Takdir Cinta Alisha

Takdir Cinta Alisha
Episode 52


__ADS_3

"Terimakasih ya Tara"


Alisha tersenyum tipis dan memijit-mijit pelipisnya


"Kenapa Tara?" tanya William dan memegang bahu Alisha


"Eh tidak apa-apa tuan, hanya sedikit sakit kepala saja nanti sembuh sendiri kita makan yuk" jawab Alisha dan mengambil piring untuk dirinya


Mana mungkin bisa sembuh secepat itu Tara, itu pasti efek dari semua ini, aku akan pastikan kalau kau itu adalah Alisha, Tara gumam William dan melirik sekali ke Alisha


Saat disela-sela makan mereka, Alisha yang sudah tidak tahan lagi menahan rasa sakit kepala nya tak sengaja menjatuhkan gelas di genggamannya


"Arghhhh!!!!!" seru Alisha dan langsung memegang kuat kepalanya


"Kau kenapa Tara?"


"Tuan, rasanya semakin lama semakin sakit tuan"


William tersenyum lebar dan langsung menggendong Alisha keluar rumah menuju mobilnya


"KE RUMAH SAKIT SEKARANG!!!" teriak William pada para bodyguard nya yang telah lama menunggu di dekat mobil


Alisha dibaringkan di jok belakang mobil dengan kepala dipangku William


Kau tahan ya Tara, sebentar lagi rasa sakit itu tidak akan muncul lagi di kepala mu gumam William dan mengelus kerudung Alisha


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah


Sesampainya di depan rumah sakit, William langsung berlari sambil menggendong Alisha yang tak sadarkan diri masuk ke dalam


Di lobi sudah ada Daren yang menunggu


"Ternyata kau datang juga, ayo!! dokternya sudah menunggu" seru Daren


William mengangguk kemudian mereka masuk ke salah satu ruangan pasien


"Dokter, ini orangnya" seru Daren


Dokter melihat Alisha dan meminta William untuk membaringkannya di ranjang rumah sakit


"Mohon tunggu diluar" ucap sopan sang dokter

__ADS_1


Daren mengangguk dan menarik tangan William keluar dari ruangan itu, ia tahu kalau William nantinya tidak akan mau menuruti dokter karena ia ingin menemani Alisha


"Sudah jangan tarik-tarik!" ketus William dan melepaskan pegangan Daren kemudian duduk di kursi tunggu


"Iya iya aku minta maaf, oh ya bagaimana reaksi Tara tadi?" tanya Daren dan duduk di samping William


William menghembuskan nafas beratnya dan terdiam sejenak


"Ya begitulah, aku tidak melihat sejak kapan kepalanya sakit tapi aku yakin sekali kalau itu terjadi saat ia melihat banyak set pakaian Alisha dulu" jawab William sedih


"Ya bagus kalau begitu, opini kita akan semakin kuat jika Tara itu adalah Alisha tapi kenapa kau sedih?" tanya Daren


"Itu yang aku khawatirkan Daren, aku takut kalau Tara itu memang bukan Alisha tapi aku juga takut kalau Tara itu adalah Alisha" jawab William bingung


"Kenapa?"


"Coba kau pikir-pikir, kalau misalnya Tara itu memang bukan Alisha kita sudah membuat kesalahan besar karena sudah membuat hidupnya terganggu apalagi kakaknya itu aku yakin dia pasti semakin benci dengan ku!" jawab William


"Lalu kenapa kau sedih jika Tara itu memang Alisha?"


"Aku khawatir dia akan seperti dulu lagi padaku" jawab William sedih dan menundukkan kepalanya


"Terserah kau sajalah Will, aku sudah pasrah!" ketus Daren


Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruangan Alisha


"Hmmmm...... saya ingin bertanya apakah pasien pernah kecelakaan hingga kepalanya terbentur keras?" pertanyaan pertama dari sang dokter


"Pernah" jawab William


"Apakah pasien pernah ditusuk orang?" pertanyaan kedua dari sang dokter


"Pernah" jawab William ragu-ragu


Dokter menghembuskan nafas beratnya


"Jadi begini tuan-tuan, saya memeriksa tubuh pasien yang ternyata terdapat luka tipis dan panjang seperti ditusuk di bagian perutnya" ujar dokter itu


