Cette belle femme qui est André....??? ( wanita cantik ini siapanya Andre...??).elle a l'air différente des autres femmes (dia terlihat berbeda dari wanita lainnya), faute parfaite ( patahan yang sempurna),Je suis ébahi (aku kagum) . David


......


Selesai sarapan mereka duduk di ruang keluarga, Andre menceritakan kedatangan nya bersama kedua temannya tanpa memberi tahu karna ia ingin memberi kejutan kepada papa, mama dan adik-adiknya, walau ia harus kecewa karna Riky sang ayah yang sudah berangkat karna urusan pekerjaan. Adrian juga disana karna jam sebelas baru akan ke kantor untuk menghadiri rapat, sementara Della yang hanya menunggu untuk wisuda beberapa hari lagi sudah tentu tidak ke kampus. Dan Andini juga ikutan tidak ke kampus.


"An kirain mama mimpi tadi". Ucap Raeesah setelah Andre selesai bercerita tentang kedatangan nya yang tidak memberi tahu terlebih dahulu.


"Dell masuk kamar gih". Ucap Andre geram saat melihat tatapan mata David ke Della.


"Emang kenapa kak...?"


"Teman kak Andre yang pakai baju coklat itu liat kamu mulu dari tadi"


Andre yang berada di sebelah Adrian pun mendengar itu walaupun suara Della dan Adrian pelan, maka timbullah ide untuk mengerjai adiknya yang sepertinya sedang cemburu.


"Pembalasan ku Ian, siapa suruh ngatain kakaknya beruang kutub" Andre.


To Be Continued


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2