
"Tuan William?" ucap Alisha tak percaya bahwa saat itu memang benar William yang berada di belakangnya dan memeluknya
Kepala William tertunduk dan masih terus menangis hingga membuat Alisha terheran heran
Tuan William kenapa ya menangis? gumam Alisha
"Tuan..... tuan William kenapa menangis? tidak baik seorang pria tampan menangis, apa kata orang kalau lihat tuan William menangis" ujar Alisha dan menundukkan sedikit kepalanya melihat wajah William tertunduk
Dengan cepat William langsung memeluk lagi Alisha hingga membuat Alisha terkejut dan matanya terbelalak
"Hiks.....hiks.... aku tidak peduli dengan kata orang yang aku inginkan tolong jangan tinggalkan aku untuk kedua kalinya" isak tangis William dan membenamkan wajahnya di leher Alisha
Tanpa sadar Alisha membalas pelukan William dan membelai lembut jas punggung William
"Tuan...... jangan seperti ini, bukankah tuan tadi sudah memecat saya?" tanya Alisha kemudian melepas pelan pelukan William
"A....a...aku minta maaf padamu Tara, tadi pagi aku salah seharusnya aku terimakasih padamu karena sudah menarik tanganku bukannya marah dan memecat mu" jawab William dengan pipi basah
Astaga!!! kenapa ya aku tidak tahan melihat tuan William menangis? seharusnya aku kan marah dengannya kenapa malah kasihan gumam Alisha
"Jadi tuan William tahu alasan saya tadi pagi menarik tangan tuan?" tanya lembut Alisha sambil menghapus air mata William di pipinya
"Iya, karena kau tidak ingin aku terpeleset bukan?" ujar William dan memegang tangan Alisha yang menghapus air matanya
"Iya tuan tidak apa-apa, lalu kenapa tuan bisa ada disini?" tanya Alisha mengalihkan pembicaraan
"Tadi sewaktu aku mendengar percakapan antara Lita dan resepsionis itu tentang kejadian yang sebenarnya pada kita aku langsung meminta nomor telepon mu untuk meminta maaf" ujarnya
Aneh sekali seorang CEO seperti tuan William mau minta maaf pada office girl seperti aku? sangat tidak masuk akal gumam Alisha tak percaya dan masih terus mendengarkan penjelasan William
"Lalu, saat Lita ingin menyalakan ponselnya ia melihat artikel di brows*r tentang pembunuhan sadis di gedung apartemen mu" lanjutnya lagi
"Lalu, apa hubungannya dengan saya?" tanya Alisha
"Apa hubungannya dengan mu? tentu saja ada, aku khawatir saat mendengar itu aku pikir kau yang menjadi korban lalu aku datang ke gedung apartemen mu dan memang benar ada polisi disana" lanjutnya lagi
Alisha masih terus mendengarkan penjelasan William dan menahan tawanya
"Aku bertanya pada mereka tentang nama korban dan mereka menjawab dengan namamu Tara, itu membuat kupingku merasa panas kemudian aku memegang kerah baju polisi itu dan aku marah" lanjut William
Sontak saja tawa Alisha menjadi pecah hingga membuat William terheran heran
__ADS_1
"Hahahaha..... hahahaha..... tuan tuan..... tuan William ini ada-ada saja ya, jangan hanya karena nama saja yang sama tuan jadi marah dengan polisi" seru Alisha dan tertawa terbahak-bahak
"Tara, aku tidak sedang bercanda" ketus William dan membuat tawa Alisha terhenti
Alisha menundukkan kepalanya guna menutupi dan menahan tawanya
"Jadi..... apakah kau masih mau berkerja di kantorku?" tanya pelan William
Mata Alisha terbelalak kaget dan ia mendongak menatap wajah William
"Maksud tuan?" tanya Alisha
"Iya aku tahu aku salah dan aku ingin kau bekerja lagi di kantorku MULAI BESOK" ujar William dan menekan kata akhirnya
"Tapi....tapi...tuan?"
