
"Tara, kau kenapa?" tanya William memecah keheningan
Alisha tak menjawab dan masih ketus sambil mengunyah daging steak
"Apa kau marah padaku?" tanya William lagi
Alisha masih terus tak menjawab bahkan pandangannya kearah lain
Sontak amarah William meledak dan ia membanting piring, Alisha menjadi terkejut dan ketakutan namun ia menutupinya
"PELAYAN!!! SURUH SEMUA ORANG YANG ADA DISINI KELUAR" teriak William
Pelayan mengangguk dan menyuruh semua para tamu restoran di ballroom keluar
Karena tahu siapa dan status William di Eropa mereka dengan mudahnya dan tanpa protes langsung pergi dari sana
Setelah mereka semua keluar, di ballroom hanya ada William dan Alisha
William beranjak dari duduknya dan menatap tajam ke arah Alisha yang santai santai saja
"Apa kau tidak takut lagi padaku?" tanya dingin William dengan tatapan tajamnya
Alisha hanya menggeleng pelan
"Oh.... jadi kau sudah berani padaku ya?" tanya sinis William dan menyilangkan tangannya
Alisha berhenti makan dan menatap wajah William
"Tuan ini kenapa? tadi di lobi tuan sendiri yang bilang pada saya untuk tidak bicara dan saya tidak bicara tapi kenapa tuan malah marah?" gerutu Alisha dan sedikit berteriak
William terkejut dan teringat dengan perkataan nya tadi dan terkekeh geli
"Hehehehe... maaf aku lupa" ujarnya cengengesan
Alisha yang masih ketus beranjak dari duduknya
"Kau mau kemana?" tanya William
"Kembali ke kantor, saya bosan disini" jawab Alisha dengan malas
William menyusul Alisha dan langsung menggendongnya lagi
"Eh.... tuan kenapa menggendong ku lagi?" tanya Alisha terkejut dan marah
William terhenti dari langkahnya dan menatap wajah Alisha dengan tatapan teduh
"Kau marah padaku?" tanya pelan dan lembut William
"Iya saya marah dengan tuan, tadi kenapa tuan mengatakan saya itu istri tuan ha?" ketus Alisha
__ADS_1
William terkekeh geli dan melanjutkan lagi menuruni tangga ( padahal ada lift )
"Hahahaha... jadi kau marah padaku hanya karena itu?" tanya William yang masih terus tertawa
"Tuan kenapa malah tertawa? apanya yang lucu?" tanya Alisha heran
"Tentu saja lucu, apakah kau tahu berapa banyak wanita yang antri diluar sana yang hanya ingin mendengar dari mulutku ini mengatakan mereka adalah istriku, kau sudah diberi kesempatan tapi kau malah marah" jawab Will terus tertawa
"Tentu saja saya marah tuan, saya sudah berjanji dengan nona Vira agar saya tidak menyukai tuan karena nona Vira menyukai tuan" jawab Alisha
William terdiam dari tawanya dan terus menuruni tangga menuju lobi untuk keluar dari restoran
William memasukkan Alisha dalam mobil dan memasangkan sabuk pengaman padanya dan juga dia ( sudah 3X ia lakukan )
"Apa kau benar-benar tidak menyukaiku?" tanya William lembut dengan tatapan teduh sambil memegang kedua pipi Alisha dan menghadapkannya ke samping kearahnya
Jantung Alisha berdetak kencang dan ia menelan saliva nya, ia mengangguk pelan tanda mengiyakan
William menghembuskan nafas kasarnya
"Jika sekali lagi kau mengatakan nama wanita itu dan berkata seperti itu lagi maka aku akan meniduri mu" bisik William di telinga Alisha hingga membuat Alisha yang mendengarnya menjadi tergidik
William menjauhkan wajahnya dari wajah Alisha dan tersenyum lebar
"Apa kau mengerti?" tanya William dengan tersenyum lebar
Pasrah dan putus asa akhirnya Alisha manggut-manggut SECARA TERPAKSA
"Tuan, kenapa kita ke apartemen saya?" tanya Alisha terheran-heran
"Ya pulanglah, masa mau kerja di apartemen mu" jawab William ketus
Huhh.... otak Tara memang benar-benar tumpul, masa dia masih tidak mengerti kenapa aku membawanya ke apartemennya ketus William dalam hatinya dan melirik wajah Alisha
"Tapi tuan inikan masih jam kerja kenapa kita pulangnya lebih awal?" tanya Alisha lagi hingga membuat kuping William yang mendengarnya menjadi panas
"Yang punya perusahaan siapa?" tanya William tanpa menoleh ke arah Alisha
"Tuan" jawab singkat Alisha
"Yang berkuasa siapa?" tanya William lagi
"Tuan" jawab Alisha
"Yang sesuka hati berbuat apapun siapa?" tanya William lagi
"Tuan" jawab Alisha lagi dan terheran-heran
"Lalu kenapa kau berkata seperti itu tadi, yang duduk disamping mu ini CEO dari perusahaan ternama di Eropa ya jadi suka-suka aku lah mau datang dan pulang jam berapa" ujar William ketus melihat betapa bodoh dan be*o nya Alisha
__ADS_1
Alisha terkekeh dan cengengesan
"Ya juga ya, kalau begitu saya min....." jawabnya terhenti saat sorot mata tajam William mengarah padanya
Sesampainya di gedung apartemen....
