
"Ada apa ya nona?" tanya Alisha sambil mendongak menatap wajah wanita itu
"Seharusnya aku yang bertanya padamu ada apa dengan kalian berdua?" tanya balik wanita itu dan berkacak pinggang
"Kami berdua? maksudnya?" tanya balik Alisha tidak mengerti
"Dasar wanita bodoh! maksudku adalah apa hubungan mu dengan tuan William?" tanya wanita itu
"Tuan William? siapa itu nona?" tanya balik Alisha tidak mengerti
"Ternyata kau ini memang bodoh ya! tuan William itu yang tadi berbicara padamu" jawab geram wanita itu
"Oh jadi tuan yang tadi itu tuan William ya! maaf nona saya tidak mengetahui itu" ucap Alisha
"Lupakan itu, kau belum menjawab pertanyaan ku" ujar wanita itu
"Saya baru kali ini bekerja di kota nona dan soal untuk bertemu dengan tuan William itu juga baru pertama kali kami bertemu disini" jawab Alisha panjang lebar
"Ohhh begitu, lalu kenapa tuan William menghampiri mu dan bertanya siapa namamu?" tanya wanita itu
"Saya tidak tahu nona, tapi kalau saya boleh bertanya memangnya apa hubungan nona dengan tuan William?" tanya Alisha
"Tidak enak berbicara disini, sebaiknya kau selesaikan dulu pekerjaan mu nanti jam makan siang kita bicara di kantin" jawab wanita itu dan berlalu begitu saja di depan Alisha
Alisha kembali melanjutkan mengepel lantai sambil bersenandung kecil
Sementara itu.....
*Brakk* pintu di banting William dan ia menghempaskan tubuhnya di sofa
Daren yang di belakang William tengah berdiri tegap seperti bodyguard-nya di samping sofa terkejut melihat tingkah laku William seperti itu
William kenapa seperti sedang kepikiran sesuatu ya? atau jangan-jangan dia memikirkan office girl itu lagi? gumam Daren ketika melihat William menyandarkan lehernya di ujung sofa dengan pandangan keatas
"Daren, apa kau juga berpikir sama yang aku pikirkan?" tanya William
"Maksudmu?" tanya balik Daren
"Soal OB tadi" jawab pelan William
Tuh kan benar, sudah aku duga pasti dia sedang memikirkan OB itu gumam Daren
"Aku juga tadinya berpikir seperti itu" jawab Daren
William seketika duduk menghadap Daren
__ADS_1
"Apakah ada kemungkinan dia adalah Alisha?" tanya William
Entah apa yang salah atau lucu yang dipertanyakan William tapi ketika Daren mendengarnya sontak saja membuatnya tertawa terbahak-bahak
"Apa kau bercanda William?" tanya Daren di sela sela tawanya
"Aku sedang tidak bercanda Daren, apa argumen mu tentang ini?" tanya William
"Aku ingin bertanya padamu, apakah kau pernah mendengar sebuah teori bahwa di dunia ini kita mungkin saja memiliki wajah yang sama atau begitu mirip dengan orang lain tetapi berbeda keturunan?" tanya balik Daren
William berpikir sejenak dan mengangguk pelan
"Ini menurut pemikiran ku ya William, semenjak aku mendengar teori itu dan baru kali ini aku melihatnya secara langsung aku 100% langsung merasa wanita itu pasti bukanlah Alisha" jawab Daren
"Kenapa kau begitu yakin?" tanya William
"Ya itu tadi aku bicarakan, seseorang bisa saja mirip dengan Alisha tapi tidak untuk perilaku dan sikap yang sama" jawab Daren
"Lagipula yang aku lihat office girl tadi itu juga sepertinya tidak seorang Islam buktinya saja dia tadi tidak memakai kerudung yang biasanya Alisha pakai kemana-mana juga apa kau tidak lihat tadi sikapnya tadi berbeda jauh dengan Alisha yang terus memasang wajah datar padamu" lanjutnya lagi
