
Tak ingin berlarut dalam sedihnya Della kemudian masuk ke kamar menutup pintu balkon dan menuju kamar mandi untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum tidur. Merebahkan tubuh nya diatas ranjang untuk mengistirahatkan hati dan fikirannya.
“Besok aku akan menghubungi papa apakah tawaran papa waktu itu masih berlaku” Ucap Della yang kembali mengigat ucapan papa mertuanya setelah selesai wisuda beberapa hari yang lalu.
Della berfikir harus mencari kesibukan untuk menghilangkan kejenuhan yang nantinya akan selalu membuatnya teringat sikap dingin sang suami.
Setelah melafalkan doa tidur Della memejamkan matanya tak butuh waktu lama Della sudah berkelana ke alam mimpi.
Tidak berselang lama Adrian telah sampai dirumah dia masuk setelah dibukakan pintu oleh Miranda “Ibu dimana?”
“Ibu?” siapa yang dipanggil ibu oleh tuan fikir Miranda.
“Istriku” ucap Adrian.
“Di kamar tuan” jawab Miranda.
Adrian tidak lagi menjawab dia hanya manganggukkan kepalanya.
“Tuan mau makan dulu?, saya siapkan” tanya Miranda hati-hati.
“Tidak, saya sudah makan” jawab Adrian sambil menaiki tangga.
Ceklek...dengan begitu hati-hati Adrian membuka kamarnya.
Melangkah mendekati ranjang dia menatap wajah cantik sang istri namun kini agak berbeda terlihat sedikit bengkak di bagian mata walaupun cahaya kamar tidak terang karena sebelum tidur Della mematikan lampu kamar
“Apakan dia habis menanggis” ucap Adrian dalam hati, rasa bersalah seketika memenuhi relung hatinya karena telah bersikap dingin pada Della.
__ADS_1
Melangkah menuju walk in closet Adrian memilih salah satu baju tidur dan mengenakannya Adrian juga menutup pintu lemari milik Della yang sedikit terbuka.
Tangannya meraih sebuah buku bersampul warna biru dengan gambar menara eiffel “apa ini...? dairy...? punya siapa....? Della...? ” gumam Adrian.
Adrian duduk di kursi kayu yang ada disudut ruangan itu membuka dan ternyata itu sebuah dairy dan itu milik Della. Adrian membuka lembar demi lembar dan membacanya.
Ya mungkin dengan membaca dairy milik Della dia akan tahu sedikit tentang Della.
Adrian tersenyum kala membaca cerita lucu Della saat ia tercebur ke kolam renang sewaktu berkunjung ke rumah rumah Nadia untuk yang pertama kalinya saat itu.
“sepertinya Della masih SMA”
Beralih ke lembar berikutnya tanggal yang ada pada lembar menunjukan lima hari setelah kejadian terceburnya Della di kolam renang Della menuliskan senangnya dia saat meraih sabuk hitam yang menjadi kebanggaan banyak orang. “ternyata benar kata Alvian, aku penasaran sejauh apa Alvin mengenal Della” Melewatkan banyak lembar Adrian pun membalikkan lembar-lembar terakhir tulisan Della karena penasaran akan cerita Della setelah menikah dengan nya, Adrian tercegang saat membaca tulisan Della bahwa dia pasrah menerima takdir kehidupan saat dia harus menikah dengan seorang yang tidak dia cintai dan meminta maaf pada orang yang dicintai Della dalam diam walaupun sulit untuk melupakan rasa itu alasannya itu adalah rasa indah yang Della rasakan pada lawan jenis.
“Kamu berani mencintai laki-laki lain “ geram Adrian “apakah dia itu kak Andre?”
Adrian meletakkan lagi dairy itu didalam lemari Della ketika mendengar ada langkah kaki.
“Della kah” fikir Adrian
Dan benar apa yang difikirkan Adrian itu adalah bunyi langkah kaki Della “Apakah aku ketahuan” Adrian cemas.
“Baru pulang?” tanya Della.
“Ya” jawab Adrian ketus.
“Adrian tolong bersikap baiklah sedikit kepadaku”
__ADS_1
“kurang baik apa aku hah?” bentak Adrian yang telah diliputi amarah karena Della mencintai pria lain sebelum menikah dan masih hingga saat ini.
“Oh Tuhan ada apa Dengan mu Adrian?” tanya Della.
“Kurang baik apa aku pada wanita yang telah aku nikahi namu masih mencintai pria lain” dengan suara yang mulai meninggi.
Deggg......“Darimana kamu tahu” lirih Della dengan jantung yang mulai berdegup kencang.
“Apa sih yang aku tidak tahu tentang wanita yang menjaga diri dari pria lain namun mencintai pria selain suaminya” Adrian mendekat ke Della dan memeluknya erat dan dan dengan gerakan kasar ia m*****t bibir Della.
Della mendorong tubuh Adrian karena kehabisan oksigen “Apa kamu tidak rela aku sentuh, kamu masih mengharapkan pria yang kamu cintai itu yang menyentuh mu hah? Bentak Adrian.
“Ti-tidak”
“Kalau begitu aku bisa melakukan lebih” tanpa menunggu jawaban sang istri Adrian langsung menggendong tuhuh Della dan meletakkan dengan kasar di atas ranjang.
Della pasrah pada apa yang dilakukan Adrian dia tidak ingin melawan walapun dia kuat untuk melawan suaminya itu tapi kembali berfikir untuk tidak menolak suami karena takuk akan dosa jika tidak melayani suami.
Air bening itu kembali membasahi pipi mulus Della saat Adrian dengan kasar melakukan penyatuan dengan sang istri, Walaupun ini bukanlah yang pertama kali untuk Della karena sebelumnya Adrian pernah mengagahinya.
.
.
.
.
__ADS_1
To Be Continued