
"Tapi tuan untuk apa saya kerumah tuan? apa yang akan saya lakukan disana?" tanya Alisha
"Daren kau duluan saja kekantor nanti aku menyusul" ujar William pada Daren tak menggubris perkataan Alisha
Daren geleng-geleng kepala melihat tingkah laku William dan pergi dari rumah William sedangkan William terus menarik tangan Alisha masuk kedalam rumahnya
Alisha begitu tercengang saat melihat betapa luasnya dan besarnya ruang tamu William ditambah lagi dengan dekorasi membuat semakin megah
"Apa ini yang dinamakan istana?" tanya Alisha
"Ya begitulah, itulah aku" jawab William menyombongkan diri
"Kalau saya boleh tahu tuan tinggal dirumahnya sebesar ini dengan siapa ya? tidak mungkin kan tuan tinggal sendiri" tanya Alisha
William menatap mata Alisha lama
"Dulu aku tinggal berdua disini tapi...... sekarang sendiri" jawab pelan William
"Ooh begitu, lalu kenapa seperti ada pesta disini tuan?" tanya Alisha sambil melihat-lihat setiap sudut ruang tamu William
"Itu tidak perlu kau tahu, yang kau tahu adalah semua ini adalah imbalan atas apa yang kau lakukan tadi malam padaku" jawab William
Alisha membelalakkan matanya terkaget
"Tttttuannnn sudah ingat ya?" tanya gugup Alisha
"Iya, aku sudah ingat semuanya bahkan saat kita berpelukan" jawab pelan William dan tersenyum
Pipi Alisha memerah menahan malu dan mengalihkan pandangannya
"Maaf ya tuan, kalau tadi malam saya lancang" ujar Alisha
"Lupakan itu, apa kau sudah makan?" tanya William
"Sudah tuan" jawab singkat Alisha
"Kalau begitu makan lagi" ujar William dan menarik tangan Alisha
Apa? apa dia tuli sudah aku bilang sudah tapi masih juga disuruh makan gumam Alisha
Alisha tambah terkejut melihat penuhnya meja dengan makanan mulai dari makanan pembuka, cepat saji, makanan berat, bahkan aneka kue ada diatas meja
"Tuan, apa anda yakin kita sanggup menghabiskan semua ini?" tanya Alisha tak percaya
"Kalua tidak habis bisa dibuang" jawab santai William
"Eh jangan tuan itu namanya boros, biar sisanya untuk saya ya biar saya bawa kerumah heheheheh" ujar Alisha terkekeh
__ADS_1
"Apa semua ini makanan favoritmu?" tanya William
"Entahlah tuan, tapi waktu saya melihat ini saya sepertinya sudah menyukainya" jawab Alisha
William terdiam dan memikirkan semua perkataannya pada Vera tadi malam untuk membuatkan semua makanan favorit Alisha
"Kalau kau suka ambil saja semuanya biar pelayan yang membungkusnya" ujar William
"Eh jangan tuan, saya tidak mungkin menghabiskan semua ini sebaiknya kita makan dulu sebisa kita nanti sisanya baru saya bawa kerumah" jawab Alisha
"Ayo makan" ujar William
Alisha mengangguk dan dengan sigap ia mengambil piring dan menyendok nasi dan lauk pauk ke piring dan memberikannya pada William
"Makanlah tuan, ini untuk tuan" ujar Alisha
William sedikit terkejut dan tersenyum melihat Alisha tersenyum manis padanya
"Terimakasih" jawab pelan William
William meletakkan piringnya di depannya dan mengambil piring lagi dan menyendok nasi juga lauk pauk ke dalamnya dan memberikannya pada Alisha
"Ini untukmu" ujar William
"Tuan jangan repot-repot, kan ini rumah tuan seharusnya saya yang melayani tuan" jawab Alisha tak enak hati
"Tidak apa-apa, ini sebagai balasan karena tadi kau ambilkan piring untukku ambillah!" seru William
Sepi tak bicara satu sama lain saat mereka makan berdua diruang makan sebesar itu dan tak henti-hentinya Alisha terus melihat kearah makanan