William berpikir sejenak dan menatap kembali Daren
"Dari mana kau tahu dulu Alisha selalu datar denganku?" tanya William
"Tapi entah mengapa aku begitu yakin sekali bahwa dia adalah Alisha" ujar William
Daren perihatin dengan William yang masih terus saja berkabung atas tiadanya Alisha dan ia merangkul pundak William
"William aku tahu perasaan mu dan aku juga sangat berduka atas kematian Alisha namun jika kau seperti ini terus kau membuat dia sedih diatas sana" ucap pelan Daren dan membaringkan kepala William di pundaknya
"Tapi bagaimana jika memang benar jika dia adalah Alisha?" tanya William dan menangis
"Aishhhh... jangan menangis kau terlihat seperti pecundang tahu tidak! sudah aku bilang itu hanyalah pemikiran mu saja, sangat tidak mungkin bahwa seorang yang sudah tiada bangkit dari kematiannya dan datang dengan kepribadian beda padamu!" ketus Daren
"Aku tidak peduli jika orang beranggapan aku pecundang dengan aku menangis, yang aku mau adalah Alisha" jawab William disela sela tangisnya
Ternyata dia sudah jadi bucin pada Alisha
gumam Daren dan terus mengelus rambut William
"Terserah kau saja, aku akan menurut" jawab pasrah Daren
William melepas rangkulan Daren dan menghapus air matanya
"Aku ingin kau menyelidiki tentang OB tadi" ujar William
__ADS_1
"William kau ini kurang kerjaan ya?" tanya Daren tak percaya dengan yang diperintahkan William
"Tidak" jawab tegas William
Aishhhh.... kenapa aku selalu di tempatkan di situasi seperti ini, turuti sajalah daripada nyawaku yang jadi korban ketus Daren dalam hatinya
"Ok Baiklah, aku akan menyelidikinya" jawab pasrah Daren
"Kalau kau bisa menyelidikinya aku akan memberimu bonus double bulan ini" ujar William dan membuat mata Daren terbulat
"Nah begitu, kalau ada imbalan aku kerjakan mulai nanti malam aku cari tahu tentang dia" ujar Daren kegirangan
Sementara itu.....
Jam makan siang sudah tiba dan begitu juga dengan tugas mengepel seluruh ruangan resepsionis juga sudah siap dan dengan girang Alisha berjalan menuju kantin
"Hei kau!" panggil seseorang dari belakang Alisha dan Alisha menoleh kebelakang nya
"Eh ini nona yang tadi kan?" tanya Alisha
"Hmmmm.... yuk ke kantin aku yang traktir" ujar wanita itu
"Wah nona baik sekali ya sudah cantik baik pula" jawab Alisha terkagum-kagum
"Kau bisa saja memujiku, ayo pergi atau kita akan terlambat" ujar wanita itu sambil tersenyum
Mereka kemudian berjalan menuju kantin kantor yang berada di lantai tengah kantor
"Kau mau pesan apa?" tanya wanita itu dan meraih kursi di sampingnya dan duduk
"Saya teh es saja nona, malu soalnya hehehehe" jawab cengengesan Alisha
"Sudah jangan malu-malu, atau aku pesankan sesuai pesanan ku ya!" seru wanita itu
"Ya sudah terserah nona saja" jawab pasrah Alisha
Tangan wanita itu melambai pada pelayan kantin dan memesan dua gelas teh es dan dua piring nasi goreng
Tak berapa lama kemudian datang pelayan membawakan nampan berisi makanan yang di pesan
**Penasaran seperti apa sih episode selanjutnya? like, coment, and vote please biar penulis semangat ngetiknya
TAPI KALAU TIDAK VOTE JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING LIKE AND VOTE YA
BIAR PENULIS SEMANGAT NGETIKNYA DAN BISA LANJUT**
__ADS_1