"Tuan, kita mau apa kesini?" tanya Alisha
Dasar otak tumpul!!!! jika saja dia itu Alisha sudah aku hajar dia diatas ranjang, eh.... tapi apa ya alasan ku tadi ajak dia kesini? marah William dalam hatinya dan berpikir sejenak
"Engh...... aku kehilangan kunci rumahku jadi aku mau menginap disini" jawab asal William
Semoga saja otak tumpulnya masih bekerja atau kalau tidak dia bisa tahu aku berbohong gumam William
"Tapi tuan..... bukankah rumah tuan itu banyak........"
"Ah...... sudahlah, walaupun kau tak setuju aku akan tetap menginap disini" ujar William memotong pembicaraan Alisha dan menarik tangan Alisha masuk ke dalam apartemen
Tuan pasti sedang berbohong mana mungkin dia kehilangan kunci rumahnya gumam Alisha
Mereka akhirnya tiba didepan kamar apartemen Alisha
Alisha kemudian mengambil kunci kamarnya didalam tas ranselnya dan memasukkannya kedalam gembok
"Silakan masuk tuan" ujar Alisha sambil membuka pintu kamar apartemennya lebar-lebar
William tak menjawab dan masuk, ketika ia masuk ia melihat paper bag berisi ponsel yang ia belikan tadi malam untuk Alisha
"Kau belum memakainya ya?" tanya William sambil memegang paper bag itu dan memperlihatkan pada Alisha
"Hehehehe...... iya tuan, tadi pagi saya bangunnya telat jadi belum sempat sarapan dan memakai ponsel itu makanya tadi sewaktu bekerja saya tidak membawa ponsel dan lagipula juga saya tidak tahu caranya memakai ponsel baru tuan" jawab Alisha cengengesan
"Hadeuhhhh....... selain otak tumpul yang kau punya kau juga bodoh ya" ujar William dan memijit pelipisnya
Alisha terkekeh geli dan cengengesan
"Ya sudah, aku akan ajari cara memakainya, kemari kau" ujar William dan duduk disofa
Alisha mengangguk dan duduk disampingnya William
Siang hari menjelang petang itu penuh ceria, tawa, canda, dan terasa hangat didalam apartemen Alisha
Sewaktu Alisha masih hidup, ia sama sekali tidak pernah membuatku seceria ini tapi entah kenapa semenjak aku bertemu dan mengenal Tara yang sangat mirip dengan Alisha ia bisa membuatku tertawa dan ceria, hanya saja Tara tidak memakai hijab seperti Alisha gumam William saat sambil menatap wajah Alisha yang fokus ke arah ponsel barunya
***PLEASE DUNK JANGAN PELIT NGELIKENYA KALAU BISA COMENT JUGA YA!
KALAU ENGGAK VOTE JUGA ENGGAK APA-YANG PENTING DI LIKE YA!
AUTHOR CAPEK TAHU NGETIKNYA BELUM LAGI BUAT RANCANGAN CERITANYA JADI MOHON DUNK DI LIKE AND COMENT
__ADS_1
MAAF YA KALAU BERSIFAT MAKSA TAPI KALAU ENGGAK COMENT JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING DI LIKE***