
"Maafkan ibu Alisha, sekarang kau sudah berusia 18 tahun dan sudah saatnya kau meninggalkan panti asuhan ini dan menghidupi dirimu sendiri!" ujar ibu panti sambil memberikan surat perintah keluar panti asuhan pada Alisha
"Tidak apa-apa ibu, saya akan mengemasi barang-barang saya dan dalam 15 menit saya akan meninggalkan panti asuhan ini" ujar Alisha lemah lembut walaupun hatinya merasa sesak
Tak lama kemudian, setelah Alisha mengemasi barang-barang nya ia pamit pergi pada ibu panti dan anak anak
Selama di perjalanan dengan berjalan kaki sambil membawa tas besar berisi pakaiannya, Alisha terus memikirkan kemana ia harus pergi
Di jalan, Ia menemukan beberapa pria sedang memukuli seorang pria yang sudah terkapar di tengah jalan dengan wajah dan tangan yang sudah berdarah bahkan salah satu dari yang memukuli ingin menembakkan peluru dari pistol yang ia bawa
Melihat itu Alisha menjadi geram dan ia ikut beraksi membantu pria tersebut
"Hei kalian! jika kalian berani memukulinya sekali lagi maka kalian sebentar lagi akan melihat ajal kalian!" ujar Alisha dengan teriakan dan sangat marah
"Sialan kau dasar wanita karung!" umpat salah satu penjahat dari mereka karena melihat seluruh tubuh Alisha tertutup kain kecuali wajahnya dan telapak tangannya
"Memangnya kenapa? jika kalian berani lawan aku!' ujar Alisha dengan tersenyum licik
"Keparat kau! kalian semua bereskan dia!" jawab pria itu
Mendengar perkataan bos-nya, yang lain para bawahan bos-nya menuruti perkataan nya dan menyerang Alisha
Alisha sendirian sedangkan para penjahat itu berenam orang apakah ia bisa mengalahkan mereka?
Dengan ilmu bela diri yang ia pelajari dari gurunya saat ia masih tinggal di panti tidak sulit untuk mematahkan tulang tangan para penjahat itu dan semua anak buah bos-nya sudah terkulai lemas dan yang tertinggal hanya bos-nya sendiri
"Jika kau masih ingin hidup tolong tinggalkan tempat ini!" ujar Alisha sambil membersihkan bajunya yang sedikit kotor
Tanpa berkata lagi, bos-nya para anak buah yang sudah di taklukan Alisha lari terbirit-birit menuju mobilnya padahal ia membawa pistol yang mau ia gunakan untuk membunuh pria yang terkapar di tengah jalan dengan wajah dan tangan yang sudah berdarah
Kemudian Alisha menghapiri pria tersebut dan memapahnya menuju tepi jalan, memang saat itu jalanan sangat sepi sehingga perkelahian tadi terjadi di tengah jalan
Setelah memapahnya ia merogoh saku baju pria tersebut dan menelpon ambulance untuk mengantarkan pria ini dan juga ia menelpon salah satu nama kontak di kontak pria itu, Daren yang ia telpon
"Halo, temanmu sedang terkapar di jalan XXXXX tolong cepat kesini aku sudah memanggil ambulance!" ujar Alisha kemudian mematikan ponsel pria itu dan meletakkannya di samping pria itu dan setelah itu Alisha melanjutkan perjalanan entah menuju kemana iapun tak tahu
Tak lama kemudian, Ambulance dan Daren datang ke jalan itu dan menemukan bahwa William bersandar di pohon dengan tak sadarkan diri
Melihat itu Daren langsung menyuruh ambulance membawa William ke rumah sakit
Malam harinya, William tersadar di rumah sakit
__ADS_1
"Arghhh.. kenapa aku bisa disini?" ucap William sambil memegang kepalanya yang masih sedikit terasa sakit
"Tadi aku ditelpon seorang wanita katanya kau terkapar di jalan jadi aku membawamu kesini!" ucap Daren sambil memainkan hpnya
