Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Gadis aneh


__ADS_3

"Hebat..." Andre tanpa sadar ia memuji Della.


"Sudah ku katakan pak, kalau aku tidak ingin membuat kesalahan jadi aku menghindar saja". Ucap Della mengusap keringat di palipis dan membenahi letak kacamata.


"Bukan itu maksud ku, tapi kemampuan bela diri mu cukup baik hingga bisa menagkis semua pukulan ku, apa kau pernah belajar" Tanya Andre


"Sedikit pak"


"Haeyyy.... berhentilah memanggil ku dengan sebutan bapak karna aku tidak se-tua itu"


"Maaf kakak ipar"


"Apa yang sedang kau lakukan tadi......????"


"Aku hanya mengompres perut ku yang sedikit nyeri" Jawab Della.


"Maaf"


"Tidak apa , kau tidak sengaja bukan....???"


"Ya.... Apakah masih sakit.....???"


"Sudah tidak lagi mungkin karna pukulan mu tadi kakak ipar. Terima kasih" Ucap Della sambil melangkah masuk ke dalam rumah dan ikuti Andre.


"Gadis aneh dipukuli malah berterima kasih " Andre


"Maksudmu..... ???". Andre dibuat bingung dengan ucapan Della.


"Maksud ku pukulan kakak ipar tadi seperti penawar yang sudah menghilangkan rasa nyeri di perutku" Kata Della.


"Jadi pukulan ku tadi sudah secara tidak sengaja menjadi obat sakit perutmu....? ". Tanya Andre.


"Ya.... bisa dikatakan seperti itu" Jawab Della


"Apa kau tidak kesakitan....????" Tanya Andre, ia yakin kepalan tangan yang berhasil mendarat di perut Della pasti sangat sakit.


"Tidak" Jawab Della.


"Bagaimana mungkin.....???? "Andre


"Apakah kau pernah belajar bela diri....?" Tanya Andre ia masih tidak percaya dengan Della yang tidak merasa tersakiti dengan pukulannya.


"Sedikit " Jawab Della.


"Nih orang gak bosen nanya itu mulu...? . Della


"Tidak mungkin karna pukulan ku tadi sangat keras". Ucap Andre.


"Iya tapi pukulan kakak ipar tadi tidak sempurna memgenai perut ku, Kak saya tinggal dulu" Ucap Della.


"Tunggu..." Teriak Andre pada Della yang sudah beranjak pergi tapi tetap saja Della melanjutkan langkahnya.


Setelah kepergian Della, Andre juga langsung menuju kamarnya, saat di kamar, Andre memutar kembali kejadian tadi yang berhasil direkam di mimorinya membuat sudut bibirnya tertarik sedikit membentuk sebuah senyuman.


Sungguh gadis yang cukup sempurna, bagaimana bisa keberuntungan berpihak kepada Adrian di saat kesialan, ahh... sepertinya teori sudah jatuh tertimpa tangga pula tidak berlaku padanya, pantas saja dia tidak menolak menikah. Andre.


Kemudian beranjak ke kamar mandi membersihkan diri untuk menghilangkan peluh yang sudah membasahi tubuhnya.

__ADS_1


Sementara di kamar Adrian, seorang pria terbangun karna terusik dengan gemericik air dari dalam kamar mandi.


"Mengapa mandi jam segini Dell...?" Tanya Adrian saat Della keluar dari ruang ganti.


"Kepanasan kak" Jawab Della


Adrian menaikkan alis


"Kamu ngapain aja sampai kepanasan, prasaan AC kamar ini nyala dari tadi jam segini lagi....!!! ".


"Aduh....Dell kamu gak punya bakat buat bohong pasti ketahuan kalau kamu bohong" Della.


"A-anu kak". Della gugup


"Anu......????".Adrian


"Anu itu kak " Ucap Della masih dalam kegugupannya.


"Apaan Della.....?" Adrian mulai kesal.


Dretttt... drettt...


"Siapa sih yang telpon jam segini....." Adrian mengoceh sebelum menjawab telpon.


