
Setelah meletakkan semua keranjang makanan di apartemen, Alisha langsung berjalan keluar apartemen menuju kantor untuk bekerja
Jam sudah menunjukkan pukul 08.12 WIB dan Alisha baru sampai di depan pintu masuk
dengan nafas memburu karena berlari
"Kenapa kau terlambat?" tanya Lita
"Maaf Lita, tadi ada urusan di luar jadi terlambat sekali lagi saya minta maaf" ucap Alisha dan membungkukkan badannya
"Hahahaha...... kau begitu formal sekali bicaramu padaku Tara, aku hanya bertanya tidak perlu membungkuk begitu" jawab Lita tertawa
"Hehehehe.... aku pikir tadi kau marah, jadi aku minta maaf" seru Alisha dan menegakkan badannya
"Tidak apa-apa, sekarang ganti bajumu dan bekerjalah" ujar Lita dan menepuk pundak Alisha
Alisha mengangguk dan pergi ke toilet untuk mengganti pakaiannya dengan seragam OB
Setelah mengganti pakaian, Alisha mengambil pel lantai dan ember plastik untuk mengepel lantai ruangan resepsionis seperti kemarin
"Nona, saya bersihkan ya lantainya" ucap Alisha pada resepsionis
Resepsionis mengangguk pelan dan tersenyum manis
Alisha mengambil pembatas lantai pel yang ia bawa dan membatasi lantai yang ia pel agar orang lain tahu bahwa lantai itu sedang di pel atau sudah di pel
Sambil mengepel lantai Alisha bersenandung kecil dan resepsionis yang berada di belakangnya mendengar suara nyanyiannya walau pelan
Suara OB ini bagus juga ternyata gumamnya
Setelah selesai mengepel lantai....
"Fyuhhhh..... akhirnya selesai juga! duduk sebentar ah..... capek sekali aku, nona saya duduk sebentar di sini ya" ujarnya pada resepsionis
Resepsionis mengangguk tanda mengiyakan
Sesekali Alisha mengelap keringat nya yang keluaran dan mengibaskan kerah bajunya ke lehernya
William yang baru datang memasuki pintu masuk dengan tatapan fokus ke ponselnya
__ADS_1
berjalan ke tempat resepsionis tanpa melihat adanya pembatas lantai, Alisha yang melihat itu terkejut
Namun di detik selanjutnya ia lega karena William tidak menerobos pembatas lantai tapi di detik selanjutnya lagi ia panik ketika William berjalan di samping pembatas lantai itu tapi masih area tempat ia pel tadi
Dengan cepat dan sigap ia menarik tangan William ke sampingnya dan membuat dirinya terjatuh ke sofa tempat ia duduk tadi dengan posisi di tindih William
Alisha memegang kerah baju William erat-erat dan menatap wajahnya dan William yang sedari tadi menatapnya melihat dua bola mata indah coklat Alisha namun ia kembali sadar
"Apa-apaan ini!" seru William dan beranjak dari tubuh Alisha dan berdiri kemudian memperbaiki jasnya
Alisha berdiri juga dengan perasaan takut, resepsionis yang terkejut melihat itu langsung berdiri dan semua pegawai yang lewat diam di tempat tanpa bersuara
"M.....m......maafkan aku tu.....tuan William" gagap Alisha pelan
"PECAT DIA" teriak William dan berlalu pergi
Alisha yang mendengar itu hanya terdiam tanpa menjelaskan alasannya dan menundukkan kepalanya
Resepsionis langsung menghampiri Alisha dan memegang bahunya
"Apa yang kau lakukan tadi? kau membuat tuan William marah besar?" tanya lembut resepsionis padahal ia melihat semua kejadian itu secara detail
"Maaf nona, saya telah melakukan kesalahan jadi pantas saja saya untuk dipecat" ucap pelan Alisha dan pergi
Alisha berlari ke toilet dan menghapus air matanya agar tidak diketahui orang lain dan mengganti pakaiannya kemudian berjalan lagi ke tempat resepsionis
