Takdir Cinta Alisha

Takdir Cinta Alisha
Episode 34


__ADS_3

Sesampainya di gedung apartemen.......


"Hmmmm..... tuan William apa semua ini tidak merepotkan?" tanya Alisha


"Apanya yang merepotkan?" tanya balik William tidak mengerti


"Tuan kan sudah memberikan saya pekerjaan lalu membelikan saya ponsel baru dan sekarang malah mengantar saya pulang" ujar Alisha dan menundukkan kepalanya


"Itu menurutmu merepotkan? heh itu sama sekali tidak merepotkan, aku melakukan semua itu karena aku masih merasa bersalah padamu karena tadi pagi sudah memecat mu dan lagipula juga ponselmu hilang kan" ujar William


"Kalau begitu saya ucapkan terimakasih tuan, saya janji saat gajian nanti uang William saya akan saya ganti" seru Alisha


"Tidak usah, kau pikir aku kekurangan uang kah?" ujar William sedikit merasa direndahkan oleh Alisha


"Eh bukan begitu tuan saya min......." ucap Alisha pelan namun terhenti saat bibirnya ditahan jari telunjuk William


"Jika kau mengatakan kata itu lagi aku sendiri yang akan mengigit lidahmu" ucap William pelan dan mendekatkan wajahnya ke wajah Alisha


"Sekarang masuklah ke dalam dan tidur atau aku sendiri yang akan menidurkan mu" ujarnya lagi


Wajah Alisha seketika menjadi merah dan mata terbuka lebar dan mengangguk pelan kemudian membuka pintu mobil dan berlari sekencang kencangnya masuk ke dalam apartemennya


William tersenyum lebar melihat Alisha berlari ke dalam gedung apartemen


"Tara sungguh manis juga menggemaskan, awas saja jika dia masih menggigit bibirnya atau minta maaf padaku, aku sendiri yang akan mengigit bibirnya nanti" ujarnya pada dirinya sendiri kemudian meninggalkan gedung apartemen itu


Sesampainya di rumah nya.....


William yang baru sampai di rumah nya senyum senyum sendiri sambil menaiki tangga menuju kamarnya


Daren yang tengah memainkan ponselnya duduk di sofa melihat William berlalu saja didepannya tanpa melihat atau berbicara padanya menjadi heran ketika ia melihat William senyum senyum sendiri


Ini kenapa lagi William senyum senyum sendiri pasti ada sesuatu gumamnya dan mengikuti William masuk ke dalam kamarnya


"Kau kenapa senyum senyum sendiri? sakit kah atau sudah tidak waras?" tanya Daren di depan pintu


William yang baru saja ingin masuk ke dalam kamar mandi terkejut


"Dasar tidak tahu sopan! kau tidak lihat apa aku hanya pakai handuk!" gerutu William marah

__ADS_1


"Kau juga pernah begitu denganku jadi sekarang kita impas, jawab saja pertanyaan ku" jawab Daren juga ketus


"Tidak, aku masih waras kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya balik William


"Ya aneh saja tadi kau melewati ku tanpa bicara atau melihatku terlebih dahulu apalagi aku lihat kau senyum senyum sendiri" jawab Daren dan menyilangkan tangannya


Seketika itu juga William jadi teringat pada Alisha dan kembali senyum senyum sendiri


"Astaga!!! memang benar tidak waras orang ini ah sudahlah jangan diberi tahu apa-apa tentang masa lalu Tara" ketus Daren dan hendak pergi namun langkahnya terhenti saat William melempar sandal kamarnya di kepala Daren


"Sakit tahu!!!" ketus Daren dan memegang kepalanya


"DUDUK!!!!!!" teriak William


Aishhhh..... seharusnya aku tadi tidak usah memberi tahu tentang Tara padanya ketus Daren dalam hatinya dan dengan malas ia duduk di sofa kamar William


"Apa saja yang kau dapatkan tentang Tara?" tanya William dingin


"Sekitar dua hari yang lalu semua anak buah ku menyelidiki kematian Alisha di bawah jurang" ujarnya


William menyilangkan tangannya dan kakinya kemudian menyandarkan tubuhnya di sofa