"Saya juga sudah memeriksa kepalanya dengan sinar X-ray, di bagian otaknya ada salah satu urat saraf menuju otaknya terluka dan mengakibatkan terjadinya gumpalan darah di dalamnya akibat kecelakaan itu, itulah mengapa pasien bisa melupakan masa lalunya" lanjutnya lagi


"Lalu, bagaimana keadaan Tara?" tanya William panik

__ADS_1


"Itulah yang jadi permasalahannya tuan, pasien kehilangan hampir semua ingatannya dikarenakan kepalanya terbentur keras oleh sesuatu sehingga terjadi pendarahan di urat saraf otaknya dan terjadilah gumpalan darah" jawab sang dokter


William membulatkan matanya besar-besar hingga membuatnya terduduk di kursi


"Lalu..... apa yang harus dilakukan?" tanya Daren angkat bicara


"Kita harus mengoperasi pasien untuk mengambil gumpalan darah itu sebelum semua ingatannya terhapus dan hilang dari otaknya" jawab sang dokter


"Tapi..... resiko operasi yang dilakukan di bagian kepala sangat besar" lanjutnya lagi


"Aaaaapa tidak ada cara lain misalnya membuatnya ingat kembali masa lalunya?" tanya William dan menahan tangisnya


"Itu baru bisa dilakukan jika kita sudah mengoperasi pasien karena jika sampai mencoba membuatnya mengingat masa lalunya dulu akan sangat berdampak buruk bagi otaknya jika belum melakukan operasi" jawab dokter


"Dan saya ucapkan lagi kalau resiko operasi di bagian kepala sangatlah besar tuan karena harus membuka kepala sang pasien untuk mengambilnya dan apalagi sangat jarang ada pasien yang operasi di bagian kepala" lanjutnya lagi


Sontak William meneteskan air matanya jatuh ke pipinya dan buru-buru ia hapus


"Baiklah, jika memang tidak ada cara lain lagi kami setuju untuk dilakukannya operasi ini" jawab tegas William


"Baiklah tuan, tapi sebelumnya tandatangani dahulu surat yang memberitahukan bahwa rumah sakit dan dokter yang melakukan operasi tidak bertanggung jawab atas terjadinya sesuatu hal yang tak diinginkan terjadi pada pasien" jawab dokter menjelaskan dan ia mengiringi William dan Daren masuk ke dalam ruangannya


Sang dokter mengambil sebuah map di laci mejanya dan memberikannya pada William


William kemudian membacanya dan berpikir sejenak


Jika aku tandatangani ini aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada Tara nantinya tapi kalau aku tidak tandatangani Tara sampai kapanpun tidak akan bisa mengingat kembali masa lalunya gumam William bingung


"Will, sebaiknya kau tandatangani saja jika kau ingin Tara benar-benar mengingat masa lalunya atau kerja keras kita akan sia-sia jika kau tidak menandatangani ini" ujar Daren mencoba menyakinkan William ketika ia melihat raut wajah bingung terpanjang di wajah William


PENASARAN KEPUTUSAN APA YANG AKAN DIAMBIL WILLIAM, TUNGGU EPISODE UPNYA


***SEBELUMNYA SAYA MINTA MAAF KARENA SUDAH BEBERAPA KALI TIDAK UP SECARA TERATUR, DIKARENAKAN SAYA SEDANG BERADA DI RUMAH SAKIT MENJALANI RAPEED TEST COVID-19, JADI TOLONG DIMENGERTI YA PARA READERS!!


TOLONG DOAKAN SAYA AGAR SAYA TIDAK TERDAMPAK COVID-19 DAN MOHON UNTUK TETAP DI RUMAH UNTUK MENGHINDARI COVID-19 MENJANGKITI KALIAN


JANGAN PELIT NGELIKENYA KALAU BISA COMENT JUGA YA!


AUTHOR CAPEK TAHU NGETIKNYA BELUM LAGI BUAT RANCANGAN CERITANYA JADI MOHON DUNK DI LIKE AND COMENT


MAAF YA KALAU BERSIFAT MAKSA TAPI KALAU ENGGAK COMENT JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING DI LIKE***

__ADS_1


__ADS_2