
William dan Daren terus mendengar semua penuturan Shirea dengan mata yang berkaca-kaca dan jantung berdetak kencang
"Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Daren menahan tangisnya
"Sewaktu kecelakaan itu, Alisha melihat sebuah truk besar ingin menabraknya dan ia langsung melemparkan dirinya ke rawa di samping jalan. Pengemudi truk itu dan juga yang lain mengira bahwa mereka sudah menabrak Alisha dan untuk memastikan bahwa Alisha sudah tiada merekapun keluar dari truk, Alisha melihat wajah mereka dari genangan rawa dan mengenal salah satu dari mereka yaitu anak buah Thora" jawab Shirea
William yang sudah tidak tahan menahan tangisnya air matanya menetes ke pipinya dan diam seribu bahasa
"Lalu apa yang terjadi?" tanya dingin William
"Alisha memang selamat dari mereka dan dia datang ke rumah saya, sekitar 2 hari yang lalu teman kami, Celvin menyelidiki tentang mereka dan memang benar mereka adalah anak buah Thora tapi yang menyuruh mereka adalah kakaknya. Setelah beberapa jam Celvin mendapatkan salah satu dari mereka dan menahannya" jawab Shirea
William dan Daren terus mendengarkan semua penuturan Shirea
"Alisha kemudian bertanya siapa yang menyuruhnya pada salah satu anak buah kakak Thora yang sudah di sandera Celvin" ujar Shirea
"Lalu, kemarin kami mendatangi kantor polisi untuk membuat pengaduan pada kakaknya Thora dan malamnya kami berdua mendatangi gudang tua untuk menangkap mereka" ujar Shirea
"Kenapa bukan polisi yang menangkap mereka?" tanya Daren dengan marah
"Saya juga maunya seperti itu tetapi Alisha menolak, ia ingin kami berdua dahulu yang menangkap mereka jika tidak berhasil baru polisi menyusul" jawab Shirea
Aku harus tetap tenang di hadapan mereka kalau tidak saat ini juga aku akan tiada
"Lalu apakah berhasil menangkap mereka?" tanya Daren
"Memang berhasil menangkap mereka dan juga kakaknya Thora, tapi........" jawab terputus Shirea dan menunduk menahan tangisnya lagi
"Tapi apa?" tanya William merasa terjadi sesuatu pada Alisha
"Semua anak buah kakaknya Thora memang sudah kami lumpuhkan dan hanya tinggal kakaknya sendiri, ia mengancam pada Alisha akan menembak Alisha. Alisha kemudian mendekatinya di dekat jurang dan dengan cepat ia menendang pistol di tangan kakaknya Thora hingga pistol itu jatuh ke jurang, karena tidak ingin menyakiti orang tua ia berkata baik baik untuk mengajak kakaknya Thora untuk ke kantor polisi tapi kakaknya Thora menolak dan dia dengan cepat mengambil belati tajam dari saku bajunya dan menikam Alisha" jelas Shirea
William kembali dengan mata berkaca-kaca dan air mata jatuh ke pipinya sedangkan Daren tambah kasihan dengan keadaan William
"Lalu apa yang terjadi? dimana sekarang Alisha?" tanya William
__ADS_1
"Sesaat Alisha tidak merasakan sakit di perutnya namun di detik berikutnya ia merasakan sakit luar biasa di perutnya dan mulutnya banyak mengeluarkan darah, aku melihat dia dengan sengaja menjatuhkan dirinya ke dalam jurang" jawab Shirea
*PRANNNK* suara gelas di genggaman tangan William pecah seketika karena ia genggam kuat dan membuat tangannya berdarah
"Kau jangan berbohong nona Shirea atau aku akan melenyapkan mu sekarang!" ujar William dengan mata memerah dan menatap tajam Shirea
"Aku tidak bohong tuan William, jika kau tidak percaya kau bisa bertanya pada semua polisi yang bertugas saat itu" jawab Shirea