"Para anak buahku berpikir mungkin Alisha terjatuh ke dalam sungai dan hanyut dibawa air tapi tak sengaja salah satu dari mereka melihat ada sebercak darah di batu besar" lanjutnya lagi


William kemudian kepikiran tentang Alisha yang pernah berkata padanya bahwa ia pernah hanyut dibawa air tapi ia diam tak bergeming dan tetap mendengarkan penjelasan Daren


"Lalu mereka memanggil orang forensik untuk mengambil bercak darah itu untuk di identifikasi apakah benar itu darah Alisha atau tidak" lanjutnya lagi


"Jadi sampai sekarang kau belum menemukan jasad Alisha?" tanya William


"Belum, tapi jika memang benar itu adalah darah Alisha bisa dipastikan Alisha masih hidup karena anak buahku tidak menemukan jasad Alisha disana juga disekitarnya" jawab Daren santai


William terdiam sejenak mencerna perkataan Daren


"Sekarang pergilah, aku mau mandi" ujar William dan masuk ke dalam kamar mandi


Huhh!! suka sekali meninggalkan orang lain kali aku tidak akan mau membantunya lagi gumamnya dan pergi keluar kamar William


Sementara itu, William yang tengah berdiri di atas shower air dengan tubuh dibasahi air yang mengalir memegang teralis besi di depannya dengan pandangan kebawah

__ADS_1


Jika benar darah itu adalah darah Alisha berarti Alisha masih hidup tapi bagaimana keadaannya sekarang? sudah makan apa belum? tinggal dimana dia sekarang? aku sangat khawatir dengannya, tapi jika Tara itu adalah Alisha........ ah itu tidak mungkin, mana mungkin Tara adalah Alisha jelas-jelas kelakuan dan sikap mereka beda jauh gumamnya khawatir dan mengacak-acak rambutnya


Sementara itu........


Alisha masuk kedalam apartemennya dan mengunci pintu, nafasnya memburu gara-gara lari kencang menghindari William tadi


"Untung saja bisa lepas" ujarnya dan menghapus keringatnya kemudian melihat paper bag berisi ponsel ditangannya


"Aku harus mandi sekarang, sudah bau" ujarnya sambil mencium ketiaknya


Alisha meletakkan paper bag berisi ponsel itu ke sofa dan mengambil handuk di kamarnya dan masuk lagi ke kamar mandi


Setelah membersihkan diri, Alisha membaringkan tubuhnya di atas sofa sambil menatap langit-langit apartemen


"Apa ya maksud tuan tadi? kenapa dia akan menggigit bibir ku? apa jangan-jangan dia mau menci*m ku?" tebak Alisha dan menggigit jari telunjuknya


Merasa sangat lelah dan kantuk yang berat, Alisha tertidur di sofa yang hanya memakai kaos putih dan celana pendek


Sementara itu juga di rumah sakit.......


Shirea terus memperhatikan kondisi Celvin Yaang terus saja senyum senyum sendiri dan sesekali tertawa


"Celvin, kau kenapa?" tanya Shirea


Celvin menatap Shirea sebentar dan berpikir sejenak


Jika aku katakan pada Shirea pasti dia tidak percaya tadi aku memang melihat Alisha, aku harus menyelidiki wanita itu baru aku katakan pada Shirea gumam Celvin


"Tidak ada, aku hanya mengingat Alisha" jawab Celvin


"Celvin! sudah lama Alisha tiada, kau harus bisa merelakannya yang harus kau sekarang pikirkan itu adalah kondisi mu sendiri!" ketus Shirea merasa sedikit cemburu


***PLEASE DUNK JANGAN PELIT NGELIKENYA KALAU BISA COMENT JUGA YA!


KALAU ENGGAK VOTE JUGA ENGGAK APA-YANG PENTING DI LIKE YA!


AUTHOR CAPEK TAHU NGETIKNYA BELUM LAGI BUAT RANCANGAN CERITANYA JADI MOHON DUNK DI LIKE AND COMENT


MAAF YA KALAU BERSIFAT MAKSA TAPI KALAU ENGGAK COMENT JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING DI LIKE***

__ADS_1


__ADS_2