Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Sisi iblis part 2


__ADS_3

“Hikss.... A-Adrian Ahhhkk ka-kamu menyakitiku” Lirih Della disertai air mata yang semakin deras.


“Segitu tidak sudinya kamu disentuh oleh suamimu sendiri” seperti kesetanan Adrian terus menggerakkan pinggulnya dengan kasar.


“Tolong Ad, pelan-pelan ini sakit” Della terus memohon namun Adrian tidak peduli, pria itu terus saja bergerak kasar bahkan semakin kasar.


“Delllaaaa....” pekik Adrian seiring pelepasannya untuk yang kesekian kalinya. Adrian menjatuhkan tubuhnya ke Della dengan siku yang menahan badannya agar tidak memberatkan Della.


Ketika getaran terakhir Adrian melepaskan diri dari Della dan berbaring di samping dan mengatur nafasnya untuk kembali normal. “Mau kemana kamu...?” tanya Adrian saat Della dengan susah payah meraih dan mengenakan kembali piyama bermotif mawar berwarna putih yang sudah tak berbentuk karena dilepas paksa oleh Adrian.


“Ke Kamar mandi” Jawab Della yang masih sesegukan.


“Ohh...minum ini karena aku tidak mau kamu mengandung anakku sebelum mencintaiku” Adrian melemparkan sesuatu tepat disamping Della “ Semoga saja Della menolak minum pil kontrasepsi penunda kehamilan itu” harap Adrian.


Della tersenyum sinis saat dia tahu itu adalah pil kontrasepsi penunda kehamilan “tanpa kamu suruh” ucap Della karena ia sudah mengantisipasi hal itu “Maafkan bunda nak bukan karena menolak kehadiranmu sayang” batin Della.


“Apa?” tanya Adrian tidak mengerti.


“Aku lebih tahu cara menghindari kehamilan” ucap Della yang sukses membuat Adrian menatapnya tak percaya.


“Sebegitu dalam kamu mencintai pria itu hingga tidak bersedia mengandung anakku ” lirih Adrian yang mampu didengar olehnya sendiri.


Dengan menahan sakit di bagian intimnya Della menuju kamar mandi, dibawah guyuran air Della membersihkan diri sesekali meringgis kerena nyeri.


Setelah hampir satu jam Della baru selesai membersihkan diri, menuju ruang ganti Della mengambil setelan baju tidur dan memakainya sesekali dia meringgis ketika nyeri itu kembali terasa.


Keluar dari ruang ganti Della mendekati ranjang dan membaringkan tubuhnya tak butuh waktu lama Della sudah terlelap karena kelelahan, sebenarnya Della ingin kembali tidur setelah Adrian selesai tapi mengigat dirinya belum membersihkan diri dia harus melawan rasa mengantuk dan sengaja berlama-lama di kamar mandi untuk menghindari berbicara dengan Adrian.


****


Malam telah berlalu, kegelapan telah tergantikan dengan warna terang karena sang surya telah mengambil alih perannya untuk mulai menyinari sebagian belahan bumi.

__ADS_1


Della yang baru selesai mendirikan sholat subuh bergegas turun untuk menyiapkan sarapan suaminya meskipun dia masih marah pada Adrian tapi tidak ingin lalai dalam tugasnya memenuhi kebutuhan suami.


Dengan cekatan della memotong sayuran beserta daun bawang yang sebelumnya telah dia bersihkan, tak butuh waktu lama Della telah menghidangkan nasi goreng buatannya di meja makan ya nasi goreng pilihan menu sarapan Della pagi ini.


“Neng” sapa Miranda yang sepertinya baru selesai mengepel.


“Sudah selesai bersih-bersih teh?”


“Iya....Neng matanya kenapa” tanya Miranda khawatir.


“Ini teh Della semalam begadang jadi agak bengkak” bohong Della karena tidak mungkin dia menceritakan apa yang telah terjadi semalam.


“Pantas saja si neng kesiangan untung neng udah ngomong kalau sarapannya tuan neng yang siapin” ucap Miranda sebelum berlalu menuju ruang laundry.


Della tersenyum menggapi ucapan Miranda “Teteh nanti panggillin pak Salim buat sarapan aku mau ke kamar dulu”.


“Iya neng” .


“Uhhhgg....capek” leguhnya


“Della gimana ya keadaannya” Adrian kembali mengingat keganasannya semalam “maaf aku kebawa emosi saat tahu kamu mencintai pria lain ditambah rekaman cctv di rumah mama dua minggu yang lalu udah ke hapus, entah itu sengaja atau gak aku gak tahu”


Ceklek...bunyi pintu terbuka yang menampilkan sosok Della.


“Aku ingin bekerja, tadi aku sudah menghubungi papa untuk bersedia berkerja di rumah sakit papa” ucap Della tanpa basa-basi.


“Gak”


“Adrian” lirih Della dengan tatapan memelas.


“Sekali aku bilang gak ya nggak” bentak Adrian.

__ADS_1


“Ya udah tapi aku izin ke rumah orang tua ku”


“Gak diizinin”


“Aku minta cerai” ucap Della yang kesabarannya mulai menipis.


“Apa?” teriak Adrian.


“Hahaha...sayangnya kamu permintaan kamu gak bisa aku turuti”


Dengan sekali tarikan tubuh Della menindih tubuh kekar suaminya “Lepasin” cicit Della berusaha melepaskan diri dari pelukan Adrian.


“Layani aku” bisik Adrian lalu membalikkan tubuh Della dibawah kungkungannya.


“gak”


“Berani kamu menolakku” Adrian menarik paksa jilbab Della dan beralih ke kemeja dan langsung membuka secara paksa hingga beberapa kancing terlepas dan berhamburan begitu juga celana berbahan katun yang dikenakan Della dia lepas dengan paksa.


“Ahhkkk” pekik Della saat Adrian kembali menjamahnya dengan kasar.


“Ampuni aku ya Allah”. Lirih Della dan perlahan matanya tertutup bukan karena menikmati apa yang Adrian lakukan pada tubuhnya.


“Della...” Adrian merasa aneh ketika tubuh istrinya seperti tidak bertenaga dia menepuk-nepuk pelan pipi Della namun tak ada Della tetap menutup matanya dan tidak merespon panggilan Adrian.


"Della bangun aku mohon"


.


.


.

__ADS_1


To be Continued


__ADS_2