"Tidak ada tapi tapian, gaji mu aku naikkan 50% dari gaji OB" ujar William
Mata Alisha semakin terbuka lebar mendengar gaji nya akan naik
"Baik tuan, besok pagi-pagi sekali saya akan datang!" jawab lantang Alisha
Senyuman lebar menyungging di bibir William
"Oh itu ponsel saya hilang tuan" jawab Alisha
"Ya sudah, ikut aku!" seru William dan menarik tangan Alisha menuju mobilnya yang ia parkirkan tadi di depan gedung apartemen
Tuan William ini suka sekali menarik tangan ku padahal aku bisa jalan sendiri ketus Alisha dalam hatinya
William memasukkan Alisha di dalam mobil dan ia masuk ke pintu satunya kemudian memasang sabuk pengaman Alisha dan memasang sabuk pengaman nya juga
Mobil berjalan menuju sebuah sebuah konter ponsel besar
"Tuan, kenapa kita kesini?" tanya Alisha heran
"Untuk membelikanmu ponsel baru" jawab santai William
Mata Alisha kembali terbelalak kaget namun saat ia mau menjawab tangannya kembali ditarik William ke dalam konter
"Kau! carikan merek ponsel yang terbagus dan termahal!" pinta William pada salah satu pelayan konter
__ADS_1
Mengangguk kemudian mengambil beberapa kotak ponsel dari belakangnya kemudian pelayan itu meletakkannya di depan William dan Alisha
"Astaga naga, kenapa harganya sangat mahal nona? kau mengambil untung yang sangat banyak!" seru Alisha setengah berteriak hingga membuat pelanggan lain menoleh kearah nya
"Harganya memang segitu nona, kami tidak melebihkan harganya" ujar pelayan
"Kau jangan bertingkah seperti orang kebun" ucap William dan menatap Alisha
"Tapi tuan apa tuan tidak lihat ya harganya? harganya saja berjuta-juta bahkan yang ini saja harganya 33 juta! kalau saya ada uang sebanyak itu bisa sewa apartemen 1 tahun" ujar Alisha hingga membuat para pelanggan tertawa terbahak-bahak
"Kau membuatku malu!! susah pilih saja dan kita pulang!" seru William
"Tapi tuan" jawab Alisha tapi mata William menatap tajam kearah nya dan terpaksa ia harus memilih diantara ponsel itu
Haduhhh... cari yang paling murah saja lah daripada menghabiskan uang tuan gumam Alisha dan memberikan sebuah ponsel Android seharga 11 juta ( paling murah diantara yang dibawa pelayan tadi ) pada pelayan itu
"Sebentar ya nona dan tuan, saya akan membungkusnya dahulu" ujar pelayan itu
Sementara itu William masih terus menatap wajah Alisha yang berusaha menghindari pandangannya
Setelah pelayan itu memberikan paper bag berisi sekotak ponsel dan kwitansi pembayaran, William memberikan kartu kredit unlimited nya pada pelayan itu kemudian pelayan itu menggeseknya di alat pembayaran kartu
"Ini tuan kartunya" ujar pelayan itu
William mengambil kartunya dan menarik kembali tangan Alisha ke dalam mobil
"Kenapa kau membuatku malu tadi?" tanya William sedikit ketus
Alisha menunduk sambil menggenggam erat paper bag tadi
"Saya hanya tidak ingin dicap memanfaatkan uang tuan William saja" lirih Alisha dan menggigit bibir bawahnya
Mata William yang terbelalak melihat Alisha menggigit bibir bawahnya
"Jika kau menggigit bibir bawahku lagi aku sendiri yang akan......... ah!!! lupakan saja!!!" seru William dan menyalakan mobilnya menuju apartemennya Alisha
***PLEASE DUNK JANGAN PELIT NGELIKENYA KALAU BISA COMENT JUGA YA!
KALAU ENGGAK VOTE JUGA ENGGAK APA-YANG PENTING DI LIKE YA!
AUTHOR CAPEK TAHU NGETIKNYA BELUM LAGI BUAT RANCANGAN CERITANYA JADI MOHON DUNK DI LIKE AND COMENT
__ADS_1
MAAF YA KALAU BERSIFAT MAKSA TAPI KALAU ENGGAK COMENT JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING DI LIKE***