"Uhhhhh.... Selamat, apa yang harus aku katakan pada Adrian...?. Mana mungkin aku


aku katakan kalau aku baru selesai Ahhhhkkk tidak.... tidak.....Adrian tidak boleh tahu." Della.


"Kak Andre ngapain nelpon.....?" Tanya Adrian pada dirinya sendiri.


Adrian : "Hallo kak,,,,,!"


"Apa kakak.....?" Della


Adrian : "Tapi kakak gak kenapa-napa kan....?"


....................................


"Apa yang dikatakan pria itu kepada Adrian...? " Della


Adrian : "Baiklah, Lain kali hati-hati kak".


...................................


Adrian : "Ya sudah kakak istirahatlah jangan memikirkan nya lagi".


...................................


Adrian :" Ok aku tutup ya telponnya, selamat malam kak"


..................................


"Aneh baru kali ini kak Andre menelfon ku untuk memberitahu apa yang ia alami" Kata Adrian.


"Ada apa kak....?". Tanya Della berusaha mengalihkan pembicaraan karna ia tahu dari Adrian masih akan bertanya tentang mengapa ia mandi malam-malam.


"Nggak kok Dell, tidur lagi yuk". Ajak Adrian.

__ADS_1


Della pun membaring kan tubuhnya di samping Adrian, perlahan memejamkan mata mencoba untuk terlelap, tak butuh waktu lama untuk itu mungkin karna lelah dan nyeri di perutnya sudah tidak terasa.


..........


Perlahan matahari menampakkan sinarnya menandakan bahwa pagi telah menjelang.


"Kak bangun udah pagi". Kata Della.


"Jam berapa sayang.... ???". Tanya Adrian dengan suara serak.


Degg....


Jantung Della berdetak tidak karuan saat mendengar Adrian memanggilnya dengan sebutan sayang meskipun sudah beberapa kali ia dengar sebutan itu tapi tetap saja seperti itu.


"Jam tujuh kurang sepuluh menit kak" Jawab Della, ia langsung melangkah menuju jendela kamar menyibakkan tirai jendela.


"kamu udah mandi....???". Tanya Adrian kini tangan kekar miliknya sudah melingkar di perut Della, entah sejak kapan ia bangun dari ranjang.


"Astagfirullah....kak ngigetin aku aja" Ucap Della.


"geli kak...!!!" Ucap Della karna Adrian mengendus di lehernya sesekali mengecupnya.


"Sebentar saja sayang"


"Gak kak aku tahu kalau dibiarin bakal lama, sana mandi gih udah ditungguin" Della mendorong pelan tubuh Adrian.


"Morning kiss dulu dong, disini nih" Ucap Adrian menepuk bibirnya dengan jari telunjuk.


"Sana mandi dulu"


"Dell Kamu yang cium atau aku...? " Pria itu tidak peduli dengan ucapan Della yang menyuruhnya untuk mandi.


"Idihhh...ni laki ngapain ngres pagi-pagi gini...? malu aku kalau aku yang cium entar dia bakal mikir gak tahu malu. Della.


"Kakak aja yang nyium" Gumam Della tapi didengar oleh Adrian, bagaimana tidak jarak mereka cukup dekat.


"Hahhaha.... kau memberi kekuasaan ke tangan ku, itulah yang aku inginkan bersiaplah honey atas penindasan ku". Adrian


"Baiklah sayang" Ucap Adrian seraya mendekatkan wajah tanpannya ke Della sang istri dan mendaratkan sebuah ciuman pada bibir Della yang perlahan berubah menjadi l*******n, tangan kanan pria itu menekan tengkuk Della memperdalam ciuman mereka sedangkan tangan kirinya sudah mulai tidak bisa dikondisikan.


"Maaf...... membuat mu kehabisan oksigen" Ucap Adrian setelah nafasnya mulai normal.


Sedangkan Della dengan pipi yang sudah semerah tomat menundukan kepala karna menahan malu dan mengutuki dirinya sendiri atas kebodohannya.


"S****n... jika tadi aku yang menciumnya duluan tidak akan seperti ini. s**l...b****h....


Akkhhh.... Tolong enyahkan aku dari sini. Della.


To Be Continued


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2