
Arga yang tengah mondar-mandir di apartemennya terus memikirkan apa yang terjadi pada Alisha dan apa yang harus ia perbuat
Celvin yang baru datang dengan membawa kado ke apartemen Arga menjadi heran
"Kak Arga, ada apa kak?"
Arga menoleh ke arah suara itu dan tampak Celvin tengah berdiri di ambang pintu
"Seharusnya aku yang bertanya padamu ada apa kau kesini?" tanya balik Arga
"Oh itu.... saya ada urusan dengan Tara, apa dia ada kak?" tanya Celvin
Arga menghembuskan nafas beratnya
"Tara pergi dengan sepupu mu!" jawab Arga hingga membuat Celvin kaget
"Mmmaksud kakak apa? bukankah kakak tidak menginginkan Tara berhubungan dengan Will? lalu kenapa kakak mengijinkan William membawa Tara?" ujar Celvin tak percaya
"Kenapa kau terus memanggil ku kakak? aku bukan kakak mu! soal Tara dia dibawa paksa William!!" ketus Arga
"Ya karena aku menganggap mu sebagai kakak, lagipula umurku dengan Tara hampir sama ya jadi tidak salah kan kalau aku panggil kakak" jawab Celvin
Arga memutar bola matanya dengan jenuh menanggapi perkataan Celvin
"Apa kak Arga tahu dimana Tara sekarang?" tanya Celvin
"Palingan dibawa ke rumahnya!" ketus Arga
"Ya sudah kalau begitu kak, aku permisi dulu ya mau jemput Tara nanti kalau sudah dapat Tara nya aku antar kesini!" seru Celvin dan pergi meninggalkan apartemen Arga
Celvin seperti baik orangnya tidak seperti William, apa aku biarkan saja ya Tara berteman dengannya? gumam Arga
Celvin berlari ke arah mobilnya dan langsung menelpon Aldo
"Kau batalkan semua persiapan itu dan kerahkan semua anak buah pergi ke rumah William!!" perintah Celvin pada Aldo dan langsung menutup teleponnya
Mobil Celvin kemudian melaju kencang menuju rumah William dengan seringai diwajahnya
Jika sampai kau melakukan sesuatu pada Tara aku bersumpah saat itu juga akan mengambil otak mu dan memakannya mentah-mentah William!!!! gumam geram Celvin
Sesampainya di kediaman besar William sudah ada anak buahnya tengah berdiri tapi tepat didepan rumah William
"Sesuai perintah tuan" ucap sopan Aldo
__ADS_1
Celvin berjalan melewati Aldo tanpa menjawabnya dan menghampiri semua bodyguard William yang telah diikat
Karena situasi dan penjagaan rumah William yang tak terlalu banyak bodyguard dan apalagi setengah dari mereka mengantar William tadi jadi mudah saja untuk para anak buah Celvin mengikat mereka
"Dimana tuan mu?" tanya Celvin pada salah satu dari mereka
"Untuk apa aku harus memberitahu mu ha?" tanya balik salah satu dari mereka dengan senyum jahatnya
"Oh jadi tidak mau memberitahu ya!! sepertinya harus diberi hadiah baru mau beritahu" ujar Celvin tersenyum sinis dan memberi kode pada Aldo
Aldo memanggil dan mendaratkan dua pukulan di kedua sisi bibir bodyguard nya William hingga membuat bibir pria itu berdarah
Kasihan melihat temannya dipukuli oleh Aldo akhirnya bodyguardnya William yang lain memberitahu Celvin
"Tolong jangan sakiti dia, tuan William sedang ada di rumah sakit mengantar nyonya Alisha" jawabnya
"Apa?? memangnya istrinya sakit apa?" tanya Celvin terkejut
"Kami tidak tahu tapi sepertinya parah" jawabnya pula
Tara sakit apa ya? apa jangan-jangan ada hubungannya dengan amnesia nya? gumam Celvin
"Kalian semua pulang saja aku akan pergi sebentar!" seru Celvin pada Aldo dan pergi meninggalkan mereka
