
"Kak aku belum pernah seperti ini sebelumnya." Della menutup wajahnya dengan selimut karna malu dengan apa yang baru terjadi sedangkan Adrian tersenyum puas karna ia yang pertama menikmati bi**r S**i istrinya .
"Ya sudah tidurlah." Adrian menyibak selimut yang Della pakai untuk menutupi wajahnya yang sudah merah merona. Adrian mengecup pucuk kepala Della. Dan mulai saat ini akan menjadi salah satu kegiatan rutin sebelum tidur.
"Kak bagaimana luka mu apa masih sakit? ." Adrian menggeleng karna memang luka di pelipisnya tidak seberapa dan memang tidak terlalu sakit.
"Baiklah." Della pun memejamkan matanya tak butuh waktu lama ia pun terlelap begitu pula dengan Adrian.
*****
"Nak apa tidurmu semalam tidak nyaman? ". tanya Aryanti pada Adrian.
Della mengambil makanan untuk Adrian.
"Nyaman bu, bahkan sangat nyaman, " Della mengerutkan keningnya saat mendengar suaminya berkata sangat nyaman tidurnya semalam.
"Sudah pasti sangant nyaman Kau menemukan guling besar yang hampir sama dengan mu dan kau bahkan tidak memperdulikan ku yang susah bernapas. Untunglah aku lelah sehingga cepat pulas jika tidak, "mungkin aku akan begadang sampai pagi. Della.
"Jangan panggil ibu Rian panggil saja umma seperti Della." kini Ihsan yang membuka suara dan Adrian hanya menganguk pertanda mengiyakan perkataan bapak mertua.
"Abang di mana Umma?. " Aryanti menatap Della namun kemudian menjawab pertanyaan putrinya dengan gerakan mata ke arah Hendri yang baru menghampiri mereka untuk sarapan bersama.
"Abang baru bangun?". Hendri menjawab pertanyaan adiknya lalu mengecup kepala Della singkat.
Melihat itu Adrian geram melihat itu baginya sekarang hanyalah dia yang boleh melakukan itu pada Della.
"Tunggu saja nanti di rumah Dell. Adrian
.....
Kini Della sudah berada di kamarnya membereskan barang yang akan di bawa ke rumah yang akan ditempati nanti.
"Sudah siap?".
"A-Adrian jangan peluk gini dong tu pintu kamar tidak di tutup bagaimana jika ada yang melihat kita".
Adrian tidak menghiraukan renggekan Della malah semakin mengeratkan pelukanya. membuat Della semakin kesal dengan tingkah Adrian.
"Kak.... "ucap Della kesal sambil menghentakkan kakinya yang juga tak sengaja menimpa kaki suaminya membuat Adrian meringgis kesakitan.
"Aauuww..... " Adrian meringgis.
"Maaf kak aku tidak sengaja". Della menuntun suaminya duduk di samping ranjang.
__ADS_1
"tenaganya lumayan juga, ahhhkk aku jadi takut jika membuatnya marah. Adrian
"Dell aku suami mu bukan? " Della megeritkan keningnya bingung juga merasa bersalah dengan pertanyaan suaminya dan hal yang mengundang pertanyaan suaminya yang sedikit abstrud bagi Della.
"Jika kau bukan suamiku tidak mungkin kau ada di kamarku". ucap Della pelan merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan walaupun itu tidak sengaja.
"Dell aku hanya memelukmu itu pun tidak dilihat orang kau sudah berbuat seperti ini kepada ku tapi tadi Kakak ipar mencium kepala mu di depan aku, umma dan aba.
Tapi kau tidak mempermasalahkan itu".
"Deg... kata-kata suaminya seperti tamparan keras yang mendarat di pipi mulus Della."
Dengan susah payah Della kemudian berucap "Maaf kak aku cuma belum terbiasa kak untuk abang Hendri tadi dia memang seperti itu kak sebagai wujud kasih sayangnya kepada ku adiknya, bahkan abi juga seperti itu jika aku pamit ke luar rumah kak, maaf kan aku kak. "
Melihat istrinya seperti menyesali apa yang telah ia lakukan membuat laki-laki itu tidak tega harus terus marah pada Della.
