Takdir Cinta Alisha

Takdir Cinta Alisha
Episode 20


__ADS_3

*Dreeeeeeet* bunyi jam alarm William berdering menunjukkan pukul 05.15


William bangun dari tidurnya dan mematikan jam alarm lalu termenung sejenak


Ini sudah waktunya shalat subuh, tapi aku tidak akan melakukannya karena aku masih sakit hati dengan Mu Tuhan


William masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan memutar shower pancuran


Lama ia di bawah shower dengan air yang mengalir karena masih teringat dengan mimpi tadi malam


Setelah mandi, ia memakai pakaian yang biasa ia pakai dan berkaca di depan cermin untuk memakai jam tangan dan parfum nya


Aku semakin gila saja memikirkan dia terus seperti ini


Dengan kesal William menuruni tangga dan duduk di meja makan yang sudah tertata banyak hidangan makanan dan minuman


Astaga!! kenapa aku terus mengingat Alisha bahkan saat melihat semua hidangan ini


William tidak jadi makan karena terus teringat Alisha, dengan marah ia langsung pergi tanpa sarapan


Vera beserta bawahannya yang selalu berada di belakang meja makan penasaran dengan sikap tuannya William tapi ia tak berani bertanya dan hanya menundukkan kepala


Mobil William ia kendarai dengan kecepatan tinggi menuju sebuah club hiburan tempat biasa William singgahi sebelum ia menikahi Alisha


*Brakk* pintu di buka kasar William, tampak dari dalam banyak wanita PSK yang sedang melayani pria-pria hidung belang


William duduk di salah satu sofa di ruangan VIP dan 3 orang wanita mendekatinya


"Tuan, apakah anda mau saya layani?" tanya salah satu dari mereka dan memegang pipi kanan William


William hanya diam dan terus memikirkan Alisha


Sementara yang lain sibuk memegang pipi kiri dan mengelus dada William


Tak berapa lama kemudian, seorang pelayan wanita datang membawakan minuman alkohol


William menatap wajah pelayan itu yang serasa ia melihat sosok Alisha


"Alisha......." ucap William


3 orang PSK yang berada di samping William merasa heran melihat William menyebut nama itu dan begitu juga pelayan itu kenapa William memanggilnya dengan sebutan Alisha padahal namanya bukan itu


William berdiri dan memegang kedua bahu pelayan itu sehingga pelayan itu terkejut


"Alisha, apakah ini kau?" tanya William


Dalam penglihatannya William melihat pelayan itu adalah sosok Alisha


"Iya, aku marah padamu William" jawab sosok Alisha


"Kenapa kau marah padaku?" tanya William pada pelayan itu


Pelayan itu semakin heran dengan sikap dan perkataan William padahal dari tadi ia tidak bicara


"Aku masih istrimu, kenapa kau pergi ketempat ini?" tanya sosok Alisha

__ADS_1


"Dengar Alisha, aku semakin gila saja memikirkan mu terus menerus aku tidak dapat menahan diriku lagi makanya kau datang kesini" jawab William mengangguk


"Kau bohong!" jawab sosok Alisha


"Aku berkata jujur" ujar William dan mulai menangis


Pelayan dan 3 orang PSK itu semakin dibuat heran dengan William yang terus berbicara sendiri tapi memegang bahu pelayan itu


Salah satu dari PSK itu menghampiri William dan memegang bahunya


"Tuan, apa yang kau bicarakan siapa yang kau maksud Alisha" tanyanya


William langsung menoleh ke arah PSK itu dan menatap tajam


"Dia adalah istriku! kau jangan ikut campur!" seru William


Ketika ia menoleh kembali ke arah pelayan yang ia pegang bahunya bukan sosok Alisha lagi yang ia lihat tapi pelayan


"Kau..... siapa?" tanya William


"Seharusnya saya yang bertanya pada tuan, kenapa tuan memegang bahu saya?" tanya pelayan itu


