Takdir Atau Rekayasa Mu

Takdir Atau Rekayasa Mu
Pantaskah kau dicintai


__ADS_3

"Pergi kamu....aku gak mau lihat wajah kamu" Della seakan tidak percaya Adrian yang sebelumnya begitu lembut bisa berbuat kasar .


"Baiklah jika itu akan membuatmu merasa lebih baik. Aku keluar tapi kalau kamu butuh sesuatu panggil aku"


"Hmmm"


"Maafkan aku" setelah mengucapkan itu Adrian berlalu meninggalkan Della.


"Ampuni aku Tuhan atas apa yang telah ku perbuat" lirih Della sambil berusaha bangun dari ranjang karena ingin mandi.


Della menggigit bibirnya saat sakit itu kembali ia rasakan di sekujur tubuhnya .


"Astagfirullah...." Pekik Della saat tubuhnya hampir luruh ke lantai, dengan cepat dia berpegangan pada nakas yang berada di samping ranjang dan itu mengakibatkan beberapa barang yang ada diatasnya berhamburan kelantai.


"Kamu gak papakan Dell?" tanya Adrian saat melihat Della masih berpegangan pada nakas.


Dengan cepat Adrian meletakkan makanan yang ia bawakan untuk Della saat melihat beberapa benda yang berhamburan di lantai "Kamu mau ke mana? biar aku bantu" tawar Adrian.


"Panggilin bi Mira aja" ucap Della gemetar.


"Bi Mira sama pak salim udah aku suruh libur"


"Apa....?"


"Aku gak mau ada orang lain yang tahu masalah kita ditambah kondisi kamu kayak gini"


"Bantuin aku ke kamar mandi" ucap Della terpaksa karena susah jalan.


"Dengan senang hati" Adrian dengan penuh hati-hati mengendong Della ke kamar mandi, senyum pun menghiasi bibirnya dan itu tak luput dari perhatian Della.


"Jangan senang dulu aku cuma minta bantuan kamu bukan karena aku mau maafin kamu tapi karena terpaksa" ketus Della sedikit mebenarikan diri.


"Aku siapin air hangat dulu" ucap Adrian sambil menurunkan Della di closed.


"Keluarlah aku pingin pipis"

__ADS_1


"Gak" jawab Adrian sambil membuka celana Della.


"Stop Adrian" protes Della karena malu.


"Pelan-penan duduknya" Adrian mengabaikan Della yang protes.


Karena tidak tahan ingin segera buang air kecil Della pun mengesampingkan rasa malu, toh Adrian adalah suaminya.


"Keluarlah aku ingin mandi" Della mendorong pelan tubuh Adrian.


"Baiklah.... tapi panggil aku kalau sudah selesai".


Dua puluh menit berlalu Della yang sudah selesai membersihkan diri pun melangkah perlahan menuju ruang ganti.


"Udah dibilangi. kalau udah selesai panggil aku"


"Gak..aku udah bisa sendiri".


Kini Della duduk santai di sofa sambil membaca buku sedangkan Adrian yang sengaja menyibukkan diri dengan ponselnya sesekali meririk Della yang semakin asyik dengan buku bacaannya.


"Ya... " Jawab Della fokusnya masih pada buku yang ada ditangannya.


"Masih marah....?" Tanya Adrian.


"Ya... " Jawab Della raut wajahnya seketika berubah ketika mengingat kembali perlakuan suaminya.


Seseorang yang seharusnya melindunginya malah menyakitinya, memang Della salah karena belum mencintai suaminnya tapi kekerasan juga tidak dapat dibenarkan.


"Sekali lagi maafin aku. Aku cuma gak suka kalau kamu mencintai orang lain Dell". Adrian mencoba mengungkapkan apa yang ia rasakan mungkin dengan itu Della bisa memahami dan memaafkan kesalahan yang diperbuat.


"Hahaha...kamu itu lucu Adrian" Della tertawa sinis sambil menutupi rasa takutnya.


"Maksudmu....?" Adrian menelisik.


"Tingkah mu saat ini seolah memintaku untuk mencintai mu. Tapi sebelumnya sudah kamu pernah melakukan sesuatu yang mengisyaratkan bahwa aku tidak boleh mencintai dan mengharapkan cinta darimu" ucap Della.

__ADS_1


"Kamu membuat kejutan luar biasa didepan banyak orang sekan-akan aku adalah wanita yang beruntung menikahimu tapi ternyata itu hanyalah sandiwara, bahkan kamu juga menuduhku melakukan yang tidak-tidak dengan kakakmu. Ohhh tidak aku bahkan tidak mengenalimu apalagi kakamu..? dan malam itu kamu aahhh kau membuatku seperti seorang p*****r.


Dan......."


"Della cukup..." bentak Adrian yang tidak ingin mendengar lagi kata-kata yang membuatnnya semakin menyesal.


"Pergi" lirih Della dengan suara gemetar.


"Maaf" ucap Adrian dia mendekat hendak memeluk Della untuk menenangkan.


"Pergi....pergi... ku mohon pergi" lirih Della diiringi air mata.


"Segitu dalamkah luka yang aku beri? maafkan aku Dell, maafkan aku" ucap pelan Adrian sebelum menutup pintu kamar.


......


"Della apakah aku tak pantas untuk kau cintai...?" lirih Adrian.


"Tanyakan pada dirimu pantaskah kau untuk dicintai".


Adrian masih terjaga di samping Della yang tidur membelakanginnya. dia belum bisa terlelap karena perkataan Della tadi siang yang masih bergema di telinganya.


"Akan aku buat kau mencintaiku Della, maaf karena telah egois tapi kali ini aku tidak ingin kehilanganmu lagi tak ingin melepas wanita lembut dan baik sepertimu. Kamu harus menjadi ibu dari anak-anak ku" tekad Adrian kemudian mendekatkan diri pada Della dan memeluknya "Della sekali lagi maafkan aku. aku menyesal telah berbuat kasar padamu ". ucapnya kemudian tidur sambil memeluk Della.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2