Adrian berdiri menghampiri Della yang masih menunduk dan hampir menangis ia kemudian menarik tenguk Della lalu megecup dan m**m*t b***r Della dengan lembut.
"Astagfirullah..... lain kali tutup pintunya dulu dek. Kalian bikin mata abang yang polos ini ternodai."
wajah Della merah karna menahan malu berbeda dengan Adrian tersenyum puas karna kepergok kakak ipar.
"Salah kamu juga bang ngapain negok kamar pengantin baru kayak gak tau aja lagi panas-panasnya. " Della mencubit lengan suaminya karna bicaranya yang sedikit vulgar.
"aww.... Jangan cubit sayang sakit".
"Bang betah amat disini emang kuat liat kita mesraan, sono nikah, liat doang gak asik mending praktek kayak kita iyakan sayang?". Della semakin tidak tahan dengan perkataan suaminya.
"Kak ngomong tu sensor dikit napa?". aku malu" kini Della memilih berbisik di telinga Adrian.
Melihat hal itu Hendri semakin geram dan tidak ingin berlama-lama di depan kamar pengantin baru itu.
"Stooppp... tuh ada yang nyariin di depan, mungkin pantatnya udah berakar di kursi teras depan kalau abang gak keluar. "
Selesai menyampaikan itu Hendri langsung meninggalkan dua mahluk yang membuat jiwa jomlonya meronta-ronta.
"Dell sudah siap barang-barang kamu sayang?" blush... wajah gadis itu kembali merona padahal yang rona sebelumnya belum hilang.
"Udah kak."
"Ya udah sini aku bawa ke depan pintu trus kita pamit sama umma, aba dan Abang Hendri".
Adrian yakin bahwa yang mencarinya adalah asisten suryo.
__ADS_1
"Ok". Della pun keluar kamar untuk menemui umma dan abanya di kamar mereka.
tok... tok... tok....
"Aba,,,,,Umma,,,,"
"Ada apa nak? tanya Ihsan yang ada yang membuka pintu,"
"Umma mana ba tanya Della karna tidak melihat Aryanti."
"Sayang kamu baru nikah kemarin udah lupa kebiasaan umma gimana kalau udah lama nikah?." goda Ihsan. "Umma di dapur sayang" .
"kok jadi lupa gini ya." Della langsung berlari ke dapur untuk menemui Aryanti padahal dia juga belum memberitahu Ihsan.
"Umma lagi ngapain?". Lagi konser sayang. jawaban asal Aryanti membuat Adrian terbahak, mendengar suara tawa, Della dan Aryanti menoleh ke asal suara, kedua wanita itu bingung tiba-tiba Adrian tertawa.
Della dengan tatapan intimidasi membuat Adrian berhenti seketika bahkan tangan nya refleks menutup mulut yang mungkin akan mengeluarkan suara tawa.
"Ngapain ketawa, emang ada yang lucu, hah?".
Adrian menggeleng membuat Della mendegus kesal ia merasa suaminya menertawakan dirinya tapi Della belum tau apa yang membuatnya tertawa.
"Dell pertanyan kamu itu kocak, masa segitu doang pake nanya ya kalau umma di dapur udah pasti masak." mendengar jawaban menantunya Aryanti pun terbahak.
"umma kok malah ikut ketawa mau Della nanggis trus banjir emang umma mau ngungsi?".
"Hahaha...... Ok.. ok.. udah umma aku gak mau liat istri ku naggis entar baru nyampe rumah udah digrebek sama mertuanya."
Benar kata Adrian karna Raeesah sering menasehati agar tidak melukai hati Della, laki-laki itu pun bingung mengapa Raeesah begitu menyayangi Della padahal sebelumnya mereka belum pernah bertemu.
***
"Umma, aba dan Abang Della pamit ya."
To Be Continued
.
.
.
.
__ADS_1
.
.