"Nona saya pergi ya, kalau nona Lita menanyakan saya katakan saja padanya bahwa saya di pecat dan seragam OB tadi saya letakkan di toilet" ujar Alisha sedikit tersenyum walaupun hatinya sangat sakit dan hancur kemudian pergi begitu saja tanpa mendengar jawaban resepsionis
Andai saja tuan William tahu alasan OB tadi menariknya gumamnya sedih lalu berfokus kembali ke komputer
Hari masih pagi sekitar jam 09.11 dan semua orang begitu bersemangat dan ceria menghadapi hari mereka tapi tidak untuk Alisha
Alisha berjalan lesu menuju apartemennya dan terus melamun tanpa melihat apa yang ia tabrak
Seorang pria tinggi dan tampan yang memakai pakaian khas rumah sakit berjalan berpapasan dengan Alisha sambil melamun dengan mata panda seperti kurang tidur juga raut wajah yang murung
Mereka pun bertabrakan dan pria itu juga Alisha terjatuh
"Aduh....aduh.... tuan, maaf ya tadi aku tidak melihatmu" ucap Alisha dan membantu pria itu berdiri namun tangannya ditepis pria itu
__ADS_1
Saat pria itu dengan jengkelnya ingin melihat wajah Alisha, begitu terkejutnya ia melihat Alisha
Pria itu langsung menggenggam erat bahu Alisha hingga membuat Alisha terkejut
"Kau masih hidup?" tanya Celvin
"Hidup? saya tidak mengerti perkataan tuan, apa maksudmu tuan?" tanya Alisha tak mengerti dan menggelengkan kepalanya
"Alisha.....kau jangan berbohong seperti itu, tolong jangan pernah menghilang lagi" mohon Celvin dan menangis
"A....a.....aku tidak mengerti maksudmu tuan?" ujar Alisha
"Alisha tolong..... jangan seperti ini padaku, kau membuatku menderita dengan menjauhiku" isak Celvin menangis
Saat Alisha ingin menjawab, ia melihat ada beberapa orang pria berbadan besar seperti bodyguard dan seorang wanita berpakaian seperti pria memakai kacamata seperi tengah mencari orang
Sepertinya mereka adalah orang-orang tuan ini gumam Alisha pada bodyguard Celvin
Alisha melepas kuat tangan Celvin dan langsung berlari kencang ke belakangnya dan masuk ke lorong kecil dan sepi
Sementara itu bodyguard dan Shirea yang tengah mencari Celvin mata mereka terhenti melihat semuanya dan tertuju pada seorang pria yang tak lain adalah Celvin
Bodyguard dan Shirea langsung berlari ke Celvin yang terdiam
Bodyguard Celvin dengan cepat memegang tangan Celvin
"Celvin, tidak baik jika kau terus kabur dari rumah sakit sekarang kita akan kembali ke sana" ujar Shirea
"Shirea, coba tebak apa yang baru saja aku lihat?" ujar Celvin dan tersenyum lebar kemudian menatap wajah Shirea
"Itu nanti saja kita bicarakan, sekarang kita kembali dulu ke rumah sakit" jawab Shirea mengabaikan Celvin dan memberi kode pada bodyguard Celvin untuk mengangkat badan Celvin ke mobil takut-takut Celvin akan kabur lagi
Selama di perjalanan menuju rumah sakit, Celvin terus senyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi
Kenapa dia senyum-senyum sendiri? oh tidak jangan-jangan selain fisik otaknya juga sudah mulai sakit duga Shirea ketika melihat Celvin yang seperti itu
***PLEASE DUNK JANGAN PELIT NGELIKENYA KALAU BISA COMENT JUGA YA!
KALAU ENGGAK VOTE JUGA ENGGAK APA-YANG PENTING DI LIKE YA!
__ADS_1
AUTHOR CAPEK TAHU NGETIKNYA BELUM LAGI BUAT RANCANGAN CERITANYA JADI MOHON DUNK DI LIKE AND COMENT
MAAF YA KALAU BERSIFAT MAKSA TAPI KALAU ENGGAK COMENT JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING DI LIKE***