Takdir Cinta Alisha

Takdir Cinta Alisha
Episode 42


__ADS_3

Daren membantu William untuk duduk di depan ruangan ICU


"Kau tenang saja Will, berpikirlah positif" ucap Daren


"Ttttapi bagaimana kalau Tara juga akan meninggalkan ku sama seperti Alisha?" tanya William dan menggelengkan kepalanya


"Tidak tidak, itu tidak akan terjadi, William tolong hapus air matamu sudah berapa kali kau menangis" ujar Daren sembari menghapus air mata William


Tak berapa lama kemudian dokter keluar dari ruangan ICU dan dengan cepat William menarik kerah baju dokter


"Apa yang terjadi padanya??" seru William dengan sorot mata tajam hingga membuat dokter terkejut dan takut


"Ppppp....pasien baik-baik saja, tapi ada yang ingin saya bicarakan dengan tttttuannnn William, aaaaapa kita bbbbbisa bicara?" ujar dokter itu gugup


William melepas cengkraman nya dan Daren menarik tangannya, dokter mempersilakan mereka masuk kedalam ruangannya


William dan Daren duduk didepan meja kerja dokter, terlihat wajah dokter yang pucat dan berkeringat dingin


Jangan sampai aku salah bicara, kalau sampai aku salah bicara nyawaku bisa tamat saat ini juga gumam dokter itu takut


"Kau tenang saja, katakan apa yang ingin kau sampaikan, kami tidak akan membunuhmu" ujar Daren ketika ia melihat keringat dingin mengucur di dahi dokter itu


"Sebenarnya pasien baik-baik saja, ia hanya pusing karena mengingat masa lalunya" jawab dokter itu memberanikan diri


Daren dan William terkejut


"Apa maksudmu?" tanya William


"Seperti ini tuan, saat pasien mendengar ataupun mengingat salah satu kejadian dimasa lalunya wajar saja pasien mengalami pusing yang sangat berat di kepalanya" ujar dokter menjelaskan


"Saya ingin bertanya, apakah dulu kepala pasien pernah terbentur benda keras?" tanya dokter


"Mana kami tahu, dia hanya seorang office girl di kantor kami dan kami melihatnya pingsan lalu membawanya kesini" ujar Daren asal bicara menikung William yang ingin bicara


"Baiklah kalau begitu, karena kalian juga tidak tahu tunggu saja pasien sadar dan kita tanyakan semua padanya" ujar dokter memberikan solusi


William dan Daren keluar dari ruangan dokter


"Daren, kau bisa pulang sekarang" ucap pelan William namun terdengar Daren


"Apa kau yakin?" tanya Daren


William mengangguk, Daren menunduk sebentar dan tersenyum tipis kemudian menepuk pelan pundak William lalu pergi


William menatap jendela kaca ruang ICU dan terlihat dari dalam Alisha terkapar tak berdaya diatas ranjang dengan mata tertutup


William kembali murung dan tanpa sadar air matanya menetes, ia masuk kedalamnya dan duduk disamping ranjangnya Alisha


"Tara, tolong jangan tinggalkan aku" lirih William dan memegang tangan Alisha lalu mencium punggung tangan Alisha

__ADS_1


Tidak, aku tidak ingin Tara sampai melihat aku menangis atau dia bisa marah gumam William dan menghapus air matanya


Lama William menatap wajah Alisha hingga membuatnya tertidur di samping Alisha dengan bertumpu pada telapak tangan Alisha


"Arghhhh...... kepalaku sangat sakit, eh.... siapa ini?" ujar Alisha yang baru tersadar dan memegang kepalanya lalu ia melihat sebuah kepala menindih tangannya


Dengan pelan, ia menepuk pundak William


"Maaf.... anda siapa ya?" ucap Alisha


William yang terbangun dari tidurnya langsung melihat wajah Alisha dan berbinar-binar


"Kkkkau sudah siuman, Tara" ujar William girang dan memeluk tubuh Alisha yang masih terbaring


"Tuan William, kenapa anda disini?" tanya Alisha


William melepas pelukannya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Alisha lalu memegang kedua pipi Alisha dan mencium pipi Alisha