William yang melihat kelakukan Alisha tersenyum tipis
Tara memang benar benar berbeda dengan Alisha, dia ceria sedangkan Alisha selau bermuka datar denganku** gumamnya dan sedih
"Tuan William kenapa? makanannya tidak enak ya? atau mungkin gara-gara lihat wajah jelek saya selera makan tuan jadi hilang? kalau begitu saya pulang ya sebelum tuan marah" ujar Alisha dan hendak pergi
Tangan Alisha dipegang William dan Alisha tak bisa pergi dari sana
"Kau ini banyak bertanya ya, duduklah" ujar William
Dengan takut Alisha kembali duduk dan pandangan kebawah
"Siapa bilang wajahmu jelek?" tanya William
"Tidak ada tuan, saya sendiri yang merasa" jawab pelan Alisha
"Jika kau mengatakan itu lagi aku akan memecat mu" ujar William
__ADS_1
Sontak membuat kepala Alisha terangkat
"Kalau begitu saya ini cantik" ucap Alisha sedikit berteriak
"Puffffthhhhh....... hahahahahahahahha" tawa William kencang melihat wajah Alisha
Alisha tersenyum tipis karena baru kali ini ia melihat seorang CEO dingin seperti William tertawa didepan office girl seperti dia
"Kau ini lucu sekali Tara" ucap William disela sela tawanya
"Ya begitulah tuan, karena saya juga imut" ujar Alisha terkekeh
Tawa William semakin kuat dan juga Alisha tertawa terbahak-bahak
Wajah William yang sedih tadi menjadi manis saat ia tertawa bagi Alisha dan diam diam Alisha menatap wajah William yang tertawa
"Tuan anda jadi tambah tampan kalau sedang tertawa, sebaiknya sering-seringlah tertawa" ujar Alisha tersenyum
"Kalau aku sering-sering tertawa jadi mirip orang gila" jawab William
"Bukan begitu maksud saya tuan" ujar Alisha
"Iya, aku tahu maksudmu aku hanya bercanda tadi sekarang makanlah lagi setelah ini kita kerumahmu" ujar William
"Buat apa tuan?" tanya Alisha takut karena beranggapan yang tidak-tidak
"Jangan pikir yang macam-macam, apa kau lupa tadi kau sendiri yang minta kalau sisa semua makanan ini untukmu" jawab William mulai ketus dengan Alisha karena otak Alisha yang pendek dalam mengingat
"Hehehehe maaf ya tuan tampan, memang seperti ini aku" ujar Alisha cengengesan
"Kau mau menggodaku ya?" tanya William
"Eh tidak tuan, memang tuan William itu tampan kalau ada yang bilang tuan William tidak tampan berarti matanya buta" jawab Alisha
"Sudahlah, makan saja" ujar William mengalihkan pandangannya
Baru kali ini aku digombali office girl gumam William dan menatap wajah Alisha yang tampak begitu lahap menyantap makanan
"Kalau makan itu pelan pelan saja, tidak ada yang mau mengambil makanan mu" ujar William
"Maaf tuan, rasanya benar benar enak sekali kalau kata orang barat delicius ya" ujar Alisha dan meletakkan jarinya disamping bibirnya dan pandangan matanya kesamping
"Bukan delicius tapi delicious" jawab William dan menjitak kepala Alisha
"Aduh sakit tuan" kata Alisha dan memonyongkan bibirnya
William melihat wajah imut Alisha tak tahan dan mengepalkan tangannya di bawah meja menahan tangannya untuk mencubit pipi office girl itu dan melakukan hal tak senonoh pada Alisha
__ADS_1
**PENASARAN SEPERTI APA SIH EPISODE SELANJUTNYA LIKE COMENT AND VOTE PLEASE BIAR AUTHOR SEMANGAT NGETIKNYA DAN BISA DUBLE UP NGETIKNYA YA
KALAU ENGGAK MAU VOTE JUGA ENGGAK APA-APA TAPI PLEASE DONK DI LIKE AND COMENT BIAR BANYAK DIBACA HEHEHEHEH 😄😄**