Sementara itu William yang masih kesal dengan saran Daren tak menggubris permintaan maaf Daren
"Will, aku minta maaf aku janji tidak akan sering-sering nonton TV lagi!!" seru Daren dan memegang dagu William dan menghadapkannya ke arahnya namun ditepis William
"Untung saja Tara tidak apa-apa, kalau sampai Tara ada apa-apa aku sendiri yang melenyapkan mu!!" geram William
Daren cengengesan dan terkekeh kecil namun tak lama kemudian ekspresi nya berubah menjadi kaget ketika ia melihat sosok yang sangat ia kenal berjalan menghampiri mereka berdua
"Apa yang kau lihat?" tanya William heran melihat ekspresi Daren
"Dia datang" jawab Daren
Seakan-akan tahu siapa yang disebut Daren, William menolehkan wajahnya ke belakang dan melihat siapa itu
Matanya menatap tajam kearah pria itu dan berdiri tegap
"Ada urusan apa kau kesini?" tanya William menahan amarahnya
"Apa yang terjadi pada Tara?" tanya balik Celvin
__ADS_1
"Jawab dulu pertanyaan ku baru ku jawab" ujar William
"Berani sekali kau berkata seperti itu padaku, Will" ujar Celvin dengan senyum sinisnya
Pandangan mereka saling bertemu dengan sorot mata tajam pada mata mereka berdua hingga membuat Daren tergidik ngeri
"Celvin tolong jangan membuat keributan disini" ucap Daren dan melerai mereka berdua
*Prangg* suara gelas pecah dari ruang Alisha dirawat terdengar mereka bertiga
"Tara!!" seru William dan Celvin serentak dengan panik dan masuk ke dalam serta disusul Daren
"Tara Tara..... kau tidak apa-apa? apanya yang jatuh?" tanya William dan langsung duduk didepan Alisha yang tengah bersandar di ranjangnya
"Saya tidak apa-apa tuan, tadi saya mau minum tapi tangan saya tidak kuat makanya gelasnya jatuh, maaf ya sudah menggangu tuan" jawab Alisha menjelaskan
"Seharusnya dari tadi aku menjagamu bukan malah meninggalkan mu sendiri disini, aku minta maaf" ujar William merasa bersalah
"Tidak apa-apa tuan, eh.... ada tuan Celvin" ujar Alisha ketika melihat sosok Celvin tengah berdiri tepat didepan ranjangnya
"Iya Tara, aku baru saja datang" jawab Celvin
"Tuan darimana tahu saya disini?" tanya Alisha
"Tadi diberi tahu sama anak buah William" jawab Celvin dan melirik sinis kearah William
Merasa ada sesuatu yang tak bersuara pada anak buahnya seringai muncul diwajah William namun ia tahan
"Daren, kau pulanglah dulu urus semuanya!" seru William pada Daren
Tanpa menjawab ataupun membantah Daren langsung keluar ruangan Alisha dan pulang kerumah William
Seakan-akan tahu apa maksud William, Celvin tersenyum lebar
"Oh ya Tara, memangnya kamu sakit apa sampai-sampai harus kerumah sakit?" tanya Celvin dan melirik tahu kearah William yang cemburu dengannya
***SEBELUMNYA SAYA MINTA MAAF KARENA SUDAH BEBERAPA KALI TIDAK UP SECARA TERATUR, DIKARENAKAN SAYA SEDANG BERADA DI RUMAH SAKIT MENJALANI RAPEED TEST COVID-19, JADI TOLONG DIMENGERTI YA PARA READERS!!
TOLONG DOAKAN SAYA AGAR SAYA TIDAK TERDAMPAK COVID-19 DAN MOHON UNTUK TETAP DI RUMAH UNTUK MENGHINDARI COVID-19 MENJANGKITI KALIAN
JANGAN PELIT NGELIKENYA KALAU BISA COMENT JUGA YA!
AUTHOR CAPEK TAHU NGETIKNYA BELUM LAGI BUAT RANCANGAN CERITANYA JADI MOHON DUNK DI LIKE AND COMENT
__ADS_1
MAAF YA KALAU BERSIFAT MAKSA TAPI KALAU ENGGAK COMENT JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING DI LIKE***