"Aku tidak memegang bahu mu *** aku memegang bahu istriku!" seru William dan melepas pegangannya


"Sepertinya tuan berhalusinasi, dari tadi tuan memegang bahu saya" ujar pelayan itu


Benar benar sial!!!! lagi lagi aku memikirkan nya sampai kapan aku akan terus begini


Dengan kesal ia keluar dari club hiburan itu dan masuk kembali ke mobilnya menuju kantor


"Tara, Arga ibu pergi dulu ya" seru ibunya dan memakai sepatunya


"Iya Bu" jawab serentak Alisha dan Arga yang tengah membaca buku


Sesuai dengan janjinya pada Arga dan Tara, ibu Lina mendatangi kantor kepengurusan kartu keluarga dan lain sebagainya untuk membuat akta baru, KTP, dan lainnya untuk Alisha


Siang harinya ibu Lina kembali


"Bagaimana Bu?" tanya Arga


"Semuanya sudah diurus hanya tinggal mengambil" jawab ibu Lina


"Kapan di ambil Bu?" tanya Alisha


"Katanya Minggu ini" jawab ibu Lina


"Ya sudah, kita makan dulu yuk! Aku sama Tara tadi masak nasi goreng" ajak Arga


"Wah kebetulan, ibu sudah lapar ayo kita makan siang!" seru ibu Lina


Mereka bertiga pun makan siang dengan gembira dan bahagia bersama


Tapi di sisi lain........


William yang menatap ke arah luar jendela kantornya terus memikirkan Alisha

__ADS_1


Sudah 3 hari semenjak ia mengetahui tiadanya Alisha ia tidak mengurusi urusan kantor


*Tok tok tok* pintu diketuk dan Daren masuk


"Will, besok kita akan ke Paris untuk membahas rancangan mereka" ujar Daren


"Hmmmm..... malam ini kau tidur di rumah ku!" jawab William tanpa menoleh ke arah Daren


Dia mengajakku tidur di rumah nya pasti karena untuk dimintai siapkan barang barangnya untuk besok


Daren tak menampakkan kekesalannya dan keluar dari ruangan William


William masih terus menatap ke arah luar jendela


Semoga saja di Paris aku bisa melupakan Alisha dan melanjutkan kehidupan lamaku


*Tok tok tok* pintu kembali diketuk


"Daren kau ini mau apa?" tanya William dan menoleh ke arah pintu


Bukan Daren yang ia lihat tetapi Shirea


"Kau.... kenapa kau kesini?" tanya William


"Apa aku boleh duduk?" tanya Shirea


"Hmmmm" William


Mereka duduk di sofa ruangan William


"Aku ingin bertanya padamu, apakah kau yakin bahwa Alisha sudah tiada?" tanya Shirea


William berpikir sejenak kemudian menatap wajah Shirea


"Aku tidak begitu yakin tapi sangat mustahil bagi seorang yang telah jatuh dari jurang masih bisa hidup" jawab William


"Apa kau bersedia jika aku mencari keberadaan Alisha?" tanya Shirea


"Tidak perlu, aku sudah banyak memikirkannya bahkan sudah berhalusinasi tentang dia aku tidak ingin mendapatkan berita buruk lagi tentang dia dan lagi pula ini sudah lebih dari 4 bulan pasti jasadnya sudah membusuk atau dimakan burung gagak" jawab pelan William


Ia berpikir walaupun Alisha sudah ditemukan pasti hanya ada jasad dengan penuh darah itu akan membuatnya semakin sakit hati


"Jadi ternyata kau juga?" tanya Shirea


"Juga? jadi kau juga?" tanya balik William


"Iya, aku sudah beberapa kali bermimpi melihat Alisha" jawab Shirea


William sejenak melamun


Ternyata bukan hanya aku yang bermimpi melihat Alisha tapi juga dia


"Ini sudah siang, apa kau mau makan siang?" tanya William mengalihkan pembicaraan


"Hmmmm belum, ya sudah ayo" jawab Shirea

__ADS_1


__ADS_2