Mata Alisha terbelalak kaget dan merah semu menyelimuti pipinya


"Kau imut Tara" bisik William ketika melihat pipi Alisha memerah


"Tttttuannnn, anda belum menjawab pertanyaan saya" ucap Alisha dan memalingkan wajahnya


William melepas pegangannya dan menjauhkan wajahnya lalu memegang kembali tangan Alisha


"Tadi..... kau pingsan, aku panik lalu membawa mu kesini" lirih William


"DOKTER!!!!!" teriak William hingga membuat Alisha terkejut


Dokter datang terburu-buru


"KAU PERIKSA DIA, DIA BILANG KEPALANYA MASIH SAKIT" teriak William lagi


Dokter mengangguk lalu menghampiri Alisha


"Apa kepala anda masih terasa sakit?" tanya dokter


"Iya dok" jawab pelan Alisha


"Apa kepala anda pernah terbentur benda keras?" tanya dokter lagi


"Hmmmm.... saya tidak tahu dok, tapi dulu saya tak sadarkan diri di sungai mungkin saya hanyut terbawa arus air dan kepala saya terbentur batu" jelas Alisha


"Apa kau mengingat kembali masa lalu mu?" tanya dokter lagi


Alisha berpikir sejenak dan menggelengkan kepalanya


"Aku tidak tahu, yang aku tahu sekarang adalah aku diasuh ibu dan kakak baruku untuk dijadikan keluarga mereka" jawab Alisha

__ADS_1


William terkejut dan mengingat semua penuturan Daren waktu itu


Apa jangan-jangan Tara ini adalah Alisha, tapi bagaimana mungkin Alisha sudah tiada 4 bulan lalu gumam William masih terus berpikir


Aku harus cari tahu kebenaran semua ini gumamnya lagi


"Karena kau tidak ingat apa-apa, aku berikan obat ini, ini dapat mengurangi rasa nyeri di kepala mu" jawab dokter dan memberikan sebungkus obat pada Alisha


"Terimakasih dokter, apa dia sudah bisa pulang?" tanya William


"Tentu saja" jawab dokter


William langsung menghampiri Alisha dan menggendongnya


"Kau hubungin Daren dan tagih biaya rumah sakit padanya" ucap dingin William pada dokter lalu meninggalkannya sendiri di ruang ICU


William yang menggendong Alisha berjalan menyusuri koridor rumah sakit


Alisha tampak malu ketika orang-orang melihat mereka


"Tuan, tolong turunkan saya banyak orang yang melihat kita" bisik Alisha didekat pundak William


"Kau tenang saja, mereka tidak akan berani bicara sembarangan" jawab William santai


Apa?? tidak berani bicara sembarangan?? apa maksud tuan William?? gumam Alisha bertanya-tanya


Saat mereka ingin berbelok di perbelokan koridor, ada seorang pria paruh baya yang lewat


"Apakah ini benar tuan William?" tanya pria itu


"Iya.....benar, ada apa?" tanya William


"Wah.... saya baru kali ini bisa melihat tuan William secara langsung, sebelumnya saya hanya bisa melihat tuan di majalah populer ternama di dunia atau di televisi" jawab pria itu


Merasa dirinya sedang dipuji senyum lebar terukir di bibir William


"Oh iya tuan, apakah dia istri tuan?" tanya pria itu lagi


William menatap wajah Alisha dan mengangguk


Alisha terbelalak kaget dan menggeleng cepat


"Yang benar itu yang mana, anggukan atau gelengan?" tanya pria itu memastikan


***PLEASE DUNK JANGAN PELIT NGELIKENYA KALAU BISA COMENT JUGA YA!


KALAU ENGGAK VOTE JUGA ENGGAK APA-YANG PENTING DI LIKE YA!


AUTHOR CAPEK TAHU NGETIKNYA BELUM LAGI BUAT RANCANGAN CERITANYA JADI MOHON DUNK DI LIKE AND COMENT

__ADS_1


MAAF YA KALAU BERSIFAT MAKSA TAPI KALAU ENGGAK COMENT JUGA ENGGAK APA-APA YANG PENTING DI LIKE***


__ADS_2