William kembali menatap kosong ke arah pintu masuk rumah, Daren mengelus pundaknya
"Sepertinya dia sengaja melakukan semua ini untukmu tuan William" ucap Shirea
"Maksudmu?" tanya Daren
"Alisha sengaja tidak memberi tahu semua ini pada mu karena dia tidak ingin kakaknya Thora melenyapkan mu" jawab Shirea
"Apa tujuan dia melakukan itu?" tanya Daren
"Apakah tuan William pernah memberikan sumbangan besar pada panti asuhan?" tanya Shirea
"Iya benar, aku yang mengurus semuanya kenapa kau mengatakan itu?" tanya balik Daren
William dengan cepat membuka kotak itu dan membuka semua isi surat dan membukanya
*Dear Suami ku William,
Maaf aku melakukan semua ini tanpa memberi tahu padamu karena aku masih merasa kesal pada mu karena kau berbohong pada ku dan aku juga membalasmu jadi tolong jangan marah
Aku melakukan ini karena aku tidak ingin kau mendapatkan masalah karena aku, seharusnya aku membiarkan kau melenyapkan Thora
Aku juga ingin orang yang sangat berjasa di panti asuhan yang telah membesarkan aku tetap aman dan aku juga sudah berjanji pada ibu panti jika aku menemukan mu aku harus berterima kasih dengan banyak cara, ini adalah salah satu cara aku berterima kasih
Jadi tolonglah jangan marah ya, please!
From your wife, Alisha William Killstove*
__ADS_1
William terdiam lesu dan berjalan ke kamarnya
"Terimakasih atas informasinya nona Shirea, kami sangat terimakasih tapi aku mohon maaf dengan sikap William tadi aku akan menyusulnya kau boleh pergi" ujar Daren dan menaiki tangga menuju kamar William
Shirea meninggalkan rumah William dengan hati lega karena tidak terbunuh saat itu
Vera beserta bawahannya sedari tadi mendengar semua percakapan antara Shirea, William, dan Daren dan merasa berduka cita atas meninggalnya Alisha
"Kasihan banget ya nyonya Alisha sudahlah orangnya baik tapi nasibnya buruk sekali" ujar salah satu bawahannya Vera
"Jika kau masih tetap ingin bekerja, kembali ke tempat mu!" perintah Vera
Semua pelayan langsung mengerjakan kembali tugas mereka
Sementara di kamar William......
Daren yang baru sampai di kamar William melihat William duduk di kursi goyang di balkon kamarnya dan menatap ke arah langit
Baru kali ini aku melihat mu jatuh cinta William, dan saat itu juga wanita yang kau cintai mengorbankan dirinya untuk mu dan pergi jauh darimu
Karena tidak ingin menggangu William yang sedang bersedih, Daren memutuskan untuk meninggalkannya beberapa saat
Daren masuk ke kamar lain dan terduduk diam dan berpikir
Apa yang harus aku perbuat untuk William?
Oh ya ampun! aku belum sarapan bagaimana aku bisa berpikir
Daren langsung berlari ke meja makan yang sudah tersedia makanan dan makan lahap
"Baiklah, sekarang sudah kenyang ayo Daren pikirkan apa yang harus kau lakukan untuk William" ujarnya pada dirinya sendiri dan duduk santai di sofa
Tak berapa lama, Daren masih belum menemukan ide atau cara untuk membuat William tak terlalu bersedih dengan meninggalkannya Alisha
"Sudah lama berpikir kenapa aku belum mendapatkan ide, ayolah otak berpikirlah sebelumnya kau tidak pernah begini" ujarnya sambil memukul kepalanya
__ADS_1
*Brakk* pintu kamar William terbuka kasar dan membuat Daren yang sedang terduduk terkejut dan menoleh melihat apa yang terjadi
Penasaran seperti apa sih episode selanjutnya like, vote, and coment ya biar penulis semangat ngetiknya!