Mendengar itu, William mengingat kejadian tadi
'Tadi aku berkelahi dengan salah satu musuhku tapi ada seseorang yang memukul kepalaku dengan sangat keras dan aku terkapar di jalan dan musuhku memukuliku sehingga membuatku sedikit tak sadar tapi kalau tidak salah ada sesosok wanita karung yang aku lihat, arghh susah sekali mengingat kembali wajahnya' ucap William dalam hatinya dan merasakan sakit di kepalanya
"Daren aku perintahkan kau untuk mencari wanita karung yang menolongku tadi!" ujar William
"Baiklah malam ini juga kau akan melihatnya!" ujar Daren sambil berlalu pergi
Malam yang sama, Alisha masih menyusuri jalan yang tak ada habisnya dengan masih memikirkan kemana ia pergi
Di jalan itu juga, Daren yang tengah berkendara melihat seorang wanita yang berkerudung
'Apa dia yang menolong William? jika benar maka aku tidak repot lagi untuk menyuruh anak buah mencari lagi' gumam Daren
Kemudian Daren turun dari mobilnya dan menyapa Alisha
"Selamat malam nona, kalau boleh tahu siapa nama nona?" tanya Daren dengan terpukau saat melihat wajah Alisha
"Perkenalkan namaku Daren!" ujar Daren yang ingin bersalaman dengan Alisha
Melihat itu Alisha menyatukan tangannya
"Apakah anda teman pria yang terluka tadi siang?" tanya Alisha
"Oh jadi ternyata kau nona, berkat kau temanku masih hidup dan sekarang dia ingin berterimakasih pada mu!" ucap Daren dengan memohon
"Setelah berterimakasih aku akan pulang, setuju?" jawab Alisha lemah lembut
"Baiklah aku setuju, kalau begitu maka naiklah ke mobilku!" jawab Daren sambil membukakan pintu mobil untuk Alisha
Kemudian mereka menuju rumah sakit untuk mendatangi William
Sesampainya di ruang William, William dibuat terkejut saat melihat Alisha sangatlah cantik apalagi memakai pakaian karung (muslimah)
"William, inilah orang yang sudah membantumu!" ujar Daren dengan wajah yang cemburu
"Oh jadi namamu William, senang berjumpa dengan mu William!" ujar Alisha lemah lembut
__ADS_1
( Alisha sebenarnya sangat lemah lembut pada orang lain tapi jika ia melihat orang lain disakiti hatinya mendidih dan membuat sikap dan tutur katanya berubah 180 derajat )
"Ya, namaku William Killstove dan kau?" tanya William dengan tangan yang ingin bersalaman dan di balas Alisha yang menyatukan tangannya
"Alisha"
"Marga mu apa?" tanya William
"Saya tak punya keluarga" jawab Alisha
"Apakah kau sendiri?" tanya William
"Ya, dan jika sudah siap acara perkenalan ini saya harus pergi!" jawab Alisha
"Kau mau pergi kemana dengan membawa barang sebanyak itu?"
"Aku juga tidak tahu, tapi aku harus pergi!" ujar Alisha sambil tersenyum ke arah William dan Daren yang membuat mereka menjadi kalem melihatnya
"Bagaimana jika kau bekerja di rumahku? tenang saja kita tidak berdua di rumahku banyak pelayan!" ujar William sedikit tersenyum
( Dari dulu hingga sekarang William sangat jarang tersenyum pada orang lain apalagi dengan seorang wanita )
"Jika bekerja maka baiklah aku setuju!" ucap Alisha dengan bersemangat
"Kalau begitu kau bisa bekerja mulai besok dan untuk malam ini kami akan mengantarmu pulang ke rumahku!" ucap William sambil mengambil ponselnya
Alisa hanya mengangguk tanda setuju.
ini visual Alisha jika lemah lembut
Kalau yang ini visual William Killstove kalau jadi mafia
Nah kalau yang ini visual Daren kalau jadi mafia
kalau kalian pilih William atau Daren?
__ADS_1